Gempa M 6,2 di Pacitan, Jatim, menghantam jiwa seorang warga, Joko Santoso (53) yang meninggal dunia setelah menyelamatkan diri. Korban dimakamkan dan riwayat medisnya menunjukkan alasan akhirat kehidupan.
Saat gempa itu berkejiran, korban sempat melakukan evakuasi mandiri bersama istri dan anaknya di luar rumah. Namun saat hendak bangkit, tubuhnya jatuh tanpa sadar. Warga segera membawanya ke Puskesmas.
Jenazah Joko Santoso tiba di UGD dalam kondisi meninggal dunia. Kepala UPT Puskesmas Ngadirojo, dr Rini Endrawati mengatakan korban memiliki riwayat hipertensi dan sering mengeluh pusing saat meninggal.
Kronologi akhir kehidupan Joko Santoso adalah:
- Sesaat setelah gempa berkejiran, almarhum melakukan evakuasi mandiri bersama istri dan anaknya.
- Almarhum jatuh tanpa sadar saat hendak bangkit dari luar rumah.
- Warga membawanya ke Puskesmas.
- Jenazah tiba di UGD dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 01.30 WIB.
Dengan menyelamatkan diri, Joko Santoso mengorbankan nyawa akhiratnya saat gempa M 6,2 berkejiran di Pacitan.
Saat gempa itu berkejiran, korban sempat melakukan evakuasi mandiri bersama istri dan anaknya di luar rumah. Namun saat hendak bangkit, tubuhnya jatuh tanpa sadar. Warga segera membawanya ke Puskesmas.
Jenazah Joko Santoso tiba di UGD dalam kondisi meninggal dunia. Kepala UPT Puskesmas Ngadirojo, dr Rini Endrawati mengatakan korban memiliki riwayat hipertensi dan sering mengeluh pusing saat meninggal.
Kronologi akhir kehidupan Joko Santoso adalah:
- Sesaat setelah gempa berkejiran, almarhum melakukan evakuasi mandiri bersama istri dan anaknya.
- Almarhum jatuh tanpa sadar saat hendak bangkit dari luar rumah.
- Warga membawanya ke Puskesmas.
- Jenazah tiba di UGD dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 01.30 WIB.
Dengan menyelamatkan diri, Joko Santoso mengorbankan nyawa akhiratnya saat gempa M 6,2 berkejiran di Pacitan.