Tekanan Saat Kecerdasan Buatan Bisa Mengancam Industri Software?
Pada Selasa lalu, saham-sesaham perusahaan software global mengalami penurunan besar-besaran. Aksi jual saham ini kemudian berlanjut hingga keesokan harinya, menunjukkan ketakutan investor bahwa perkembangan AI dapat mengancam industri data dan layanan profesional.
Namun, CEO Nvidia Jensen Huang menekankan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak akan menggantikan teknologi software dan berbagai alat pendukungnya. Menurutnya, AI justru bergantung pada ekosistem software yang sudah ada, bukan membangun ulang dari nol.
"Hai, jika Anda manusia atau robot, baik robot buatan maupun robotika umum, apakah Anda akan menggunakan alat atau menciptakan ulang alat tersebut? Jawabannya jelas, menggunakan alat yang sudah ada. Itulah sebabnya terobosan terbaru dalam AI berfokus pada penggunaan alat," ungarnya.
Pandangan Huang dihadapkan dengan kekhawatiran investor bahwa perkembangan AI dapat mengurangi peran perusahaan software konvensional. Namun, ia percaya bahwa baik manusia maupun robot akan selalu memilih menggunakan alat yang sudah tersedia untuk meningkatkan efisiensi.
Aksi jual saham software meluas ke berbagai wilayah, termasuk India, China, dan Jepang, menunjukkan ketakutan investor. Namun, apakah ini adalah awal dari akhir? Apakah kecerdasan buatan benar-benar akan mengancam industri software?
Pada Selasa lalu, saham-sesaham perusahaan software global mengalami penurunan besar-besaran. Aksi jual saham ini kemudian berlanjut hingga keesokan harinya, menunjukkan ketakutan investor bahwa perkembangan AI dapat mengancam industri data dan layanan profesional.
Namun, CEO Nvidia Jensen Huang menekankan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak akan menggantikan teknologi software dan berbagai alat pendukungnya. Menurutnya, AI justru bergantung pada ekosistem software yang sudah ada, bukan membangun ulang dari nol.
"Hai, jika Anda manusia atau robot, baik robot buatan maupun robotika umum, apakah Anda akan menggunakan alat atau menciptakan ulang alat tersebut? Jawabannya jelas, menggunakan alat yang sudah ada. Itulah sebabnya terobosan terbaru dalam AI berfokus pada penggunaan alat," ungarnya.
Pandangan Huang dihadapkan dengan kekhawatiran investor bahwa perkembangan AI dapat mengurangi peran perusahaan software konvensional. Namun, ia percaya bahwa baik manusia maupun robot akan selalu memilih menggunakan alat yang sudah tersedia untuk meningkatkan efisiensi.
Aksi jual saham software meluas ke berbagai wilayah, termasuk India, China, dan Jepang, menunjukkan ketakutan investor. Namun, apakah ini adalah awal dari akhir? Apakah kecerdasan buatan benar-benar akan mengancam industri software?