Bercanda dengan Rakyat, Tapi Dihukum Dengan Kritik
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali berbicara tentang perannya sebagai pemimpin nasional. Ia menyatakan bahwa menjadi politisi di Indonesia bukanlah hal yang mudah. Menurutnya, jika ingin mengabdi dan berbuat baik, namun selalu dikuyu-kuyukan, maka akan selalu ada kesalahan dan kejelekan yang ditemukan.
Prabowo menegaskan bahwa jabatan yang ia emban bersumber dari rakyat dan harus diabdikan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Ia juga mengaku prihatin melihat jam kerja para menterinya yang sangat terbatas, seperti Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Menurut Prabowo, menjadi politisi berarti siap menghadapi tekanan dan kritik. Namun, ia meminta para pejabat negara tidak gentar dan tetap teguh membela kepentingan rakyat. Ia juga mengingatkan para pemimpin bahwa kekuasaan bersifat sementara, sementara yang akan dikenang adalah nama baik dan keberpihakan kepada rakyat.
Prabowo menekankan bahwa keadilan dan kebenaran hanya dapat ditegakkan melalui kepemimpinan yang berani dan jujur. Ia meminta para pejabat memanfaatkan kepercayaan yang diberikan sebagai kesempatan untuk berbakti kepada rakyat dan negara.
"Mengapa kita menjadi politisi, ini adalah bawang putih. Kita harus mau tumbuh dari bawang putih itu," kata Prabowo dalam pidatonya di Karawang, Jawa Barat.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali berbicara tentang perannya sebagai pemimpin nasional. Ia menyatakan bahwa menjadi politisi di Indonesia bukanlah hal yang mudah. Menurutnya, jika ingin mengabdi dan berbuat baik, namun selalu dikuyu-kuyukan, maka akan selalu ada kesalahan dan kejelekan yang ditemukan.
Prabowo menegaskan bahwa jabatan yang ia emban bersumber dari rakyat dan harus diabdikan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat. Ia juga mengaku prihatin melihat jam kerja para menterinya yang sangat terbatas, seperti Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Menurut Prabowo, menjadi politisi berarti siap menghadapi tekanan dan kritik. Namun, ia meminta para pejabat negara tidak gentar dan tetap teguh membela kepentingan rakyat. Ia juga mengingatkan para pemimpin bahwa kekuasaan bersifat sementara, sementara yang akan dikenang adalah nama baik dan keberpihakan kepada rakyat.
Prabowo menekankan bahwa keadilan dan kebenaran hanya dapat ditegakkan melalui kepemimpinan yang berani dan jujur. Ia meminta para pejabat memanfaatkan kepercayaan yang diberikan sebagai kesempatan untuk berbakti kepada rakyat dan negara.
"Mengapa kita menjadi politisi, ini adalah bawang putih. Kita harus mau tumbuh dari bawang putih itu," kata Prabowo dalam pidatonya di Karawang, Jawa Barat.