Pramono Optimis Ekonomi Jakarta Tahun 2026 Tercapai 5 Persen
Bapak Gubernur DKI, Pramono Anung, mengaku optimis pertumbuhan ekonomi Ibu Kota pada tahun 2026 berada di atas 5 persen. Menurutnya, ini disebabkan oleh langkah-langkah yang dilakukan Pemprov DKI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Satu dari langkah tersebut adalah digitalisasi sistem pembayaran di transportasi publik dan pasar tradisional. Pramono berharap digitalisasi TransJakarta, MRT, LRT, MikroTrans, serta pasar tradisional dapat meningkatkan efisiensi transaksi dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, program lomba pusat perbelanjaan dan hotel dalam menyambut Natal, tahun baru, dan Imlek juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap transaksi masyarakat. Menurut Pramono, transaksi pada periode 12 Januari mencapai Rp 15,2 triliun, meningkatkan gairah ekonomi di Jakarta meskipun DBH dipotong.
Pramono juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Pemprov DKI dengan Bank Indonesia dan OJK dalam digitalisasi dan pengawasan ekonomi. Dia berharap Jakarta tetap berada di jalur pertumbuhan yang tepat (on the right track).
"Kita harus menjaga transparansi, membangun trust, dan memastikan Jakarta menjadi kota global dengan manajemen pemerintahan yang baik," ucapnya.
Perlu diingat bahwa kinerja ekonomi Jakarta memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional.
Bapak Gubernur DKI, Pramono Anung, mengaku optimis pertumbuhan ekonomi Ibu Kota pada tahun 2026 berada di atas 5 persen. Menurutnya, ini disebabkan oleh langkah-langkah yang dilakukan Pemprov DKI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Satu dari langkah tersebut adalah digitalisasi sistem pembayaran di transportasi publik dan pasar tradisional. Pramono berharap digitalisasi TransJakarta, MRT, LRT, MikroTrans, serta pasar tradisional dapat meningkatkan efisiensi transaksi dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, program lomba pusat perbelanjaan dan hotel dalam menyambut Natal, tahun baru, dan Imlek juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap transaksi masyarakat. Menurut Pramono, transaksi pada periode 12 Januari mencapai Rp 15,2 triliun, meningkatkan gairah ekonomi di Jakarta meskipun DBH dipotong.
Pramono juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin antara Pemprov DKI dengan Bank Indonesia dan OJK dalam digitalisasi dan pengawasan ekonomi. Dia berharap Jakarta tetap berada di jalur pertumbuhan yang tepat (on the right track).
"Kita harus menjaga transparansi, membangun trust, dan memastikan Jakarta menjadi kota global dengan manajemen pemerintahan yang baik," ucapnya.
Perlu diingat bahwa kinerja ekonomi Jakarta memiliki peran penting dalam menopang perekonomian nasional.