Profil Aurelie Moeremans: Aktris & Penulis Broken Strings

Aurelie Moeremans, seorang aktris berbakat Indonesia yang pernah menjadi model dan terlibat dalam hubungan abusif pada usia 15 tahun. Ia lahir di Brussels, Belgia, dan memiliki ayah dari Belgia serta ibu dari Indonesia.

Pada usia 33 tahun, Aurelie memilih untuk menerbitkan memoirnya berjudul "Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth", yang merupakan kisah nyata tentang pengalamannya. Dalam buku ini, Aurelie menulis tentang bagaimana ia terlibat dalam hubungan yang tidak setara dan sarat manipulasi pada usia 15 tahun.

Ia menggambarkan bagaimana relasi tersebut bermula dari perhatian dan kedekatan emosional, lalu berkembang menjadi kontrol dan tekanan psikologis. Aurelie juga menulis tentang proses "grooming" yang dilakukan oleh abusifnya, serta dampak jangka panjang dari relasi abusif itu.

Aurelie menyatakan bahwa buku ini ditulis tanpa romantisasi dan dari sudut pandang korban. Buku ini sudah dibaca puluhan ribu orang sejak rilisnya.

Kisah Aurelie menjadi sembunyi yang diperbarui, tetapi setelah menerbitkan bukunya, ia memilih untuk menyuarakan pengalaman hidupnya agar bisa membantu penyintas kekerasan dan penderita korban. Dengan melakukan ini, Aurelie Moeremans menunjukkan ketabahan serta keberanian dirinya dalam menghadapi alam pikiran dan berbagi ceritanya di media sosial.

Meskipun kisahnya memicu perdebatan, Aurelie tetap berharap bukunya bisa menjadi sumber informasi dan edukasi bagi orang lain.
 
Aku pikir ini benar-benar inspiratif banget! Aurelie Moeremans bisa tampil begitu jujur tentang pengalamannya, padahal ada banyak hal yang sulit dibicarakan. Aku yakin banyak orang masih belum sadar bahwa kekerasan dapat datang dari seseorang yang tampak baik-baik saja.

Aurelie memang punya cerita konyol banget, tapi aku rasa ini justru membantu banyak orang untuk tidak mengalami hal yang sama. Aku senang dia bisa berbagi pengalamannya melalui bukunya dan media sosial, agar lebih banyak orang tahu tentang bahaya hubungan abusif dan bagaimana caranya mencegahnya.

Aurelie juga harus diapresiasi banget karena dia tidak takut untuk membuka dirinya dan berbagi cerita yang sulit. Dia menunjukkan bahwa kita bisa menghadapi kehidupan dengan lebih kuat jika kita berani berbicara tentang hal-hal yang sulit.
 
Maksudnya siapa sih orang yang terlibat dalam hubungan abusif dulu? Apa itu "grooming" juga sih? Bagaimana caranya sih korban bisa menyadari bahwa mereka sedang menjadi korban? Saya rasa kisah Aurelie Moeremans ini harus dibacakan oleh banyak orang, tapi apa yang bisa kita lakukan agar tidak ada lagi korban kekerasan seperti itu?
 
Aurelie Moeremans ini kayaknya sudah sangat berani sih, menerbitkan buku tentang pengalamannya yang trauma banget... I don't usually comment but aku rasa banyak orang Indonesia juga perlu tahu tentang kekerasan dan manipulasi yang terjadi di masa lalu. Buku "Broken Strings" ini bisa menjadi sumber informasi yang berguna untuk korban kekerasan dan penderita trauma. Aku rasa Aurelie Moeremans harus diberi penghargaan atas kesabarannya dalam menghadapi alam pikirannya dan berbagi ceritanya di media sosial 🙏📚
 
Gak sabar baca buku Aurelie Moeremans itu. Boleh dipikir bahwa dia benar-benar berani mengungkapkan pengalamannya seperti itu. Saya rasa banyak yang belum pernah bicara tentang kekerasan dan manipulasi dalam hubungan, jadi ceritanya ini bisa jadi inspiratif buat orang lain. Tapi, juga gak sabar lihat reaksi dari masyarakat Indonesia nanti...
 
Gak ngerti apa yang terjadi dengan komunitas kita nih 🤷‍♂️. Siapa tahu kebenaran tentang Aurelie Moeremans itu benar-benar sebenarnya, tapi bukunya jadi topik perdebatan di forum ini juga. Udah ada orang yang bilang dia bodoh karena terjebak dengan abusifnya, tapi kenapa kita tidak fokus pada bagaimana Aurelie bisa berani berbagi pengalamannya dan membantu orang lain? 🤔. Aku rasa kita harus lebih peduli dengan isu kekerasan dan pencegahan, bukan hanya diskusi yang nggak bermakna. Dan siapa yang bilang dia "broken strings" itu bukannya cerita nyata dari seorang korban abusif? 🙄. Kita tidak boleh terlalu cepat menilai orang dan menghukum mereka tanpa punya Fakta.
 
Aku pikir ini sangat inspiratif banget! Aurelie Moeremans benar-benar berani untuk menceritakan pengalamannya dan membantu orang lain yang mengalami hal yang sama. Aku senang dia tidak ragu-ragu untuk menyuarakan dirinya dan berbagi pengalaman hidupnya di media sosial. Ini bisa menjadi contoh bagi kita semua tentang pentingnya berbicara dan berbagi pengalaman hidup kita, jadi orang lain bisa belajar dari kesalahan kita. Aku juga senang buku Aurelie ini sudah dibaca puluhan ribu orang, itu berarti banyak orang yang terinspirasi oleh kisahnya. 👍
 
Aku bingung sih bagaimana cara kebaikan yang begitu besar bisa dijadi korban. Aurelie Moeremans itu benar-benar juara di bidang menghadapi kekerasan. Aku senang sekali dia memiliki ketabahan untuk menceritakan pengalamannya, meskipun bikin terasa sulit didengar. Dan aku juga senang bukunya sudah bisa membantu banyak orang, khususnya korban kekerasan. Aku harap banyak orang yang bisa belajar dari pengalaman Aurelie dan tidak jadi menjadi korban kekerasan seperti dia. 🙏💖
 
Ayu, kalau aku baca tentang Aurelie Moeremans, aku jadi penasaran banget! Dia itu benar-benar korban kekerasan yang masih bisa naik tampil di depan umum. Aku pikir dia keren banget karena bisa berani ceritanya semua tanpa merasa malu. Memang kalau aku diceritakan cerita seperti itu, aku pasti akan capek dan tidak mau bicara lagi. Tapi Aurelie nggak demikian, dia bisa berbicara dengan suara yang kuat dan menginspirasi orang lain untuk melawan kekerasan. Aku rasa dia adalah contoh nyata bahwa kita bisa naik tampil dari situasi yang sulit. Dan aku senang banget kalau dia punya buku yang bisa membantu banyak orang! 🙌💖
 
aku rasa kisah aurelie ini super penting banget guys! dia bisa mengangkat suara korban kekerasan dan membantu mereka tidak sendirian lagi. aku juga seneng dengan caranya menulis tentang pengalamannya, jadi jangan terlalu serius dan romantisasi. dia bisa membuat bacaer merasa nyaman dan tidak malu untuk membaca ceritanya.

aku juga senang dia bisa berbagi pengalamannya di media sosial, karena itu cara yang bagus banget untuk mempengaruhi opini orang lain. tapi aku rasa perlu ada edukasi lebih lanjut tentang kekerasan dan how caramu menghadapinya, jadi bacaer tidak perlu mengalami hal yang sama lagi 😊.
 
Aurelie Moeremans itu benar-benar korban kekerasan yang masih kuat sampai hari ini 🤕. Dengan menerbitkan memoirnya, dia memberikan kesempatan bagi orang lain untuk tahu tentang bahaya kekerasan dan bagaimana cara menghadapi situasi seperti itu. Saya rasa Aurelie memiliki keberanian luar biasa dalam menyuarakan pengalamannya, terutama karena dia tidak pernah berbohong atau membuat cerita yang lebih menarik. Buku ini benar-benar membantu orang lain yang mengalami kesamaan dengan korban kekerasan, dan itu adalah hal yang sangat penting 📚. Saya harap banyak orang dapat belajar dari kisah Aurelie dan memiliki kesadaran yang lebih baik tentang bagaimana mencegah kekerasan dalam masyarakat kita.
 
Aku rasa pengakuan Aurelie tentang keabusifannya memang penting untuk diperbincangkan, tapi aku juga curiga bagaimana cara dia menerbitkan memoirnya? Apakah ada yang melakukan verifikasi lebih lanjut pada bukunya sebelum rilis? Aku juga ingin tahu, apa yang membuat Aurelie memilih untuk menceritakan pengalamannya di media sosial setelah ini? Aku pikir itu harusnya ada riset lebih lanjut tentang dampak keabuse pada korban dan bagaimana cara mereka bisa mendapatkan bantuan. 🤔
 
Gue pikir Aurelie Moeremans itu jadi contoh bagus kalau gue tidak terluka sama sekali... tapi sayangnya dia ada pengalaman yang salah... aku rasa buku-buku yang menulis tentang kekerasan dan abusi itu perlu ada, tapi juga harus diawasi karena buku-buku itu bisa bikin korban lebih banyak pikirannya... gue sendiri rasa Aurelie itu kuat banget untuk menghadapi alam pikiran dan berbagi ceritanya, tapi sama-sama, kita harus waspada dan tidak terlalu mudah dipengaruhi oleh apa yang dibaca di buku-buku tersebut...
 
kembali
Top