Tetsuya Yamagami, pembunuh eks Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang divonis hukuman penjara seumur hidup oleh pengadilan setempat pada Rabu (21/1/2026), adalah sosok yang menarik perhatian publik. Latar belakang Tetsuka Yamagami, keluarganya yang terkena dampak dari Gereja Unifikasi, sangat membuat warga Jepang bersimpati padanya. Keluarganya, termasuk ibunya, pernah disebut menyumbangkan kekayaan senilai 100 juta yen kepada gereja tersebut dan akibatnya ekonomi keluarga Yamagami memburuk.
Pengacara Yamagami membela bahwa Tetsuka ini hanya korban praktik agama sesat, namun banyak orang setuju bahwa ia bersalah karena melakukan pembunuhan tersebut. Media Jepang yang mencatat hubungan politis pejabat Jepang dengan gereja Unifikasi juga menekankan pentingnya pengadilan yang adil.
Laporan media juga menyebutkan tentang Gereja Unifikasi, sebuah organisasi yang awalnya berdiri di Korea Selatan pada 1954 dan dipimpin oleh Sun Myung Moon, yang menganggap dirinya sedang melanjutkan misi Yesus. Namun, gereja ini kemudian menimbulkan kontroversi di Jepang karena dituduh sebagai agama sesat dan menyebabkan banyak warga Jepang merasa terkena dampak.
Pada Maret 2025 lalu, Pengadilan Distrik Tokyo memerintahkan pembubaran Gereja Unifikasi karena dinilai sesat. Penyelidikan ini juga menunjukkan kaitan yang kuat antara pejabat Jepang dan gereja tersebut.
Dalam sidang kasus, Yamagami menyatakan dirinya semula tidak menargetkan Shinzo Abe dalam rencana pembunuhan yang dibuatnya. Namun, setelah ia melihat video PM Jepang terlama sepanjang sejarah itu mengucapkan pesan dukungan di acara gereja pada 2021, ia kemudian mengalihkan target ke Shinzo Abe.
Pengadilan mengutuk Tetsuya Yamagami hukuman penjara seumur hidup atas tindakannya karena Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan kejahatan senjata api terendah.
Pengacara Yamagami membela bahwa Tetsuka ini hanya korban praktik agama sesat, namun banyak orang setuju bahwa ia bersalah karena melakukan pembunuhan tersebut. Media Jepang yang mencatat hubungan politis pejabat Jepang dengan gereja Unifikasi juga menekankan pentingnya pengadilan yang adil.
Laporan media juga menyebutkan tentang Gereja Unifikasi, sebuah organisasi yang awalnya berdiri di Korea Selatan pada 1954 dan dipimpin oleh Sun Myung Moon, yang menganggap dirinya sedang melanjutkan misi Yesus. Namun, gereja ini kemudian menimbulkan kontroversi di Jepang karena dituduh sebagai agama sesat dan menyebabkan banyak warga Jepang merasa terkena dampak.
Pada Maret 2025 lalu, Pengadilan Distrik Tokyo memerintahkan pembubaran Gereja Unifikasi karena dinilai sesat. Penyelidikan ini juga menunjukkan kaitan yang kuat antara pejabat Jepang dan gereja tersebut.
Dalam sidang kasus, Yamagami menyatakan dirinya semula tidak menargetkan Shinzo Abe dalam rencana pembunuhan yang dibuatnya. Namun, setelah ia melihat video PM Jepang terlama sepanjang sejarah itu mengucapkan pesan dukungan di acara gereja pada 2021, ia kemudian mengalihkan target ke Shinzo Abe.
Pengadilan mengutuk Tetsuya Yamagami hukuman penjara seumur hidup atas tindakannya karena Jepang dikenal sebagai salah satu negara dengan kejahatan senjata api terendah.