Putra Putih Rusia Siap Tumit Rp16 Triliun untuk PBB, Tetapi Ada Syarat!
Presiden Rusia Vladimir Putin siap memberikan bantuan senilai USD1 miliar atau sekitar Rp16 triliun ke Dewan Perdamaian Gaza, tetapi ada syarat. Menurut Putin, Moskow akan memberikan sumbangan tersebut dengan syarat bahwa uang itu berasal dari aset Rusia yang dibekukan di AS.
Aset-aset itu terdiri dari investasi Rusia bidang sekuritas asing, deposito bank, dan rekening koresponden nostro di berbagai wilayah termasuk AS. Diperkirakan, Rusia memiliki aset beku senilai USD5 miliar di AS.
Syarat yang disepakati Putin untuk memberikan bantuan tersebut adalah bahwa uang itu bisa digunakan untuk Gaza atau Ukraina pasca-perang. Namun, ada banyak perdebatan tentang bagaimana Dana tersebut akan dikelola dan apa yang sebenarnya tujuan dari Dewan Perdamaian tersebut.
Bahkan beberapa pihak menduga bahwa Dewan Perdamaian itu dibuat oleh Trump untuk menyaingi PBB. Dalam rancangan piagam, visi-misi lembaga ini sama sekali tidak menyebut Gaza atau Palestina sebagai ruang lingkup operasinya.
Sebagai negara yang bergabung dengan Dewan Perdamaian itu, Indonesia harus siap menghadapi dampak dari keputusan tersebut. Apakah Dewan Perdamaian benar-benar untuk meningkatkan stabilitas internasional atau apa saja tujuan sebenarnya?
Presiden Rusia Vladimir Putin siap memberikan bantuan senilai USD1 miliar atau sekitar Rp16 triliun ke Dewan Perdamaian Gaza, tetapi ada syarat. Menurut Putin, Moskow akan memberikan sumbangan tersebut dengan syarat bahwa uang itu berasal dari aset Rusia yang dibekukan di AS.
Aset-aset itu terdiri dari investasi Rusia bidang sekuritas asing, deposito bank, dan rekening koresponden nostro di berbagai wilayah termasuk AS. Diperkirakan, Rusia memiliki aset beku senilai USD5 miliar di AS.
Syarat yang disepakati Putin untuk memberikan bantuan tersebut adalah bahwa uang itu bisa digunakan untuk Gaza atau Ukraina pasca-perang. Namun, ada banyak perdebatan tentang bagaimana Dana tersebut akan dikelola dan apa yang sebenarnya tujuan dari Dewan Perdamaian tersebut.
Bahkan beberapa pihak menduga bahwa Dewan Perdamaian itu dibuat oleh Trump untuk menyaingi PBB. Dalam rancangan piagam, visi-misi lembaga ini sama sekali tidak menyebut Gaza atau Palestina sebagai ruang lingkup operasinya.
Sebagai negara yang bergabung dengan Dewan Perdamaian itu, Indonesia harus siap menghadapi dampak dari keputusan tersebut. Apakah Dewan Perdamaian benar-benar untuk meningkatkan stabilitas internasional atau apa saja tujuan sebenarnya?