Rais Aam Tak Hadir, Gus Yahya Gagal Gelar Rapat Pleno Tandingan

Riset ke Gedung PBNU, Jakarta, malah menggugah pertanyaan apakah Rapat Pleno Tandingan yang diadakan hari ini benar-benar merupakan rapat tandingan seperti yang direncanakan. Rapat pleno tersebut seharusnya akan membahas agenda besar seperti Evaluasi Program, Konsolidasi Organisasi, dan Penanggulangan Bencana. Namun, dalam keadaan tidak dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan jajarannya.

Menurut Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, karena ketidakhadiran dari pihak Rais Aam, rapat pleno tersebut diubah menjadi rapat koordinasi. Ia menyebutkan bahwa kesepakatan dari forum adalah merubah status pertemuan ini menjadi Rapat Koordinasi dengan fokus utama pada masalah penanggulangan bencana dan dampak bencana alam yang terjadi di berbagai daerah.

Rapat pleno tersebut dilaksanakan secara tertutup dari media, dimulai sekitar pukul 13.45 WIB hingga berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam rapat koordinasi ini, ada beberapa kehadiran seperti Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah, A'wan, Pengurus Harian Tanfidziyah, Ketua Lembaga PBNU, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Badan Otonom NU.
 
wahhh gak jelas apa yang terjadi di rapat pleno tandingan nih... rasanya ini seperti rapat biasa aja... syukurlah tidak ada skandal atau sesuatu yang membuat kita bingung... tapi rasanya kesepakatan dari forum tidak jelas juga... apakah ini benar-benar tentang penanggulangan bencana atau apa? πŸ€”πŸ‘€
 
Aku pikir ini salah tempat lagi bro... di mana aja kegagalan ini itu? PBNU bisa buat rapat pleno yang baik nih, tapi malah harus diubah menjadi koordinasi karena Rais Aam tidak hadir. Aku khawatir apa yang dibahasnya di rapat koordinasi ini sebenarnya tidak penting banget... sama-sama ada masalah penanggulangan bencana, aku pikir PBNU bisa buat program yang lebih efektif nih... πŸ€”
 
Maksudnya apa sih? Rapat pleno tandingan yang seru di Gedung PBNU ternyata tidak ada RAIS Aam sama-samanya πŸ€”. Jadi, apakah ini benar-benar rapat tandingan atau hanya koordinasi biasa aja? Kalau jujur, aku lebih penasaran dengan kehadiran Mustasyar dan Pengurus Harian Syuriyah. Apakah mereka sih yang mengambil alih kekuasaan PBNU πŸ€‘?
 
Gak ngerti sih, apa yang terjadi di PBNU hari ini... Rapat pleno tandingan itu malah jadi rapat koordinasi aja πŸ€”. Itu beda kan dengan rencana sebelumnya. Kita harap rapat koordinasi ini tidak cuma cerita-cerita aja, tapi ada keputusan nyata yang diambil oleh PBNU tentang penanggulangan bencana dan dampak bencana alam. Gak ada yang jelas sih, apa yang terjadi dengan Rais Aam KH Miftachul Akhyar? Kepada siapa yang rapat pleno ini sebenarnya dihadiri? πŸ€·β€β™‚οΈ
 
Haha, apa yang terjadi disini? Rapat pleno tandingan diadakan tapi gak ada Rais Aamnya, apa lagi sih? Mungkin hanya sekedar kesalahpahaman aja? Tapi kalau benar-benar rapat koordinasi, maka apa artinya kita punya rapat pleno tandingan yang serupa? Kalau tidak ada Rais Aam, maka bagaimana kita bisa mengambil keputusan yang tepat untuk PBNU? Mungkin harusnya ada jelasan dari Ketua Umum tentang apa yang terjadi sebenarnya... πŸ€”
 
Mungkin karena Rais Aam KH Miftachul Akhyar terlalu sibuk banget... atau mungkin dia cuma malas deh πŸ™ƒ. Tapi kalau tidak dihadiri, apa arti rapat pleno pun nggak bermaksud apa-apa? Mereka nggak bisa mengatur diri sendiri? πŸ˜‚

Aku pikir rapat koordinasi ini agak susah dibayangkan, karena siapa yang tahu kalau ada konflik atau diskusi yang menarik πŸ€”. Tapi mungkin itu bukan masalahnya, kan? Yang penting adalah penanggulangan bencana dan dampak bencana alam, toh πŸŒͺ️

Tapi aku rasa aku terkejut banget kalau rapat pleno tertutup dari media 🀫. Mungkin karena mereka tidak ingin umum tahu apa-apa yang terjadi di dalam rapat koordinasi ini 😏.
 
Aku pikir rapat pleno tandingan ini malah jadi kesempatan bagi kita untuk berdiskusi tentang masalah-masalah yang dihadapi oleh PBNU, gak hanya penanggulangan bencana. Aku harap Rapat Koordinasi ini bisa memberikan solusi yang benar-benar membantu kita semua agar tidak terjadi bencana lagi di masa depan 🀞. Tapi aku curious, mengapa Rais Aam tidak hadir? Apakah ada alasan tertentu yang membuatnya absen?
 
Gue rasa kaget banget, rapat pleno tandingan tuh malah seperti acara kompromi aja πŸ€”πŸ‘€. Apa maksudnya gak ada Rais Aam dan jajarannya, itu artinya apa? Maksudnya sih gak ada konflik apa-apa lagi, hanya sekedar diskusi santai aja 😴. Tapi, gue rasa ini tidak adil banget, karena PBNU perlu berdiskusi tentang isu-isu besar seperti evaluasi program dan konsolidasi organisasi, bukan cuma-cuma ngobrol-ngobrol πŸ€·β€β™‚οΈ.

Dan gue juga rasa bingung sih, apa itu rapat koordinasi tuh? Apakah ini bukan rapat pleno tandingan yang seharusnya? Maksudnya, apa yang dibahas di dalam rapat pleno tuh masih sama dengan apa yang dibahas di dalam rapat koordinasi? Gue rasa perlu klarifikasi sih πŸ€”.
 
Rapat pleno tandingan di PBNU malah jadi ajang koordinasi aja... Tapi apa artinya ya? Jika rapat pleno bukan lagi tentang Evaluasi Program, Konsolidasi Organisasi, dan Penanggulangan Bencana, maka mengapa tidak ada orang penting dari Rais Aam hadir? Kenapa rapat koordinasi ini jadi kegiatan yang tertutup dari media juga? Ada apa di baliknya... Tapi mungkin ini semua masih tentang penanggulangan bencana dan dampak bencana alam, tapi siapa tahu ada sesuatu yang tidak diungkapkan...
 
Aku tidak biasa comment tapi kalau lihat seperti ini rapat pleno PBNU sih cuma koordinasi aja? Aku pikir itu aneh banget, karena biasanya rapat pleno diadakan buat membahas keseluruhan isu besar. Tapi, kalau benar-benar fokus pada penanggulangan bencana dan dampaknya, aku tidak terlalu berkeberatan. Aku setuju bahwa itu penting banget, tapi aku rasa ada sesuatu yang kurang. Apakah itu karena Rais Aam tidak hadir? Atau apakah itu karena ada kekurangan informasi tentang apa yang dibahas di dalam rapat koordinasi? Aku ingin tahu lebih banyak lagi tentang itu.
 
Maksudnya apa sih kalau rapat pleno itu jadi rapat koordinasi? Apakah mereka malah lupa untuk membahas agenda utama ya? Maksudku, evaluasi program dan konsolidasi organisasi itu penting banget, tapi gini-ginin yang terjadi di PBNU serasa tidak ada tujuan sama sekali πŸ€”. Dan kok malah gabungin pihak NU, siapa tahu ada kepentingan ya? Tapi kalau benar-benar hanya untuk koordinasi, toh bagaimana caranya bisa jadi rapat pleno sekarang? Maksudnya, apakah mereka berasumsi bahwa PBNU udah siap sama-sama dengan pihak lain? 🀷
 
Aku bayangin kalau rapat pleno tandingan ini malah jadi cerita yang lucu banget... siapa nih yang mengira rapat koordinasi ini bukan rapat tandingan? πŸ˜‚ Gus Yahya bilang bahwa kesepakatan dari forum itu, tapi aku rasa ada sesuatu yang salah di situ. Mau nggabungin masalah penanggulangan bencana dan dampaknya dengan agenda besar seperti Evaluasi Program dan Konsolidasi Organisasi? Apa sih tujuan kita? πŸ€”
 
Hehe, aku pikir rapat pleno tandingan di PBNU ini sih agak susah aja, nggak ada Rais Aam ya? πŸ€” Nah, setelah diubah menjadi rapat koordinasi, aku rasa fokusnya masih sama ya, penanggulangan bencana dan dampaknya. Tapi, aku rasa mau kejadian seperti ini agak sulit diprediksi, di mana siapa yang tahu ada atau tidak hadir. πŸ€·β€β™‚οΈ Aku juga pikir kesepakatan forum tentang perubahan status pertemuan ini sih bagus banget, jadi tidak ada kesan konflik ya.
 
πŸ€” apa sih rasanya rapat pleno tandingan gak ada dihadiri Rais AamPBNU πŸ™…β€β™‚οΈ? kayaknya ada keraguan tentang keaslian rapat itu πŸ€”. kalau bukan tandingan, apa kegiatan ini lagi? πŸ€·β€β™€οΈ. pihak PBNU bilang karena tidak hadir Rais Aam, maka rapat pleno diubah jadi koordinasi 😐. tapi siapa yang berani mengatakan kalau rapat pleno sebenarnya bukan pleno? πŸ€¦β€β™‚οΈ. rasa curiga dari orang-orang πŸ˜’.
 
Aku kira ini kalau PBNU malah lupa jami mereka, sih. Mereka bilang harus rapat koordinasi tapi sebenarnya ada agenda yang lebih penting seperti evaluasi program. Bisa jadi ada kesepakatan tertentu yang membuat mereka mau mengubah rencana asli. Aku rasa ini bisa jadi tidak adil untuk para jami dan pemimpin PBNU, tapi aku juga paham kalau ada situasi yang tidak terduga. Menarik sekali kalau ada kehadiran dari syuriyah dan tanfidziyah, tapi aku masih penasaran apa sih rencana mereka nanti.
 
Kaya aja sih rasanya, kan? Mereka bilang rapat pleno tandingan, tapi ternyata hanya koordinasi loh! Makasih lah sih Gus Yahya yang bisa langsung berubah status rapatnya, nggak perlu kaget ya. Saya tahu sih bahwa PBNU jujur dengan media tentang apa yang mereka lakukan, tapi ini kan rapat pleno tandingan? πŸ€” Ahli punya alasan yang bikin kita rasa cerdas, tapi kayaknya masih banyak hal yang tidak terungkap. Aku rasa ada yang salah di dalamnya, tapi sayangnya aku nggak paham apa yang sebenarnya terjadi...
 
Makasih ya kabar ini... Rupanya rapat pleno tandingan PBNU di Gedung PBNU Jakarta ternyata malah jadi sesuatu yang unik. Kenapa bisa terjadi hal ini? Mungkin karena Rais Aam KH Miftachul Akhyar tidak bisa hadir, apa ke? Jadi, apakah rapat pleno tandingan itu benar-benar rapat tandingan seperti yang direncanakan? Tidak jelas...

Sekarang, kalau diubah menjadi rapat koordinasi dan fokus utama pada penanggulangan bencana... itu bagus juga! Tapi, rasanya ada sesuatu yang tidak beres. Kalau rapat pleno tandingan yang direncanakan itu jadi rapat koordinasi, kenapa media tidak diizinkan hadir? Rasanya ada kecurangan... tapi mungkin tidak... πŸ€”
 
Gue sengaja cek news ini πŸ€”. Kalo rapat pleno tandingan tapi gak ada Rais Aam, itu aneh banget! Kenapa gak bisa jadi seperti yang direncanakan? Gue pikir kalau Rapat Koordinasi gampang-bansang daripada Rapat Pleno Tandingan. Sama-sama, koordinasi sebenarnya bisa di lakukan kapan saja, tapi pleno tandingan itu harus ada tujuan dan konfirmasi yang jelas dari semua pihak. Gue harap rapat ini hasilnya bukan cerita kebohongan ya πŸ˜’
 
kembali
Top