Purbaya Akui Ekonomi Lambat karena Salah Urus Kebijakan

Pelambatan ekonomi yang melanda Indonesia pada periode Januari-Agustus tahun ini sebenarnya bukan karena fenomena global, melainkan akibat kesalahan kebijakan internal. Menurut Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan, pelambatan ekonomi yang terjadi di kuartal I 2025 adalah hasil dari salah urus dalam pengelolaan kebijakan di dalam negeri.

"Kalau dilihat dari sini, pelambatan ekonomi kita sepanjang delapan bulan pertama tahun ini bukan karena faktor global semata. Bahkan, mungkin bukan karena faktor global, tapi karena salah urus di dalam negeri yang sudah kita perbaiki," ujarnya.

Pelambatan ekonomi ini kemudian menjadi salah satu penyebab ketidakpuasan masyarakat dan akhirnya memicu turun ke jalan. Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa kesalahan tersebut diakibatkan oleh beberapa hal, termasuk penurunan konsumsi yang lebih besar daripada peningkatan produksi.

Namun, pemerintah telah mencoba membalikkan kepercayaan masyarakat dengan menempatkan dana senilai Rp200 triliun di perbankan pada Oktober lalu. Langkah ini terbukti berhasil dalam memulihkan optimisme ekonomi dan membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami lonjakan pesat.

"Langkah pemerintah membalikkan dengan penempatan dana Rp200 triliun tadi sudah berhasil men-trigger optimisme dan trigger sedikit ekonomi kita. Jadi, setelah mereka di survei lagi di Oktober, sudah naik lagi ke level yang tinggi dan di November level 118. Ini dibilang level tertinggi sepanjang sejarah," ujarnya.

Purbaya Yudhi Sadewa juga berharap bahwa jika pemerintah dapat menjalankan kebijakan yang berkesinambungan, maka ekonomi akan semakin bagus dan pasar saham akan semakin kuat.
 
aku rasa kalau gini penting banget! jadi ternyata konsumsi masyarakat penurun lebih dari produksi, itu sebenarnya salah kebijakan yang ada di dalam negeri. tapi akhirnya pemerintah berhasil membalikkan situasi dengan menempatkan dana senilai rupiah dua triliun di perbankan. itu langkah yang tepat banget! 📈
 
aku pikir pemerintah harus lebih jelas dalam mengelola keuangan negara, seperti apa saja rencana dan strategi yang akan diambil jika terjadi pelambatan ekonomi. tapi kayaknya mereka malah memaksa dulu dengan menempatkan dana senilun di bank, padahal itu tidak peduli kalau ekonomi masih belum sehat. aku pikir lebih baik lagi jika mereka harus membuat rencana keuangan yang lebih matang dan jelas sebelum melaksanakannya. kira-kira apa yang harus dilakukan agar ekonomi Indonesia dapat semakin sehat dan kuat di masa depan 🤑💰
 
aku pikir pemerintah benar-benar perlu memperhatikan keseimbangan antara konsumsi dan produksi nih... kalau konsumsi terlalu besar tapi produksi tidak meningkat, maka pasti ekonomi akan masuk masalah. tapi itu bukan berarti penolakan atapun menolak langkah-langkah yang sudah diambil pemerintah... aku rasa langkah "penempatan dana Rp200 triliun" itu masih bisa dipertimbangkan nih, tapi pastikan ada penyesuaian agar tidak terjadi kesalahan sama seperti sebelumnya. dan aku juga harap pemerintah bisa lebih transparan dalam pengelolaan kebijakan ekonomi... agar masyarakat tidak merasa kesal dan memicu turun ke jalan lagi 🤔💸
 
Maksudnya kalau pelambatan ekonomi gini bukan karena ada kejutan global, tapi karena kita sendiri juga salah dalam pengelolaan. Kalau penurunan konsumsi itu justru harus meningkat dengan peningkatan produksi. Tapi apa yang dilakukan pemerintah malah? Mereka memindahkan uang besar ke perbankan! Itu seperti memberi obat untuk sakit diri sendiri. Mungkin kalau mereka fokus dalam pengelolaan ekonomi, bukan dengan cara-cara yang ngomong-omong aja, mungkin kondisi ekonomi ini bisa kembali stabil. Dan itu, itu sudah jadi satu hal. Kita harus lihat, apa yang dilakukan pemerintah itu benar atau salah?
 
ekonomi indonesia ternyata kayak sekoci 🤯 rasanya masih banyak kesalahannya, kesalahan kebijakannya yang salah 🙅‍♂️ tapi giliran pemerintah untuk segera memperbaiki kesalahan itu dan membuat ekonomi semakin bagus 💸 mungkin jangan perlu menunggu lagi, kalau belum mau berubah maka tidak akan ada yang bisa dipercaya 😐
 
Gue penasaran apa yang bikin pemerintah ini selalu salah. Pelambatan ekonomi siapa tahu bisa karena faktor global, tapi kalau memang bukan, berarti mereka sendiri yang gagal dalam mengelola keuangan negara. Rp200 triliun di perbankan itu cuma sembunyi masalahnya saja. Kalau aslinya mau segera melawan krisis ekonomi, bukannya menempatkan dana itu? Gue ragu-ragu bisa percaya kapan lagi yang bikin semua ini berjalan dengan lancar? 🤔💸
 
Tentu saja ada yang salah dengan cara kerja eksekutif di negri kita 😐. Pelambatan ekonomi yang terjadi sebenarnya bukan karena tekanan global, tapi karena keterpurukaan dalam pengelolaan kebijakan kita sendiri. Penurunan konsumsi lebih besar daripada peningkatan produksi itu membuat kesalahan yang serius 😊. Tapi, langkah pemerintah menempatkan dana Rp200 triliun di perbankan memang berhasil men-trigger optimisme ekonomi dan IHSG 📈. Saya harap pemerintah dapat menjalankan kebijakan yang berkesinambungan untuk membuat ekonomi semakin bagus dan pasar saham kuat 🤞.
 
Aku pikir kalau gak ada cara untuk menghindari kesalahan di dalam negeri ya? Misalnya, kenapa pemerintah harus memegang senjata uang saja? Kenapa tidak coba konsultasi dengan orang-orang yang dekat dengannya? Aku bayangkan kalau gajat memiliki ekonomi yang bagus, apa yang terjadi? 🤔
 
Maafnya ekonomi Indonesia gak stabil banget! 🤕 Sepertinya pemerintah malah membuat kesalahan lagi dengan penurunan konsumsi yang lebih besar daripada peningkatan produksi. Kalau gini, bagaimana caranya bisa terus semakin maju? 🤔 Saya pikir harus ada solusi yang lebih baik dari sekedar menempatkan dana di perbankan. Mungkin perlu ada rekonstruksi kebijakan ekonomi dari awal. 📈
 
kembali
Top