Moskow Tawarkan Rp16 Triliun untuk Menjadi Anggota Dewan Perdamaian Gaza, Tetapi Ada Syaratnya
Bertahan di tengah spekulasi tentang keberadaannya sebagai anggota resmi, Moskow kini menyiapkan tawaran Rp16 triliun untuk menjadi anggota Dewan Perdamaian Gaza. Tapi, apa yang membuat tawarannya unik ini? Dalam sebuah komentar yang diluncurkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin di awal tahun 2022 lalu, Putin berpendapat bahwa pihaknya telah siap menyumbang Rp16 triliun ke Dewan Perdamaian Gaza sebelum punya kesempatan untuk memutuskan apakah nantinya mereka akan mengekspresikan pendirian atau tidak.
Namun, ada satu hal yang membuat Moskow memberikan tawarannya dengan syarat. Dalam rahasia, Presiden Putin berbicara bahwa pihaknya memiliki akses ke sejumlah besar uang dari aset yang dibekukan di Amerika Serikat (AS). Menurut kejelasan-kejelasannya sendiri, diperkirakan sebanyak USD5 miliar tersebut merupakan bagian dari total investasi Rusia senilai USD300 miliar yang didendaikan AS dan Uni Eropa setelah perang konflik antara Moskow dengan Kiyiv. Tiga sebagian besar di atasnya adalah investasi asing, sedangkan sisanya termasuk deposito-bank dan rekening korrespondensi dari berbagai wilayah.
Akan tetapi, kenyataannya menjadi berbeda ketika Putin menyatakan bahwa uang Rp16 triliun tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan Dewan Perdamaian, sedangkan sisa aset-aset itu bisa digunakan AS untuk membangun ulang Ukraine pasca-perang.
Bertahan di tengah spekulasi tentang keberadaannya sebagai anggota resmi, Moskow kini menyiapkan tawaran Rp16 triliun untuk menjadi anggota Dewan Perdamaian Gaza. Tapi, apa yang membuat tawarannya unik ini? Dalam sebuah komentar yang diluncurkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin di awal tahun 2022 lalu, Putin berpendapat bahwa pihaknya telah siap menyumbang Rp16 triliun ke Dewan Perdamaian Gaza sebelum punya kesempatan untuk memutuskan apakah nantinya mereka akan mengekspresikan pendirian atau tidak.
Namun, ada satu hal yang membuat Moskow memberikan tawarannya dengan syarat. Dalam rahasia, Presiden Putin berbicara bahwa pihaknya memiliki akses ke sejumlah besar uang dari aset yang dibekukan di Amerika Serikat (AS). Menurut kejelasan-kejelasannya sendiri, diperkirakan sebanyak USD5 miliar tersebut merupakan bagian dari total investasi Rusia senilai USD300 miliar yang didendaikan AS dan Uni Eropa setelah perang konflik antara Moskow dengan Kiyiv. Tiga sebagian besar di atasnya adalah investasi asing, sedangkan sisanya termasuk deposito-bank dan rekening korrespondensi dari berbagai wilayah.
Akan tetapi, kenyataannya menjadi berbeda ketika Putin menyatakan bahwa uang Rp16 triliun tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan Dewan Perdamaian, sedangkan sisa aset-aset itu bisa digunakan AS untuk membangun ulang Ukraine pasca-perang.