Proyek PSEL Cipeucang: Pemkot Tangsel Minta Legal Opinion Kejari

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot) Terjun Ke Hati-Hati dengan Legal Opinion terkait Proyek PSEL. Pilar Saga Ichsan, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, mengatakan bahwa rapat ekspose permohonan pendapat hukum (Legal Opinion) terhadap proyek pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL) diadakan bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang Selatan, sebagai komunikasi awal terkait implikasi hukum proyek tersebut.

Rapat ekspose ini menghadirikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, Bani Khosyatullah; Kepala Kejari Tangsel, Apreza Darul Putra. Fokus pembahasan rapat adalah peralihan kebijakan dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 ke Perpres Nomor 109 tentang Penanganan Sampah Perkotaan menjadi Energi Terbarukan.

Pilar mengatakan bahwa perubahan regulasi ini menuntut penyesuaian menyeluruh, terutama karena proyek PSEL telah melalui proses tender dan menetapkan pemenang lelang pada April 2025. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan yang akan diambil Pemkot Tangsel harus memiliki dasar hukum yang kuat, agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Selain itu, Pemkot Tangsel berharap Kejari Tangsel dapat memberikan panduan hukum terkait aspek administratif dan kelengkapan dokumen. Mereka ingin memastikan bahwa pelaksanaan proyek PSEL tetap sejalan dengan Perpres terbaru.

Apreza Darul Putra, Kepala Kejari Tangerang Selatan, menilai langkah ini sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjalankan proyek strategis. Ia menambahkan bahwa diskusi seperti ini penting agar langkah ke depan memiliki dasar hukum yang jelas.

Pemkot dan Kejari Tangsel berjanji akan menggelar pertemuan lanjutan yang lebih teknis untuk menelaah dokumen-dokumen pendukung sebelum menyusun legal opinion.
 
Gue pikir proyek PSEL itu kayaknya harus diteruskan, tapi apa arti kalau kita tidak perlu memikirkan aspek hukum? Gua tahu kalau ada yang bilang proyek itu hanya nge-waste-to-energy, tapi gue rasa ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, seperti efisiensi energi dan dampak lingkungan. Mungkin kalau kita sudah siap dengan dokumen-dokumen yang benar, maka kita bisa fokus pada bagaimana membuat proyek ini berjalan lancar 🤔
 
Saya rasanya penasaran nggak punya jawaban apapun dari proyek PSEL itu, tapi aku pikir ini penting banget karena sampah bukanlah sesuatu yang ingin dibawa ke arah energi terbarukan, bagaimana kalau aksi ini berujung pada konflik antara kota dan kejaksaan? 🤔🚮

Aku senang sekali Pemkot Tangsel mau berkomunikasi dengan Kejari Tangsel tentang hal ini, tapi saya kurang percaya kalau mereka benar-benar ingin melakukan perubahan regulasi yang signifikan. Mereka juga harus mempertimbangkan dampaknya pada masyarakat lokal, seperti penggunaan lahan untuk proyek PSEL itu 🌳💡
 
Karena apa kita selalu lupa berhati-hati saat membuang sampah di Indonesia 🤯? Proyek PSEL itu benar-benar strategis, tapi kita harus ingat bahwa hukumnya penting sekali, jadi kita harus teliti saat memilih dokumen yang benar. Kita tidak ingin kejadian seperti ini lagi terjadi karena kesalahan kecil di masa lalu 😬. Kita harus belajar dari kesalahan-kesalahan masa lalu dan berusaha untuk menjadi lebih baik.
 
Maksudnya apa nih? Proyek PSEL itu udh jadi perhatian banyak orang, tapi sampai kapan lagi kita akan tahu hasilnya? Aku pikir pemerintah Tangsel harus lebih teliti dalam pengelolaan proyek ini, karena kalau salah bisa berdampak pada lingkungan dan komunitas. Tapi, aku juga senang melihat bahwa pemerintah udh jujur mengakui perlu penyesuaian dalam regulasi ini. Aku harap ada solusi yang tepat dan efektif untuk proyek PSEL ini, biar tidak sampai kekalah dalam proses implementasinya 🤔💡
 
🤔 proyek psl itu nanti bagaimana sih? semoga tidak ada masalah dan bisa selesai dengan baik 🙏. Pemkot Tangsel harus waspada karena ada perubahan regulasi yang sangat penting di sini, kalau salah bisa jadi kesalahan hukum 😬. Aku setuju dengan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, penyesuaian menyeluruh itu wajib, tidak boleh hanya ngumpulin uang dari tender lalu biarkan proyek PSL gagal 🤑. Kepala Kejari Tangsel juga harus berhati-hati, perlu memastikan bahwa semua dokumen selesai dengan baik agar tidak ada masalah di kemudian hari 📝.
 
Proyek PSEL ini masih banyak kekhawatiran saya. Pertama, biaya konstruksi proyek ini terlalu mahal banget, tapi kemudian ada potensi mendapatkan energi listrik dari sampah, itu kayak nge-nge-kan lagi. Dan apa itu aspek administratif yang dibicarakan? Mungkin ada penipuan di balik itu, sih... Tapi, aku rasa perlu dilakukan karena kalau gini, proyek ini bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada masalah hukum, kan? 🤔
 
gak ngerti apa-apa dengan proyek PSEL itu 🤔. tapi kalau kita ngechat sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, dia bilang ada perubahan regulasi di Perpres Nomor 109 📚. itu artinya kita harus lebih teliti dalam pengelolaan sampah dan energi listrik ya 💡. tapi aku rasa Pemkot Tangsel dan Kejari Tangsel sudah berlatih-latihan dengan proyek-proyek seperti ini, jadi aku yakin akan bisa mengatur saja 🙌. mungkin kita semua bisa menjadi lebih ramah lingkungan dan hemat energi 🌎💚
 
Proyek PSEL itu bakal nyasar banget kalau gak dipertimbangkan dengan benar dulu. Mereka bilang ini proyek strategis, tapi gimana jika bukan semua orang yang terkena dampaknya setuju? Sampah kota Tangerang Selatan jadi energi listrik, itu ide yang bagus, tapi harus diatur dengan hati-hati. Kita gak bisa kira-kira apa yang akan terjadi kalau ini proyeknya tidak sesuai dengan Perpres terbaru. Mereka bilang perubahan regulasi ini menuntut penyesuaian menyeluruh, tapi gimana kalau kita gak punya waktu untuk ngatur-naturan lagi? Kita harus segera! 🤯
 
kira-kira apa yang dimaksud dengan proyek PSEL itu? sih hanya sekedar mengubah sampah menjadi energi listrik aja, tapi memang kayaknya ada banyak hal yang harus dipertimbangkan, misalnya biaya, teknologi, dan semua itu 🤔. tapi gampang banget dipekerjakan, apa kecuali siapa pun yang ingin mengelola sampah menjadi energi listrik pasti punya ide sendiri tentang bagaimana cara melakukannya, kan? 🙃
 
🤔 Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot) Tanggung Jawabnya Membuat Proyek PSEL Lebih Akurat 📝

Aku pikir pemerintah harus lebih teliti dalam merancang proyek-proyek strategis seperti ini. Proyek PSEL benar-benar memiliki potensi untuk mengurangi limbah di kota kita, tapi aku khawatir kalau perubahan regulasi yang dilakukan kali ini bisa jadi ada kesalahan-kesalahan kecil yang nanti akan menimbulkan masalah besar di kemudian hari.

Aku rasa Pemkot Tangsel harus melakukan analisis lebih mendalam tentang implikasi hukum proyek ini sebelum membuat keputusan. Mereka harus mempertimbangkan semua faktor, termasuk aspek administratif dan kelengkapan dokumen yang diperlukan.

Aku juga ingin melihat apakah Pemkot Tangsel telah melakukan konsultasi dengan semua pihak yang terkait dalam proyek ini, seperti perusahaan yang akan mengembangkan teknologi PSEL. Jika tidak, aku pikir itu bisa jadi salah satu penyebab dari kesalahan-kesalahan kecil yang saya sebutkan sebelumnya.

Aku berharap Pemkot Tangsel dan Kejari Tangerang Selatan dapat melakukan kerja sama yang baik dalam mengembangkan proyek ini. Mereka harus memiliki komunikasi yang terbuka dan jujur tentang tujuan dan rencana mereka, serta siapa-siapa yang terkait dengan proyek ini. Dengan demikian, kita bisa yakin bahwa proyek PSEL akan dijalankan dengan lebih efektif dan efisien. 🚀
 
Proyek PSEL itu gak asalnya aja, tapi kini sudah jadi proyek strategis yang harus dijalani dengan hati-hati. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tangsel Bani Khosyatullah dan Kepala Kejari Tangsel Apreza Darul Putra benar-benar teliti, tapi aku pikir ada kekurangan diskusi tentang dampak sosial proyek ini terhadap masyarakat. Proyek PSEL itu kan akan menghasilkan energi listrik dari sampah, apa daya gunanya kalau tidak membawa manfaat bagi masyarakat?

Tapi, aku juga mendukung langkah kehati-hatian ini untuk memastikan proyek tersebut dijalani dengan baik dan sesuai dengan hukum. Pemkot Tangsel dan Kejari Tangsel benar-benar berjuang untuk mengetahui kekurangan-kekurangan di proyek ini sebelum melakukan langkah selanjutnya. Semoga mereka bisa mengatasi masalah-masalah ini dengan baik dan mampu membuat proyek PSEL menjadi kejutan bagi masyarakat Tangsel. 😊
 
Kira-kira apa aja yang bakal terjadi kalau gampang banget sih PSEL masuk ke dalam praktiknya? Nah, kalau ada proses tender yang panjang dan mahal, toga makanya Pemkot Tangsel ingin nanti kapan pun punya kesempatan untuk mempertimbangkan perubahan regulasi, kayak misalnya Perpres Nomor 109 tentang Penanganan Sampah Perkotaan menjadi Energi Terbarukan.

Kalau gampang aja itu dilakukan, mungkin kalau yang benar-benar masuk ke dalam prakteknya, bukannya masalah dengan legal opinion? Tapi jadi Pemkot Tangsel harus selalu berhati-hati, tahu-tahu ada yang salah lagi nanti.
 
kata-kata yang terasa susah dengar lagi ini, proyek PSEL itu kayaknya punya banyak masalah, kan? dari apa yang dibaca, aku pikir pemerintah Kota Tangerang Selatan terlalu berantakan, mau nyesuaikan Peraturan Presiden nomor 35 dengan nomor 109 itu, tapi siapa tahu nggak ada masalah di kemudian hari, kayaknya cuma buat menunda-nundanya aja. dan yang paling berkesan, Kepala Kejari Tangsel bilang diskusi ini penting, tapi aku pikir lebih baik lagi jika mereka fokus pada kebenaran hukum dari proyek itu, daripada nyesuaian regulasi yang bisa jadi tidak masuk akal.
 
Projek PSEL di Tangerang Selatan gini kayaknya... Warga masih harus kewalahan dengan sampah, tapi pemerintah juga mau bikin energi listrik dari sampah itu. Sementara itu proyek ini sudah melalui tender dan menetapkan pemenang lelang, tapi pihak pemerintah vẫn punya rasa ragu-ragu lagi. Wah, apa yang salah dengan prioritas? Tadi juga ada rapat dengan Kejari untuk membahas perubahan regulasi, tapi masih banyak hal yang tidak jelas...
 
kembali
Top