Riset ke Gedung PBNU, Jakarta, malah menggugah pertanyaan apakah Rapat Pleno Tandingan yang diadakan hari ini benar-benar merupakan rapat tandingan seperti yang direncanakan. Rapat pleno tersebut seharusnya akan membahas agenda besar seperti Evaluasi Program, Konsolidasi Organisasi, dan Penanggulangan Bencana. Namun, dalam keadaan tidak dihadiri oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan jajarannya.
Menurut Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, karena ketidakhadiran dari pihak Rais Aam, rapat pleno tersebut diubah menjadi rapat koordinasi. Ia menyebutkan bahwa kesepakatan dari forum adalah merubah status pertemuan ini menjadi Rapat Koordinasi dengan fokus utama pada masalah penanggulangan bencana dan dampak bencana alam yang terjadi di berbagai daerah.
Rapat pleno tersebut dilaksanakan secara tertutup dari media, dimulai sekitar pukul 13.45 WIB hingga berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam rapat koordinasi ini, ada beberapa kehadiran seperti Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah, A'wan, Pengurus Harian Tanfidziyah, Ketua Lembaga PBNU, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Badan Otonom NU.
Menurut Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya, karena ketidakhadiran dari pihak Rais Aam, rapat pleno tersebut diubah menjadi rapat koordinasi. Ia menyebutkan bahwa kesepakatan dari forum adalah merubah status pertemuan ini menjadi Rapat Koordinasi dengan fokus utama pada masalah penanggulangan bencana dan dampak bencana alam yang terjadi di berbagai daerah.
Rapat pleno tersebut dilaksanakan secara tertutup dari media, dimulai sekitar pukul 13.45 WIB hingga berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Dalam rapat koordinasi ini, ada beberapa kehadiran seperti Mustasyar, Pengurus Harian Syuriyah, A'wan, Pengurus Harian Tanfidziyah, Ketua Lembaga PBNU, dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Badan Otonom NU.