Purbaya Ungkap 10 Perusahaan Sawit Manipulasi 50% Ekspor

Menteri Keuangan menyebutkan bahwa 10 perusahaan sawit besar dalam melakukan praktik under invoicing, yang bisa mencapai nilai 50 persen dari nilai ekspor produk sawit. Praktik curang ini dilakukan dengan melaporkan nilai barang lebih rendah dari harga transaksi sebenarnya dalam dokumen pabean, untuk mengurangi pembayaran bea masuk maupun bea keluar dan pajak impor atau pungutan ekspor (PE). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kondisi ini jelas merugikan negara karena menyebabkan kebocoran penerimaan.
 
Sawit, keren lho, tapi siapa bilang praktik under invoicing itu buat negara bermanfaat? 🤔 Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bilang 10 perusahaan besar ini bisa menghasilkan keuntungan 50% dari ekspor produk sawit, tapi aku pikir itu lebih seperti permainan dengan api, gampang bunuh diri. 🚨 Apalagi kondisi ini jelas membuat negara kebocoran, siapa yang nanti harus membayar? 🤷‍♂️ Aku sengaja beli sawit di pasar ini, tapi aku pikir itu buat aku saja, kalau perusahaan besar bisa menghasilkan untung 50% dari ekspor produk sawit, apa aku hanya sekedar konsumen yang tidak ada keuntungan? 😒
 
Ini gampang aja, siapa nanti yang mau kena pajak? 50 persen nilai ekspor sawit bisa diambil-ambil siapa saja, kalau tidak ada pengawasan yang ketat ini jadi terus berlanjut, apa lagi dengan korupsi di baliknya... 🤑🚫
 
ini sangat parah banget! kita tidak perlu lagi menunggu orang lain untuk mengakhiri praktik curang ini, kita harus ikut campur dan menyuarakan diri sendiri juga. apalagi kalau di negara kita yang kekaya akan sumber daya alam seperti sawit itu 😩. jika kita tidak bisa bekerja sama dengan pemerintah maka bagus jika kita mulai usaha sendiri untuk mengatasi masalah ini, misalnya dengan cara beli sawit dari perusahaan curang dan jual di pasar lokal dengan harga normal agar mereka tidak mendapatkan untung lagi 💸.
 
Gue pikir itu serius banget, 50 persen nilai ekspor yang curang sih? Gue rasa itu semua tentang profit dan biaya untuk mereka, tapi apa lagi dari negara kita nih? Kita sudah banyak membayar bea masuk dan pajak impor, tapi gue rasa mereka hanya ingin menghemat sedikit saja. Itu tidak adil, bro. Gue harap Menteri Keuangan bisa melakukan langkah-langkah yang tepat untuk mengatasi masalah ini, seperti melakukan audit lebih teliti atau bahkan membuat hukuman yang ketat bagi perusahaan-perusahaan yang melakukannya. Tapi gue juga rasa itu tidak mudah, kita harus punya kekuatan dan kemampuan yang lebih baik lagi untuk menangani praktik curang ini. 🤔💸
 
Maksudnya, praktik curang ini bikin Indonesia kehilangan banyak uang dari ekspor sawitnya 🤦‍♂️. Itu bukan cuma isu keuangan, tapi juga perusahan kita yang terluka karena bisa menghasilkan keuntungan rendah. Menteri Keuangan punya tanggung jawab untuk memantau ini dan nggak biarkan perusahaan-perusahaan besar curang lagi. Saya harap pemerintah bisa melakukan audit yang lebih serius dan menemukan perusahaan mana yang curang ini dilakukan.
 
Makasih ya gue punya informasi tentang practik curang di kalangan perusahaan sawit besar. Gue pikir ini bikin kita kalah dalam persaingan dengan negara lain yang jujur dalam melakukan transaksi. Kalau kita coba ngecek harga ekspor sebenarnya, pasti ada kebocoran penerimaan yang bisa dihindari jika kita patut dan transparan. Saya rasa ini masalah keseimbangan dalam berbiaya, tapi biar jujur aja, bukan?
 
Ga tahu apa itu under invoicing, kayaknya ada cara lain buat perusahaan kalau mau banyak profit 😂. Menteri Keuangan bilang 50 persen bisa mencapai nilai dari ekspor sawit? Itu seperti banget! 🤯 Makin sederhana, kalau aku ingin jual keripik kelapa, aku harus bayar pajak yang benar, kan? Tapi kayak gue tahu, ada cara lain buat perusahaan kalau mau lebih banyak uang... 😊
 
Aku sengaja nonton video dokumenter tentang praktik under invoicing di kalangan perusahaan sawit, keren banget diajukan pertanyaan oleh presenternya, siapa yang punya ide ini? Aku rasa kalau begitu gampang untuk menghemat uang, tapi kalau kita lihat dari perspektif negara, itu sebenarnya bisa mencuri uang dari pemerintah. Kita harus pastikan agar semua perusahaan menjaga integritas dan transparansi dalam melakukan ekspor produk sawit, agar tidak ada lagi kebocoran penerimaan yang buruk bagi negara. Mau ngebayangkan kalau uang asing yang masuk dari ekspor sawit itu digunakan untuk apa?
 
Aku pikir ini kasus yang jelas buat koreksi, tapi mungkin kita perlu ngasih kesempatan lebih lagi pada perusahaan-perusahaan tersebut buat memahami apa saja kejadian ini, dan buat mereka tahu bahwa kita semua ngidul sama. Mereka bisa jadi tidak sengaja ngetok, atau pernah dalam situasi yang sulit.

Tapi aku pikir kita harus jangan lupa juga untuk melihat dari sudut pandang mereka, apakah ada hal yang membuat mereka melakukan ini? Apakah ada tekanan ekonomi yang kuat? Aku rasa kita harus ngasih kesempatan buat mereka berbicara dan jelasin apa saja yang terjadi. Kita bisa jadi belajar banyak dari mereka.
 
Pernah dengar kata "paham sebenarnya" kan? Jadi, under invoicing itu sendiri tidak itu salah, tapi bagaimana cara dilakukan yang salah, ya. Mereka lupa bahwa pemerintah ada untuk mengatur dan memastikan keadilan. Dalam hal ini, kita harus berpikir sejenak tentang apa yang sebenarnya terjadi sini. Apakah hanya perusahaan saja yang memanfaatkan sistem ini atau juga kita sendiri? Kita harus bersikap jujur dan transparan dalam segala kegiatan, bahkan dalam cara kita melakukan biaya dan pajak. Jangan lupa, kita semua adalah bagian dari satu kesatuan, jadi kita harus saling menghormati dan bekerja sama untuk menciptakan kesepakatan yang adil bagi semua orang.
 
Sangat menarik ya, praktik under invoicing yang dilakukan oleh beberapa perusahaan sawit besar pasti mempengaruhi banyak orang di dalam dan luar negeri. Kenapa mereka bisa melakukannya dengan begitu saja? Mungkin karena mereka ingin menghemat biaya atau meningkatkan keuntungan. Tapi, ya, itu bukan cara yang baik. Jika kita tidak tahu siapa yang melakukan hal ini, maka kita harus membuat perubahan agar semua orang berbiaya sesuai. Jangan hanya memandang dari perspektif ekonomi saja, tapi juga perlu memikirkan dampaknya bagi masyarakat dan pemerintah. Mungkin bisa buat pembahasan yang lebih luas tentang bagaimana mengatasinya? 🤔
 
omong omong, kayaknya Menteri Keuangan benar banget. under invoicing yang dilakukan oleh sawit besar itu bikin korban ya kita rupiah. kalau tidak adanya bea masuk/ keluar dan pajak impor, aku pikir ini akan bikin penerimaan negara semakin buruk. tapi kayaknya ada yang harus diatasi ya, karena ini bisa bikin orang lain curiga. jadi, aku harap Menteri Keuangan bisa segera mengambil tindakan untuk mengatasinya 🤔💸
 
ini bikin aku penasaran, ya... 50 persen dari nilai ekspor? itu seperti mainan mata uang, kan? bagaimana bisa sih pemerintah kita tidak ketahuan ini? tapi justru kini mengejutkan aku bahwa ada banyak perusahaan yang bisa melakukannya. aku rasa ini adalah contoh bagaimana sistem pemerintahan kita masih kurang akurat, dan pemerintah harus lebih berhati-hati dalam memantau transaksi ekonomi. tapi aku juga penasaran bagaimana cara pemerintah itu bisa mengatasi masalah ini, karena mungkin ada banyak alasan yang tidak kita ketahui...
 
[ GIF: Gagal Masak ] 🤦‍♂️🍽️ 50 persen kehilangan dari nilai ekspor sawit itu makin galat banget! Siapa nih yang suka nggak dengan penggunaan dana negara yang sudah ada? 🤑😒 Menteri Keuangan udah bilang, kita harus perbaiki ini ya... [ GIF: Kembalikan ]
 
ini kalau nggak ditangani, biaya perubahan sistem dan dana yang dihasilkan dari bea masuk pun tidak akan cukup 🤑📉. siapa tahu nanti kita harus menginjak kredit asing lagi untuk membiayai kebutuhan negara, apa kabar dengan dana PIPBN? krusis ini bakal berdampak pada inflasi dan harga barang di pasar, apalagi kalau harga minyak naik lagi 🤯.
 
kembali
Top