Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengutuhkan proses swasembada pangan dengan proyeksi meningkatkan produksi padi sebesar 5,5% pada tahun 2026. Hal ini merupakan dampak dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat dengan mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, produksi padi di Jateng pada 2025 mencapai 11,36 juta ton gabah kering panen (GKP) atau sebesar 9,38 juta ton gabah kering giling (GKG). Proyeksi ini didasarkan pada peningkatan kelembagaan petani dan alokasi anggaran untuk infrastruktur pertanian.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen meningkatkan kontribusi padi sebagai komoditas utama dalam mencapai swasembada pangan nasional. Menurut Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, upaya ini meliputi alokasi anggaran untuk infrastruktur pertanian serta penguatan kelembagaan petani.
Pemerintah berharap capaian produksi padi pada 2026 akan melampaui tahun sebelumnya dan mencapai target produksi sebesar 12 juta ton GKP. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat, serta memenuhi kebutuhan pangan nasional.
Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, produksi padi di Jateng pada 2025 mencapai 11,36 juta ton gabah kering panen (GKP) atau sebesar 9,38 juta ton gabah kering giling (GKG). Proyeksi ini didasarkan pada peningkatan kelembagaan petani dan alokasi anggaran untuk infrastruktur pertanian.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen meningkatkan kontribusi padi sebagai komoditas utama dalam mencapai swasembada pangan nasional. Menurut Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, upaya ini meliputi alokasi anggaran untuk infrastruktur pertanian serta penguatan kelembagaan petani.
Pemerintah berharap capaian produksi padi pada 2026 akan melampaui tahun sebelumnya dan mencapai target produksi sebesar 12 juta ton GKP. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat, serta memenuhi kebutuhan pangan nasional.