Banjir di Sumatera: Dampak Dahsyat dari Siklon Tropis Senyar
Menko PMK Pratikno mengungkapkan bahwa banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat ditimbulkan oleh siklon tropis senyar yang sangat dahsyat. Namun, menurut BMKG, siklon ini sudah mulai menurun.
"Perlu kita ketahui, Siklon Tropis Senyar memang sangat dahsyat, tetapi menurut BMKG sudah mulai menurun. Oleh karena itu, kita melakukan operasi modifikasi cuaca, sudah mulai bisa diterbangkan untuk mengurangi curah hujan di daratan sehingga nanti curah hujan kita bawa ke lautan," kata Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Saat ini, Indonesia sedang mewaspadai siklon Koto. Pratikno berharap siklon ini tidak datang ke wilayah Indonesia. "Kemudian kita juga mengantisipasi karena ada Siklon Koto, tapi tempatnya di utara, kita masih waspada. Kita harapkan dia tidak akan masuk ke wilayah daratan Indonesia," katanya.
Selain itu, Pratikno menegaskan bahwa kementerian/lembaga terkait juga sudah turun untuk menangani bencana ini. Salah satunya, dia mengatakan Kementerian PU juga sudah bergerak ke lokasi bencana. "Tim PU juga bergerak karena beberapa lokasi titik itu putus, mulai dari tanah longsor kemudian jalan tertimbun dan lain-lain, jadi kami fokus pada tanggap darurat," katanya.
Pemerintah mengirim bantuan kebutuhan darurat melalui udara ke tiga provinsi terdampak bencana banjir besar dan longsor. Adapun bantuan yang dikirim berupa tenda, genset alat listrik, hingga alat bantuan komunikasi.
"Jadi pagi ini sekitar pukul 07.30 pagi telah diberangkatkan atas instruksi Bapak Presiden tadi malam kepada seluruh jajaran terkait untuk memberangkatkan pagi ini empat pesawat, 3 pesawat hercules, 1 pesawat A-400 yang awal bulan ini tiba di tanah air, untuk terbang ke 3 provinsi yang terdampak bencana," ujar Seskab Teddy Indra Wijaya dalam kesempatan yang sama.
Empat pesawat ini akan mendarat ke bandara terdekat lokasi bencana.
Menko PMK Pratikno mengungkapkan bahwa banjir di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat ditimbulkan oleh siklon tropis senyar yang sangat dahsyat. Namun, menurut BMKG, siklon ini sudah mulai menurun.
"Perlu kita ketahui, Siklon Tropis Senyar memang sangat dahsyat, tetapi menurut BMKG sudah mulai menurun. Oleh karena itu, kita melakukan operasi modifikasi cuaca, sudah mulai bisa diterbangkan untuk mengurangi curah hujan di daratan sehingga nanti curah hujan kita bawa ke lautan," kata Pratikno di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Saat ini, Indonesia sedang mewaspadai siklon Koto. Pratikno berharap siklon ini tidak datang ke wilayah Indonesia. "Kemudian kita juga mengantisipasi karena ada Siklon Koto, tapi tempatnya di utara, kita masih waspada. Kita harapkan dia tidak akan masuk ke wilayah daratan Indonesia," katanya.
Selain itu, Pratikno menegaskan bahwa kementerian/lembaga terkait juga sudah turun untuk menangani bencana ini. Salah satunya, dia mengatakan Kementerian PU juga sudah bergerak ke lokasi bencana. "Tim PU juga bergerak karena beberapa lokasi titik itu putus, mulai dari tanah longsor kemudian jalan tertimbun dan lain-lain, jadi kami fokus pada tanggap darurat," katanya.
Pemerintah mengirim bantuan kebutuhan darurat melalui udara ke tiga provinsi terdampak bencana banjir besar dan longsor. Adapun bantuan yang dikirim berupa tenda, genset alat listrik, hingga alat bantuan komunikasi.
"Jadi pagi ini sekitar pukul 07.30 pagi telah diberangkatkan atas instruksi Bapak Presiden tadi malam kepada seluruh jajaran terkait untuk memberangkatkan pagi ini empat pesawat, 3 pesawat hercules, 1 pesawat A-400 yang awal bulan ini tiba di tanah air, untuk terbang ke 3 provinsi yang terdampak bencana," ujar Seskab Teddy Indra Wijaya dalam kesempatan yang sama.
Empat pesawat ini akan mendarat ke bandara terdekat lokasi bencana.