Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono sempat mengalami kejadian yang mengejutkan saat menghadiri upacara persemayaman tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Dia pingsan di depan mata umum, namun kejadian ini tidak disebabkan oleh kondisi medis yang serius.
Menurut informasi yang diterimanya, Trenggono mendapat telepon dari Presiden Prabowo Subianto setelah dia sadar. Di dalam telepon tersebut, Presiden Prabowo menanyakan kondisi Trenggono. Dia menyatakan bahwa pingsannya disebabkan oleh kelelahan fisik dan mental akibat menghadapi musibah yang menimpa tiga pegawai KKP.
Sakti Wahyu Trenggono memastikan bahwa dia saat ini dalam kondisi baik-baik saja. Dia menjelaskan bahwa pingsannya disebabkan oleh kelelahan fisik dan mental setelah menghadapi musibah yang menimpa tiga pegawai KKP. Menurutnya, seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik, tetapi mental karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Trenogno juga menyampaikan bahwa sebelum memimpin upacara persemayaman, dia baru menyelesaikan tugas mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan kerja ke luar negeri. Dia menjelaskan bahwa sebagai komandan di KKP, dia selalu bersama pasukan baik suka dan duka, menjadi inspektur upacara bagi mereka yang berpulang adalah wujud pendampingan terakhir.
Saya menyambut kedatangan menteri ini dengan rasa hormat, apalagi karena perjuangannya dalam menghadapi musibah yang menimpa tiga pegawai KKP. Menteri Trenggono memang dikenal sebagai seorang pejabat yang kuat dan kompak.
Menurut informasi yang diterimanya, Trenggono mendapat telepon dari Presiden Prabowo Subianto setelah dia sadar. Di dalam telepon tersebut, Presiden Prabowo menanyakan kondisi Trenggono. Dia menyatakan bahwa pingsannya disebabkan oleh kelelahan fisik dan mental akibat menghadapi musibah yang menimpa tiga pegawai KKP.
Sakti Wahyu Trenggono memastikan bahwa dia saat ini dalam kondisi baik-baik saja. Dia menjelaskan bahwa pingsannya disebabkan oleh kelelahan fisik dan mental setelah menghadapi musibah yang menimpa tiga pegawai KKP. Menurutnya, seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik, tetapi mental karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Trenogno juga menyampaikan bahwa sebelum memimpin upacara persemayaman, dia baru menyelesaikan tugas mendampingi Presiden Prabowo dalam kunjungan kerja ke luar negeri. Dia menjelaskan bahwa sebagai komandan di KKP, dia selalu bersama pasukan baik suka dan duka, menjadi inspektur upacara bagi mereka yang berpulang adalah wujud pendampingan terakhir.
Saya menyambut kedatangan menteri ini dengan rasa hormat, apalagi karena perjuangannya dalam menghadapi musibah yang menimpa tiga pegawai KKP. Menteri Trenggono memang dikenal sebagai seorang pejabat yang kuat dan kompak.