PSIS Semarang Tegaskan Intensitas Upaya Rekrut Pemain Baru demi Bertahan di Liga Championship, Jangan Tak Beranggapan!
Dari jendela bursa transfer yang dibuka pada Januari ini, PSIS Semarang telah menunjukkan fleksibilitas dan ketabolan dalam rekrut pemain baru untuk memperkuat tim Laskar Mahesa Jenar. Meski di tengah zona degradasi sebelumnya, barulah PSIS berhasil menyapu bersih dari kehancuran itu dengan beberapa pemain yang bergabung dengan skuad mereka.
Pelepasan 4 pemain sebelumnya kemudian ditimbun oleh belasan pemain baru. Terutama untuk kepentingan management baru, mereka terus menarik pemain-pemain barunya untuk mengisi lini-lining skuat PSIS Semarang.
Saat ini berapa lagi, dari kualitas hingga kuantitas, PSIS Semarang masih memiliki pertanyaan apa yang harus ditambahkan pada tim Laskar Mahesa Jenar tersebut? Maka tidak heran jika CEO Datu Nova Fatmawati mengakui bahwa belasan pemain baru belum mencukupi untuk membantu tim ini meningkatkan kinerjanya.
Aparat kepengurusan PSIS Semarang yang kemudian dihadipunyai oleh pengusaha wanita asal Semarang ini tidak tak ingin menyerah dari kesulitan ini, karena belasan pemain baru mereka sendiri tidak jauh-jauh dari bendera Liga Superleague dan Liga Championship.
Berdasarkan kisahnya, rekrutmen terhadap pemain-pemain baru di PSIS Semarang dikerjakan dengan cara yang lebih fleksibel, hingga mereka dapat mengumpulkan pemain yang lebih beragam dari berbagai latar belakang. Kedua pihak yang meneruskan perselisihan ini terutama pada awal awal dari masa kepemimpinan baru PSIS Semarang yaitu keduanya adalah manajer tim yang dianggap sudah tidak fokus terhadap kepentingan tim Laskar Mahesa Jenar, serta suporter yang merasa tidak puas dengan kepemimpinnya.
Dari jendela bursa transfer yang dibuka pada Januari ini, PSIS Semarang telah menunjukkan fleksibilitas dan ketabolan dalam rekrut pemain baru untuk memperkuat tim Laskar Mahesa Jenar. Meski di tengah zona degradasi sebelumnya, barulah PSIS berhasil menyapu bersih dari kehancuran itu dengan beberapa pemain yang bergabung dengan skuad mereka.
Pelepasan 4 pemain sebelumnya kemudian ditimbun oleh belasan pemain baru. Terutama untuk kepentingan management baru, mereka terus menarik pemain-pemain barunya untuk mengisi lini-lining skuat PSIS Semarang.
Saat ini berapa lagi, dari kualitas hingga kuantitas, PSIS Semarang masih memiliki pertanyaan apa yang harus ditambahkan pada tim Laskar Mahesa Jenar tersebut? Maka tidak heran jika CEO Datu Nova Fatmawati mengakui bahwa belasan pemain baru belum mencukupi untuk membantu tim ini meningkatkan kinerjanya.
Aparat kepengurusan PSIS Semarang yang kemudian dihadipunyai oleh pengusaha wanita asal Semarang ini tidak tak ingin menyerah dari kesulitan ini, karena belasan pemain baru mereka sendiri tidak jauh-jauh dari bendera Liga Superleague dan Liga Championship.
Berdasarkan kisahnya, rekrutmen terhadap pemain-pemain baru di PSIS Semarang dikerjakan dengan cara yang lebih fleksibel, hingga mereka dapat mengumpulkan pemain yang lebih beragam dari berbagai latar belakang. Kedua pihak yang meneruskan perselisihan ini terutama pada awal awal dari masa kepemimpinan baru PSIS Semarang yaitu keduanya adalah manajer tim yang dianggap sudah tidak fokus terhadap kepentingan tim Laskar Mahesa Jenar, serta suporter yang merasa tidak puas dengan kepemimpinnya.