Pemerintah berjanji akan tetap menjaga independensi Bank Indonesia (BI) meski terdapat perubahan struktur di dalamnya. Dijelaskan oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali menguat meski ada perubahan penting di dalam BI yaitu pengangkatan Wamenkeu Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI.
Purbaya melihat keputusan tersebut tidak akan menimbulkan masalah karena terpilihnya Thomas sebagai pimpinan BI yang baru. "Sampai batas tertentu, mereka [masyarakat/investor] menerima kondisi itu," katanya saat menjadi pembicara dalam Indonesia Economic Summit di Jakarta Pusat.
Pembicara ini juga menekankan pentingnya independensi BI dan bertanya apakah pemerintah pernah mengintervensi kebijakan BI. Ia berpendapat, jika biaya tidak dipengaruhi oleh pemerintah, maka indeks IHSG akan terus meningkat.
Purbaya menyebutkan bahwa ekonom maupun pengamat lain akan dapat mengetahuinya jika pemerintah memang menempatkan Thomas untuk mengintervensi kebijakan BI. "Apakah saya akan mengintervensi kebijakan bank sentral atau tidak?" Ia bertanya.
Ia juga menyebutkan bahwa saat krisis imbas pandemi Covid-19 pada 2021 terdapat gagasan yang bisa dianggap sebagai bentuk intervensi. Sedangkan masuknya Thomas dalam BI disebut bukan bentuk intervensi.
Purbaya lantas berharap biaya dapat dipertahankan dengan baik dan mengetahuinya akan sangat membantu investor. "Kami bermain sesuai aturan, kami bermain sesuai hukum. Kami bermain menggunakan praktik terbaik global dalam bank sentral, dalam kebijakan fiskal," katanya.
Purbaya melihat keputusan tersebut tidak akan menimbulkan masalah karena terpilihnya Thomas sebagai pimpinan BI yang baru. "Sampai batas tertentu, mereka [masyarakat/investor] menerima kondisi itu," katanya saat menjadi pembicara dalam Indonesia Economic Summit di Jakarta Pusat.
Pembicara ini juga menekankan pentingnya independensi BI dan bertanya apakah pemerintah pernah mengintervensi kebijakan BI. Ia berpendapat, jika biaya tidak dipengaruhi oleh pemerintah, maka indeks IHSG akan terus meningkat.
Purbaya menyebutkan bahwa ekonom maupun pengamat lain akan dapat mengetahuinya jika pemerintah memang menempatkan Thomas untuk mengintervensi kebijakan BI. "Apakah saya akan mengintervensi kebijakan bank sentral atau tidak?" Ia bertanya.
Ia juga menyebutkan bahwa saat krisis imbas pandemi Covid-19 pada 2021 terdapat gagasan yang bisa dianggap sebagai bentuk intervensi. Sedangkan masuknya Thomas dalam BI disebut bukan bentuk intervensi.
Purbaya lantas berharap biaya dapat dipertahankan dengan baik dan mengetahuinya akan sangat membantu investor. "Kami bermain sesuai aturan, kami bermain sesuai hukum. Kami bermain menggunakan praktik terbaik global dalam bank sentral, dalam kebijakan fiskal," katanya.