Putri Kusuma Wardani, putri tunggal Indonesia yang akrab disapa 'Putri KW', memikul harapan besar untuk menjadi juara Indonesia Masters kali ini. Sebagai satu-satunya pemain tunggal putri dari Indonesia yang tersisa di turnamen, Putri menunjukkan optimisme tinggi untuk berhasil meraih gelar puncak di hadapan publik sendiri.
Di putaran pertama, Putri berhasil menanduk di Istora Senayan, Jakarta, dengan mengalahkan wakil Taiwan, Sung Shuo Yun. Meskipun kemenangan ini memberinya kesempatan menuju putaran kedua, Putri tidak ingin bersikap jemawa meski momentum sedang berpihak kepadanya. "Kalau momentum ya pasti ada harapan untuk bisa juara di sini, tapi kan itu semua dengan lawan-lawan yang sekarang yang ada, pastinya juga aku enggak boleh meremehkan," ujarnya dalam sesi konferensi pers.
Putri percaya bahwa peta persaingan tunggal putri dunia masih kompetitif dan tidak lantas menjadi mudah. Baginya, setiap pemain yang tampil memiliki potensi untuk memberikan kejutan. "Setiap pertandingan itu enggak boleh meremehkan juga yang di bawah aku maupun yang setara dengan aku," tegas Putri.
Dalam pertandingannya melawan Sung Shuo Yun, Putri cukup puas dengan performanya secara keseluruhan. Meskipun masih ada beberapa kendala teknis yang harus diperbaiki, ia mampu menerapkan pola permainan yang diinginkan sejak awal laga.
Putri juga memberikan apresiasi terhadap gaya bermain Sung yang dinilainya mengalami peningkatan sejak pertemuan terakhir mereka di Australia Terbuka. Pemain Taiwan tersebut tampil dengan pertahanan yang sangat rapat dan disiplin sehingga sulit untuk ditembus.
Sekarang, fokus Putri beralih ke babak selanjutnya sebagai tunggal Indonesia di sektornya. Konsistensi dan kemampuan meminimalisir kesalahan sendiri akan menjadi kunci bagi Putri KW untuk mewujudkan impian meraih gelar juara di Istora.
Di putaran pertama, Putri berhasil menanduk di Istora Senayan, Jakarta, dengan mengalahkan wakil Taiwan, Sung Shuo Yun. Meskipun kemenangan ini memberinya kesempatan menuju putaran kedua, Putri tidak ingin bersikap jemawa meski momentum sedang berpihak kepadanya. "Kalau momentum ya pasti ada harapan untuk bisa juara di sini, tapi kan itu semua dengan lawan-lawan yang sekarang yang ada, pastinya juga aku enggak boleh meremehkan," ujarnya dalam sesi konferensi pers.
Putri percaya bahwa peta persaingan tunggal putri dunia masih kompetitif dan tidak lantas menjadi mudah. Baginya, setiap pemain yang tampil memiliki potensi untuk memberikan kejutan. "Setiap pertandingan itu enggak boleh meremehkan juga yang di bawah aku maupun yang setara dengan aku," tegas Putri.
Dalam pertandingannya melawan Sung Shuo Yun, Putri cukup puas dengan performanya secara keseluruhan. Meskipun masih ada beberapa kendala teknis yang harus diperbaiki, ia mampu menerapkan pola permainan yang diinginkan sejak awal laga.
Putri juga memberikan apresiasi terhadap gaya bermain Sung yang dinilainya mengalami peningkatan sejak pertemuan terakhir mereka di Australia Terbuka. Pemain Taiwan tersebut tampil dengan pertahanan yang sangat rapat dan disiplin sehingga sulit untuk ditembus.
Sekarang, fokus Putri beralih ke babak selanjutnya sebagai tunggal Indonesia di sektornya. Konsistensi dan kemampuan meminimalisir kesalahan sendiri akan menjadi kunci bagi Putri KW untuk mewujudkan impian meraih gelar juara di Istora.