Pria di Pacitan Meninggal Usai Gempa M 6,2

Gempa M 6,2 di Pacitan, Jatim, menghantam jiwa seorang warga, Joko Santoso (53) yang meninggal dunia setelah menyelamatkan diri. Korban dimakamkan dan riwayat medisnya menunjukkan alasan akhirat kehidupan.

Saat gempa itu berkejiran, korban sempat melakukan evakuasi mandiri bersama istri dan anaknya di luar rumah. Namun saat hendak bangkit, tubuhnya jatuh tanpa sadar. Warga segera membawanya ke Puskesmas.

Jenazah Joko Santoso tiba di UGD dalam kondisi meninggal dunia. Kepala UPT Puskesmas Ngadirojo, dr Rini Endrawati mengatakan korban memiliki riwayat hipertensi dan sering mengeluh pusing saat meninggal.

Kronologi akhir kehidupan Joko Santoso adalah:

- Sesaat setelah gempa berkejiran, almarhum melakukan evakuasi mandiri bersama istri dan anaknya.
- Almarhum jatuh tanpa sadar saat hendak bangkit dari luar rumah.
- Warga membawanya ke Puskesmas.
- Jenazah tiba di UGD dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 01.30 WIB.

Dengan menyelamatkan diri, Joko Santoso mengorbankan nyawa akhiratnya saat gempa M 6,2 berkejiran di Pacitan.
 
Gempa itu memang sangat keras, ya? Saya rasa Joko Santoso bukan cuma korban kecelakaan alam tapi juga sembunyi nyawa baiknya sendiri! Dia menyelamatkan diri dari gempa itu, tapi kemudian dia tidak bisa bangkit lagi. Benar-benar pahit ya kalau kita lihat dia harus melewati gempa itu sendirian tapi masih bisa menyelamatkan diri dan hidup terus. Aku harap orang lain juga bisa mencontohnya! 😊
 
Gempa yang begitu kuat nih, bisa membunuh orang tapi juga bisa membuat mereka sembuh 🤕. Lihat saja korban Joko Santoso, dia bisa menyelamatkan diri dari gempa itu tapi ternyata dia tidak bisa bertahan hidup 🤔. Menurut data BNPB, gempa M 6,2 di Pacitan tahun ini sudah mematikan nyawa 5 orang 🚨. Lihat saja statistiknya, Pacitan sendiri sudah memiliki 12 gempa berkejiran sejak tahun 2020! 📈 Tapi apa yang bisa kita lakukan? Kita harus lebih siap dan memiliki rencana evakuasi yang baik-baik 😊. Saya rasa kita harus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya evakuasi dan persiapan darurat 🚨.
 
Gue pikir kalau ini bukan cerita nyata. Bagaimana bisa seseorang masih bisa menyelamatkan diri dari gempa itu kemudian meninggal? Gue rasa ada sesuatu yang tidak jelas di balik cerita ini... 😐
 
Gempa M 6,2 itu benar-benar kejutan banget ya! Siapa tau nanti korban gempa itu bisa bertahan hidup lagi nih. Joko Santoso itu wajah yang sudah pernah kita lihat di jalan-jalan Pacitan, dia kayaknya pria yang baik hati dan memiliki keluarga yang baik. Makanya dia mau menyelamatkan dirinya sendiri saat gempa berkejiran, tapi akhirnya dia mengorbankan nyawanya untuk melindungi orang lain nih. Kita harus terus berdoa agar dia bisa bertemu kembali dengan keluarganya di alam baru. Semoga gempa itu bukan peringatan bagi kita semua tentang kerentanan bumi kita. 🌎💔
 
Gempa yang terjadi di Pacitan benar-benar membuatku takjub, gempa punah membalas kasih sayang yang korban menunjukkan dengan menyelamatkan diri sendiri dan keluarganya 🤯. Ini benar-benar contoh keberanian dan kebaikan jiwa yang tak terhingga. Korban tidak hanya menyelamatkan dirinya, tetapi juga orang-orang yang dia cintai 🙏.

Tentu saja ini benar-benar kejadian yang tragis, namun kita juga harus mengakui keberanian dan kebaikan jiwa korban yang menunjukkan pada saat terakhirnya. Ini benar-benar contoh bahwa manusia memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal yang luar biasa ketika dihadapkan dengan situasi yang sulit 🌟.

Saya harap korban dapat dikenang sebagai pahlawan yang tulus dan setia kepada keluarganya serta masyarakat sekitar. 💔
 
Gempa itu benar-benar kasar, nggak ada yang mau numpang tindih di atas korban, tapi di Pacitan, orang-orang sama-sama bantu. Aku rasa Joko Santoso itu pengorban diri untuk keluarganya, dia cari keselamatan buat istri dan anaknya, tapi akhirnya dia yang punah. Aku pikir itu aja keberagaman masyarakat di Pacitan, ada yang bantu, ada yang tidak. Warga Pacitan sih sama-sama korban gempa, nggak ada yang terpisah, kecuali korban yang benar-benar korban. 🤕
 
oh iya, kalau si Joko Santoso itu, dia bukannya orang yang tepat-tespul? dia bisa menyelamatkan diri sama keluarganya dari gempa yang berkejiran banget! tapi kenapa aku merasa sedih, dia harus korban sendirinya. apalagi dia sudah 53 tahun, masih punya banyak hal yang ingin dilakukan. tapi ya, gempa itu berkejiran banget, siapa yang bisa diprediksi? aku hanya doang bisa berharap gempa tidak akan datang lagi dan kita semua bisa hidup dengan aman. 💔
 
Gempa bumi itu memang sangat keras! Saya rasa korban yang tewas itu adalah contoh bagus bagaimana kita harus selalu siap dan waspada saat terjadi bencana alam. Dia menyelamatkan diri sendiri, istri, dan anaknya, tapi malah kehilangan nyawanya. Saya rasa ini adalah pengertian yang sangat penting untuk kita semua: keselamatan itu tidak hanya tentang hidup sendiri, tapi juga tentang melindungi orang-orang yang kita cintai. Saya berharap ada pelajaran dari kisah ini dan semoga kita semua bisa lebih waspada dan siap menghadapi bencana alam di masa depan 🤞💕
 
kembali
Top