Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku baru-baru ini menemukan 10 perusahaan sawit besar yang melakukan praktik curang, yaitu <em>under invoicing</em>, yang dapat mencapai 50 persen dari nilai ekspor produk sawit. Praktik ini dilakukan dengan melaporkan nilai barang lebih rendah dari harga transaksi sebenarnya dalam dokumen pabean, dengan tujuan mengurangi pembayaran bea masuk maupun bea keluar, serta pajak impor atau pungutan ekspor (PE).
Kondisi ini jelas merugikan negara karena menyebabkan kebocoran penerimaan. Oleh karena itu, Purbaya tengah berupaya membenahi kinerja kepabeanan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, baik melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam Indonesia National Single Window (INSW) maupun secara manual berbasis data yang lebih lengkap.
Dengan analisis-analisis yang canggih, Purbaya dapat deteksi bahwa beberapa perusahaan sawit melakukan under invoicing ekspor, separuh dari nilai ekspornya (dikurangi). Ia memastikan ke depan pihaknya akan benar-benar mengejar para pengusaha nakal yang melakukan praktik under invoicing. Dengan demikian, penerimaan negara dapat dioptimalkan.
"Kita akan pakai teknologi AI, segala macam untuk memastikan semua potensinya kita dapatkan dan nggak bocor," kata Purbaya.
Kondisi ini jelas merugikan negara karena menyebabkan kebocoran penerimaan. Oleh karena itu, Purbaya tengah berupaya membenahi kinerja kepabeanan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, baik melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam Indonesia National Single Window (INSW) maupun secara manual berbasis data yang lebih lengkap.
Dengan analisis-analisis yang canggih, Purbaya dapat deteksi bahwa beberapa perusahaan sawit melakukan under invoicing ekspor, separuh dari nilai ekspornya (dikurangi). Ia memastikan ke depan pihaknya akan benar-benar mengejar para pengusaha nakal yang melakukan praktik under invoicing. Dengan demikian, penerimaan negara dapat dioptimalkan.
"Kita akan pakai teknologi AI, segala macam untuk memastikan semua potensinya kita dapatkan dan nggak bocor," kata Purbaya.