Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia, mengatakan bahwa penurunan nilai rupiah terhadap dolar AS hari ini tidak disebabkan oleh tekanan fundamental ekonomi Indonesia, melainkan karena kekuatan pasar internasional. Menurut Purbaya, pergerakan mata uang ini terpengaruh oleh berbagai faktor seperti kondisi ekonomi global dan perubahan kebijakan moneter di negara-negara lain.
Dia juga membantah spekulasi bahwa penurunan nilai rupiah disebabkan karena kabar bahwa Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono tengah dicalonkan untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Purbaya memastikan bahwa isu tersebut hanya merupakan spekulasi semata dan tidak terkait dengan independensi BI di masa depan.
Purbaya menyatakan bahwa jika spekulasi tersebut berakhir, maka rupiah nantinya akan kembali menguat karena fondasi ekonomi Indonesia yang kuat. Dia juga percaya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin cepat dan stabil jika kebijakan moneter dan keuangan dilakukan dengan efektif.
Sementara itu, pergerakan mata uang ini ditopang oleh pencapaian rekor baru Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai level 9.133 pada perdagangan hari ini. Purbaya menyatakan bahwa kekuatan pasar ini juga menunjukkan kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia.
Dia juga membantah spekulasi bahwa penurunan nilai rupiah disebabkan karena kabar bahwa Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono tengah dicalonkan untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Purbaya memastikan bahwa isu tersebut hanya merupakan spekulasi semata dan tidak terkait dengan independensi BI di masa depan.
Purbaya menyatakan bahwa jika spekulasi tersebut berakhir, maka rupiah nantinya akan kembali menguat karena fondasi ekonomi Indonesia yang kuat. Dia juga percaya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan semakin cepat dan stabil jika kebijakan moneter dan keuangan dilakukan dengan efektif.
Sementara itu, pergerakan mata uang ini ditopang oleh pencapaian rekor baru Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai level 9.133 pada perdagangan hari ini. Purbaya menyatakan bahwa kekuatan pasar ini juga menunjukkan kepercayaan investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia.