Presiden Kolombia, Gustavo Petro, siap melawan ancaman dari AS, setelah Trump menyebutnya sebagai pemimpin yang "sangat sakit" dan "dipimpin oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat".
Petro dikenal sebagai orang dari aliran kiri pertama yang menjabat sebagai Presiden Kolombia, lahir pada 19 April 1960 di wilayah Cienaga de Oro, Kolombia. Ia pernah mengenyam pendidikan di Colegio Nacional de La Salle dan Universitas Externado Kolombia, Bogota.
Sebelum menjabat sebagai Presiden, Petro aktif terlibat dalam aksi kelompok gerilya Marxis M-19. Ia pernah menjalani hukuman penjara pada Oktober 1985 silam. Namun, sekarang ia juga dikenal sebagai promotor perdamaian yang menengahi pihak Pemerintah Kolombia dengan M-19.
Petro memulai riwayat perpolitikannya dengan menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Kolombia pada 1991. Ia kemudian menjadi Senat Kolombia pada 2018 dan Presiden Kolombia sejak 2022, berhasil menduduki jabatan Presiden Kolombia karena mendapatkan dukungan hingga 50 persen.
Petro juga dikenal pro dengan Presiden Kolombia Nicolas Maduro. AS menganggap keduanya sebagai pengedar narkoba yang terlibat narkoterorisme.
"Trump berbicara tanpa pengetahuan, berhenti memfitnah saya", kata Petro dalam unggahan di akun X.
Petro dikenal sebagai orang dari aliran kiri pertama yang menjabat sebagai Presiden Kolombia, lahir pada 19 April 1960 di wilayah Cienaga de Oro, Kolombia. Ia pernah mengenyam pendidikan di Colegio Nacional de La Salle dan Universitas Externado Kolombia, Bogota.
Sebelum menjabat sebagai Presiden, Petro aktif terlibat dalam aksi kelompok gerilya Marxis M-19. Ia pernah menjalani hukuman penjara pada Oktober 1985 silam. Namun, sekarang ia juga dikenal sebagai promotor perdamaian yang menengahi pihak Pemerintah Kolombia dengan M-19.
Petro memulai riwayat perpolitikannya dengan menjadi Dewan Perwakilan Rakyat Kolombia pada 1991. Ia kemudian menjadi Senat Kolombia pada 2018 dan Presiden Kolombia sejak 2022, berhasil menduduki jabatan Presiden Kolombia karena mendapatkan dukungan hingga 50 persen.
Petro juga dikenal pro dengan Presiden Kolombia Nicolas Maduro. AS menganggap keduanya sebagai pengedar narkoba yang terlibat narkoterorisme.
"Trump berbicara tanpa pengetahuan, berhenti memfitnah saya", kata Petro dalam unggahan di akun X.