Purbaya Bantah Melemahnya Rupiah, Pemerintah Akan Jaga Pondasi Ekonomi
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah melemahnya nilai tukar rupiah akibat masuknya Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, di bursa Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Purbaya yang berbicara di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026) menyatakan bahwa sebagian spekulasi tentang kehilangan independensi Thomas ketika menjabat Deputi Gubernur BI tidak masuk akal.
Purbaya percaya rupiah akan menguat seiring berjalannya waktu. Pemerintah akan menjaga pondasi ekonomi agar nilai rupiah semakin menguat. Untuk itu, penguatan pondasi ekonomi dilakukan dengan beberapa cara, yaitu memastikan likuiditas sistem finansial mencukupi dan mempercepat belanja negara pada awal tahun. Iklim investasi juga akan diperbaiki melalui proses debottlenecking.
Purbaya mengakui respons ekonomi memang lambat usai stimulus ekonomi dijalankan, tetapi ia meyakini pertumbuhan ekonomi sementara ini lebih baik daripada bulan-bulan sebelumnya. Ia percaya bahwaIHSG naik bukan karena pemain pasar bodoh, melainkan karena orang-orang pintar yang melihat prospek ekonomi ke depan dan nilai kebijakan pemerintah.
Purbaya juga menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan segala hal untuk memperbaiki segala aspek ekonomi, termasuk sisi supply, demand, ekonomi investasi, kebijakan moneter, kebijakan fisikal, sektor riil, dan lain-lain.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membantah melemahnya nilai tukar rupiah akibat masuknya Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, di bursa Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Purbaya yang berbicara di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026) menyatakan bahwa sebagian spekulasi tentang kehilangan independensi Thomas ketika menjabat Deputi Gubernur BI tidak masuk akal.
Purbaya percaya rupiah akan menguat seiring berjalannya waktu. Pemerintah akan menjaga pondasi ekonomi agar nilai rupiah semakin menguat. Untuk itu, penguatan pondasi ekonomi dilakukan dengan beberapa cara, yaitu memastikan likuiditas sistem finansial mencukupi dan mempercepat belanja negara pada awal tahun. Iklim investasi juga akan diperbaiki melalui proses debottlenecking.
Purbaya mengakui respons ekonomi memang lambat usai stimulus ekonomi dijalankan, tetapi ia meyakini pertumbuhan ekonomi sementara ini lebih baik daripada bulan-bulan sebelumnya. Ia percaya bahwaIHSG naik bukan karena pemain pasar bodoh, melainkan karena orang-orang pintar yang melihat prospek ekonomi ke depan dan nilai kebijakan pemerintah.
Purbaya juga menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan segala hal untuk memperbaiki segala aspek ekonomi, termasuk sisi supply, demand, ekonomi investasi, kebijakan moneter, kebijakan fisikal, sektor riil, dan lain-lain.