Dana Penelitian Nasional Diangkat 50 Persen, Fokus di Sektor Pangan dan Industri
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menyetujui peningkatan anggaran dana riset nasional hingga 50 persen. Hal ini disebutkan dalam pertemuan yang dilakukan oleh Presiden bersama sekitar 1.200 guru besar, rektor, dan dekan di Istana Kepresidenan, Kamis (15/01/2026) lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Arif mengatakan bahwa jumlah dana penelitian di Indonesia saat ini baru sekitar Rp8 triliun. Namun, Presiden Prabowo konsisten memutuskan untuk meningkatkan anggaran tersebut hingga 50 persen. Hal ini dianggap sangat menggembirakan oleh para guru besar dan pendidik yang hadir.
Menurut Arif, peningkatan anggaran ini akan membantu meningkatkan komitmen dan kemampuan dana riset nasional. Dengan demikian, riset dapat berperan lebih penting dalam mendukung berbagai program strategis nasional seperti pertumbuhan ekonomi, mengatasi kemiskinan, serta menciptakan lapangan kerja.
Sementara itu, Arif juga menjelaskan bahwa pemerintah bakal fokus pada peningkatan sektor pangan di Indonesia. Presiden Prabowo juga memiliki kebijakan untuk meningkatkan kesehatan dan keamanan masyarakat.
BRIN juga menyiapkan penguatan riset di sektor industri strategis seperti tekstil, sepatu, serta industri lainnya. Pengembangan pesawat N219 yang dilakukan oleh BRIN dan PT Dirgantara Indonesia juga dianggap penting untuk meningkatkan kemampuan industri ini.
Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah telah memutuskan untuk meningkatkan anggaran dana riset nasional. Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas dan kemampuan riset di Indonesia.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyampaikan bahwa Presiden Prabowo menyetujui peningkatan anggaran dana riset nasional hingga 50 persen. Hal ini disebutkan dalam pertemuan yang dilakukan oleh Presiden bersama sekitar 1.200 guru besar, rektor, dan dekan di Istana Kepresidenan, Kamis (15/01/2026) lalu.
Dalam pertemuan tersebut, Arif mengatakan bahwa jumlah dana penelitian di Indonesia saat ini baru sekitar Rp8 triliun. Namun, Presiden Prabowo konsisten memutuskan untuk meningkatkan anggaran tersebut hingga 50 persen. Hal ini dianggap sangat menggembirakan oleh para guru besar dan pendidik yang hadir.
Menurut Arif, peningkatan anggaran ini akan membantu meningkatkan komitmen dan kemampuan dana riset nasional. Dengan demikian, riset dapat berperan lebih penting dalam mendukung berbagai program strategis nasional seperti pertumbuhan ekonomi, mengatasi kemiskinan, serta menciptakan lapangan kerja.
Sementara itu, Arif juga menjelaskan bahwa pemerintah bakal fokus pada peningkatan sektor pangan di Indonesia. Presiden Prabowo juga memiliki kebijakan untuk meningkatkan kesehatan dan keamanan masyarakat.
BRIN juga menyiapkan penguatan riset di sektor industri strategis seperti tekstil, sepatu, serta industri lainnya. Pengembangan pesawat N219 yang dilakukan oleh BRIN dan PT Dirgantara Indonesia juga dianggap penting untuk meningkatkan kemampuan industri ini.
Dalam beberapa waktu terakhir, pemerintah telah memutuskan untuk meningkatkan anggaran dana riset nasional. Hal ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas dan kemampuan riset di Indonesia.