Proliga 2026 di GOR Voli Indoor Sport Center, Sumatera Utara, Sabtu, 17 Januari 2026, menjadi pertandingan yang tidak terkalahkan bagi Jakarta Electric PLN Mobile. Dengan skor dramatis 3-2 (20-25, 25-23, 25-27, 25-18, 15-13), mereka berhasil mengungguli Bandung BJB Tandamata.
Pertama-tama, Bandung BJB Tandamata menunjukkan sikap yang sangat agresif sejak awal. Dengan blok rapat dan permainan solid, Jakarta Electric terjebak di bawah tekanan. Sonaly dan rekan-rekannya berhasil mengantar Bandung BJB ke set pertama dengan skor imbang 25-20.
Namun, Jakarta Electric kemudian bangkit pada set kedua dengan permainan yang lebih rapi. Dua pemain asing mereka, Celeste Elle Plak dan Neriman Ozsoy, memberikan kontribusi penting dalam laga yang berjalan ketat. Setelah skor imbang 23-23, Jakarta Electric berhasil mengamankan set kedua dengan skor 25-23.
Pertarungan kian sengit di set ketiga membuat kedua tim saling kejar poin hingga fase krusial. Bandung BJB Tandamata tampil lebih tenang di akhir set dan menang tipis 27-25. Namun, Jakarta Electric tidak kecewa dan merespons pada set keempat.
Setelah skor sempat imbang di awal, permainan Jakarta Electric kian dominan. Tekanan bertubi-tubi membuat Bandung BJB kesulitan mengembangkan permainan. Jakarta Electric menutup set keempat 25-18 dan memaksa laga berlanjut ke set penentuan.
Setelah sehari sebelumnya bertanding melawan Medan Falcons, laga ini menjadi sangat menguras tenaga untuk Jakarta Electric. Asisten pelatih M. Alim Suseno menyatakan bahwa laga ini adalah yang paling melelahkan dalam musim tersebut. Namun, mental anak-anak Jakarta Electric tetap terjaga dan berhasil memenangkan pertandingan.
Sementara itu, pelatih Bandung BJB Tandamata Risco Herlambang menyebut faktor kelelahan sebagai penyebab performa timnya berkurang. Meskipun kalah, ia mengapresiasi permainan anak-anak dan menyadari bahwa beberapa pemain kurang fit setelah bertanding melawan Medan Falcons sehari sebelumnya.
Pertama-tama, Bandung BJB Tandamata menunjukkan sikap yang sangat agresif sejak awal. Dengan blok rapat dan permainan solid, Jakarta Electric terjebak di bawah tekanan. Sonaly dan rekan-rekannya berhasil mengantar Bandung BJB ke set pertama dengan skor imbang 25-20.
Namun, Jakarta Electric kemudian bangkit pada set kedua dengan permainan yang lebih rapi. Dua pemain asing mereka, Celeste Elle Plak dan Neriman Ozsoy, memberikan kontribusi penting dalam laga yang berjalan ketat. Setelah skor imbang 23-23, Jakarta Electric berhasil mengamankan set kedua dengan skor 25-23.
Pertarungan kian sengit di set ketiga membuat kedua tim saling kejar poin hingga fase krusial. Bandung BJB Tandamata tampil lebih tenang di akhir set dan menang tipis 27-25. Namun, Jakarta Electric tidak kecewa dan merespons pada set keempat.
Setelah skor sempat imbang di awal, permainan Jakarta Electric kian dominan. Tekanan bertubi-tubi membuat Bandung BJB kesulitan mengembangkan permainan. Jakarta Electric menutup set keempat 25-18 dan memaksa laga berlanjut ke set penentuan.
Setelah sehari sebelumnya bertanding melawan Medan Falcons, laga ini menjadi sangat menguras tenaga untuk Jakarta Electric. Asisten pelatih M. Alim Suseno menyatakan bahwa laga ini adalah yang paling melelahkan dalam musim tersebut. Namun, mental anak-anak Jakarta Electric tetap terjaga dan berhasil memenangkan pertandingan.
Sementara itu, pelatih Bandung BJB Tandamata Risco Herlambang menyebut faktor kelelahan sebagai penyebab performa timnya berkurang. Meskipun kalah, ia mengapresiasi permainan anak-anak dan menyadari bahwa beberapa pemain kurang fit setelah bertanding melawan Medan Falcons sehari sebelumnya.