Purbaya Sebut Pemda Sengaja Mengendapkan Dana Agar Tak Kehabisan

Banyak Pemda Mengendapkan Dana, Ini Apa yang Maka Diselidiki Kementerian Keuangan

Pemerintah pusat sudah memperhatikan fenomena pemerintahan daerah (Pemda) mengendapkan dana. Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa banyak Pemda yang takut kehabisan dana untuk periode Januari-Februari tahun berikutnya jika dana yang sudah dipotong tercepat diserap. Sehingga, alih-alih memanfaatkan dana yang sudah diberikan oleh pemerintah pusat, Pemda lebih memilih untuk menabung uang tersebut.

Maka, Menkeu ingin mengajukan sistem khusus agar Pemda bisa yakin dan tenang untuk menggunakan dana transfer ke daerah (TKD) yang sudah diterima di awal tahun. Jadi, tidak ada lagi dana yang terlewatkan atau mengendap di perbankan.

Menkeu berencana untuk melakukan diskusi dan edukasi dengan Pemda agar mereka bisa memahami cara mengelola dan menggunakan dana dengan tepat waktu. "Kita akan kirim orang-orang ke daerah supaya mereka mengerti bagaimana cara belanjanya," katanya.

Sistem ini belum bisa langsung diterapkan untuk tahun anggaran 2026 karena Kementerian Keuangan harus mengujicobakannya terlebih dulu. Namun, Menkeu berharap pada akhir tahun depan system ini sudah siap digunakan sehingga tidak ada lagi dana yang kehabisan dan mengendap di perbankan.

Menurut data yang dikatakkan Purbaya, dana Pemda yang mengendap di perbankan telah mencapai Rp234 triliun pada akhir kuartal ketiga 2025, naik 12,17 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.
 
Gue pikir ini kayak kebiasaan Pemda sih, mereka selalu ingin lebih aman dana dan gak mau risiko bisa habis. Tapi kalau nanti mereka bisa belajar cara mengelola dana dengan tepat waktu, itu akan bagus banget! Mungkin ada yang salah di sistem yang sekarang dijalankan, kayaknya kementerian keuangan harus ngajakin Pemda untuk menggunakan dana dengan lebih efektif.
 
hehe, omong omongan pemerintah ini seru banget! jadi apa sih yang salah dengan pemerintahan daerah ya? harusnya punya sistem manajemen dana yang cerdas sih 🤑 aku rasa kementerian keuangan harus mulai dari awal memahami bagaimana cara kerja Pemda agar tidak ada lagi dana mengendap di perbankan. ini seperti, gak jauh dari apa yang kita lakukan setiap bulannya, yaitu membagi uang keluarga kita dengan hati-hati 😂.
 
Pemda kayak gitu aja, sih. Mereka lebih suka menabung uang daripada menggunakan untuk kepentingan masyarakat. Nah, kalau Kementerian Keuangan punya ide untuk membantu mereka mengelola dana dengan baik, itu keren! Mereka harus ajak Pemda untuk memahami cara belanja yang tepat waktu, jadi tidak ada lagi dana yang mengendap di bank. Itu penting buat pemerintah pusat agar dana bisa digunakan efektif. Kita harap system ini bisa banget membantu! 🤞
 
Pemda gini sih kayaknya capek nggak capek uang dana nih... semakin capek, semakin aja menabung dan jadi susah banget kalau mau di gunakan. gimana caranya ya agar bisa di gunakan dengan tepat waktu? mungkin perlu ada sistem monitoring ya biar tidak ada lagi dana yang kehabisan. aku pikir ini sangat penting juga, karena kalau dana tidak digunakan, pasti akan terpikul ke daerah lain yang membutuhkannya lebih. tapi aku setuju dengan Menkeu, dia udah mulai membuat rencana untuk edukasi dan diskusi dengan Pemda... semoga ini bisa membuat perubahan positif! 🚀💸
 
Pernah lihat aja kalau Pemda suka menabung dana? Nah, ternyata juga terjadi di perbankan ya... 234 triliun dana yang mengendap, itu banyak sekali! Saya curiga siapa yang ngerasa sakit karena harus menebus kehabisan dana Pemda. Mungkin ada salah satu dari mereka yang sering banget nyesel dengan biaya transportasi atau infrastruktur, dan malah harus ditanggung oleh pajak rakyat...
 
aku kayaknya pemerintah harus ngajak Pemda buat jujur dulu kalau ada dana yang mengendap di bank 😕, nanti kan kalau gini terjadi lagi pasti masyarakat tidak percaya lagi. aku pikir sistem khusus itu bagus banget, tapi aku harap bisa ngasih penjelasan yang lebih jelas tentang cara kerjanya aja 🤔. aku rasa ini penting buat Pemda jadi lebih transparan dan jujur dengg masyarakat, biar gak ada lagi skandal seperti sebelumnya 🙏.
 
Maksudnya kalau dana kehabisan nggak itu sedang terjadi di mana-mana 🤦‍♂️. Saya aja pikir nih kenapa gini kena bisa dananya terendapkan begitu banyak. Sepertinya gini kalau kita coba buat system yang lebih baik lagi, tapi mungkin juga sengaja kan jadi agar tidak ada yang mengepung dana kehabisan? 🤔 Selain itu, kenapa sih kalau kita ganti sistem ini, nih dana kehabisan nggak bisa terjadi lagi? Saya pikir kalau kita coba buat system yang lebih baik lagi, kayaknya juga harus ada konsekuensi lain dari sistem tersebut. Tapi aku jadi penasaran, apa yang akan terjadi kalau kita ganti sistem ini semua 🤷‍♂️.
 
kembali
Top