Pemerintah Putra Purbaya menghadapi tantangan berat dalam memperbaiki reputasi Bea Cukai dalam waktu satu tahun. Ia telah meminta izin Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan reformasi di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan dianggap perlu dilakukan untuk mengatasi masalah serius yang melibatkan oknum pegawainya.
Menurut Purbaya, reputasi Bea Cukai saat ini sedang terpuruk di mata media, masyarakat, dan bahkan pimpinan negara. Ia menyatakan bahwa perlu dilakukan perbaikan dengan serius untuk mengembalikan citra Bea Cukai yang baik. Purbaya juga mengakui bahwa ada under-invoicing ekspor yang memang memerlukan segera dilakukan perbaikan.
Saat ini, diakui Purbaya terdapat barang-barang ilegal masuk yang enggak ketahuan segala macam dan tidak dipungut Bea Cukai. Purbaya juga menegaskan bahwa belum tahu menahu mengenai tuduhan yang dialamatkan kepada Bea dan Cukai tersebut, tetapi dirinya punya catatan sendiri hasil dari investigasi internal Kemenkeu.
Permasalahan yang dihadapi oleh Purbaya meliputi ekspor dari mana asalnya, besarapa total ekspornya, serta ada jalan yang sebagian dari China ke Singapura dan Singapura ke Indonesia. Purbaya juga menyatakan bahwa pengitungannya antara ekspor sampai impor berbeda-beda hanya pada CIF (Cost, Insurance, and Freight) dan FOB (Free on Board).
Menurut Purbaya, reputasi Bea Cukai saat ini sedang terpuruk di mata media, masyarakat, dan bahkan pimpinan negara. Ia menyatakan bahwa perlu dilakukan perbaikan dengan serius untuk mengembalikan citra Bea Cukai yang baik. Purbaya juga mengakui bahwa ada under-invoicing ekspor yang memang memerlukan segera dilakukan perbaikan.
Saat ini, diakui Purbaya terdapat barang-barang ilegal masuk yang enggak ketahuan segala macam dan tidak dipungut Bea Cukai. Purbaya juga menegaskan bahwa belum tahu menahu mengenai tuduhan yang dialamatkan kepada Bea dan Cukai tersebut, tetapi dirinya punya catatan sendiri hasil dari investigasi internal Kemenkeu.
Permasalahan yang dihadapi oleh Purbaya meliputi ekspor dari mana asalnya, besarapa total ekspornya, serta ada jalan yang sebagian dari China ke Singapura dan Singapura ke Indonesia. Purbaya juga menyatakan bahwa pengitungannya antara ekspor sampai impor berbeda-beda hanya pada CIF (Cost, Insurance, and Freight) dan FOB (Free on Board).