Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa di Jakarta belum ada pasien super flu. Meskipun demikian, ia masih menekankan pentingnya melakukan pencegahan. Ia telah berkomunikasi langsung dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk memantau perkembangan virus ini.
Menurut Pramono, super flu diketahui tidak memiliki efek seberbahaya seperti virus COVID-19. Oleh karenanya, jika ada pasien super flu di Jakarta, Pemprov DKI akan dengan cepat melakukan penanganan. Ia juga berharap masyarakat DKI akan mempersiapkan diri untuk menanggapi kasus super flu yang dapat terjadi di Jakarta.
Kepala Dinkes DKI, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa saat ini belum tersedia vaksin khusus yang dapat melawan super flu. Vaksin yang digunakan sekarang adalah vaksin influenza, tetapi tersebut bukanlah vaksin program bebas biaya.
Masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin harus mengeluarkan biaya sendiri. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memantau informasi terkini tentang pencegahan dan penanganan super flu di Jakarta.
Menurut Pramono, super flu diketahui tidak memiliki efek seberbahaya seperti virus COVID-19. Oleh karenanya, jika ada pasien super flu di Jakarta, Pemprov DKI akan dengan cepat melakukan penanganan. Ia juga berharap masyarakat DKI akan mempersiapkan diri untuk menanggapi kasus super flu yang dapat terjadi di Jakarta.
Kepala Dinkes DKI, Ani Ruspitawati, menjelaskan bahwa saat ini belum tersedia vaksin khusus yang dapat melawan super flu. Vaksin yang digunakan sekarang adalah vaksin influenza, tetapi tersebut bukanlah vaksin program bebas biaya.
Masyarakat yang ingin mendapatkan vaksin harus mengeluarkan biaya sendiri. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk memantau informasi terkini tentang pencegahan dan penanganan super flu di Jakarta.