Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengemukakan bahwa Bank Pembangunan Indonesia (BPI) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) harus memanfaatkan modal yang dimiliki untuk membangun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) baru. Menurut Purbaya, menggunakan uang pada BUMN lebih baik daripada menginvestasikan pada obligasi negara.
"Iya lah, akan lebih baik menggunakan uang yang dimiliki untuk membangun BUMN baru," kata Purbaya. "Kalau ke bond (obligasi) kan saya bayar bunga untuk uang yang dulunya punya saya juga."
Purbaya menilai bahwa jika modal Danantara digunakan untuk membangun BUMN baru, tercipta perputaran ekonomi baru melalui pembukaan lapangan kerja. Dampaknya, aktivitas ekonomi nasional berpotensi bergerak lebih cepat.
"Kalau dia beli… bikin BUMN, langsung kan akan menggerakkan ekonomi. Justru itu yang diharapkan dari Danantara. Jadi, ada creation yang baru," tambah Purbaya.
Sementara itu, Purbaya juga menyinggung kebiasaan investasi Danantara yang lebih banyak menempatkan dana pada instrumen obligasi negara. Ia menilai bahwa Danantara memiliki ruang yang cukup besar untuk melakukan penyertaan modal langsung pada BUMN baru.
"Kan Danantara punya uang banyak, dia punya... kalau DIM-nya (Danantara Investment Management) tuh sehingga tahun ini punya... mau diinvestasikan di bond. Artinya, masih banyak ruang untuk bergerak. Bond pemerintah lagi," tutup Purbaya.
"Iya lah, akan lebih baik menggunakan uang yang dimiliki untuk membangun BUMN baru," kata Purbaya. "Kalau ke bond (obligasi) kan saya bayar bunga untuk uang yang dulunya punya saya juga."
Purbaya menilai bahwa jika modal Danantara digunakan untuk membangun BUMN baru, tercipta perputaran ekonomi baru melalui pembukaan lapangan kerja. Dampaknya, aktivitas ekonomi nasional berpotensi bergerak lebih cepat.
"Kalau dia beli… bikin BUMN, langsung kan akan menggerakkan ekonomi. Justru itu yang diharapkan dari Danantara. Jadi, ada creation yang baru," tambah Purbaya.
Sementara itu, Purbaya juga menyinggung kebiasaan investasi Danantara yang lebih banyak menempatkan dana pada instrumen obligasi negara. Ia menilai bahwa Danantara memiliki ruang yang cukup besar untuk melakukan penyertaan modal langsung pada BUMN baru.
"Kan Danantara punya uang banyak, dia punya... kalau DIM-nya (Danantara Investment Management) tuh sehingga tahun ini punya... mau diinvestasikan di bond. Artinya, masih banyak ruang untuk bergerak. Bond pemerintah lagi," tutup Purbaya.