Banjir dan Longsor di Sumatera, Prabowo Minta Penanganan Serius
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, memerintahkan penanganan serius bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, mengatakan bahwa bencana ini telah memakan banyak korban dan masih terus diperbarui.
Bercerita dari lapangan, kerusakan infrastruktur yang cukup luas diakibatkan oleh banjir dan longsor. Jembatan dan jalan rusak, sehingga memberikan kesulitan untuk memberikan bantuan kepada korban. Namun, tim kementerian sudah turun ke lapangan untuk membantu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), saat ini berada di posko di Tarutung, Aceh Barat, untuk mengawal implementasinya. Meskipun belum menetapkan status bencana di tiga provinsi sebagai bencana nasional, pemerintah sudah menyatakan bahwa kondisi darurat sudah ada.
Berdasarkan data terbaru dari Polda Sumut, jumlah korban meninggal dunia saat ini mencapai 34 orang, dan 52 orang lainnya masih dalam pencarian. Di Aceh, 97.384 warga terdampak banjir, di antaranya 13.174 mengungsi karena rumah mereka terendam air.
Sementara itu, di Sumatera Barat, kabupaten-kabupaten seperti Agam dan Solok terkena dampak banjir bandang. Ratusan rumah warga terendam banjir akibat debit air Sungai Batang Lembang meningkat setelah hujan lebat mengguyur daerah tersebut.
Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, memerintahkan penanganan serius bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, mengatakan bahwa bencana ini telah memakan banyak korban dan masih terus diperbarui.
Bercerita dari lapangan, kerusakan infrastruktur yang cukup luas diakibatkan oleh banjir dan longsor. Jembatan dan jalan rusak, sehingga memberikan kesulitan untuk memberikan bantuan kepada korban. Namun, tim kementerian sudah turun ke lapangan untuk membantu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB), saat ini berada di posko di Tarutung, Aceh Barat, untuk mengawal implementasinya. Meskipun belum menetapkan status bencana di tiga provinsi sebagai bencana nasional, pemerintah sudah menyatakan bahwa kondisi darurat sudah ada.
Berdasarkan data terbaru dari Polda Sumut, jumlah korban meninggal dunia saat ini mencapai 34 orang, dan 52 orang lainnya masih dalam pencarian. Di Aceh, 97.384 warga terdampak banjir, di antaranya 13.174 mengungsi karena rumah mereka terendam air.
Sementara itu, di Sumatera Barat, kabupaten-kabupaten seperti Agam dan Solok terkena dampak banjir bandang. Ratusan rumah warga terendam banjir akibat debit air Sungai Batang Lembang meningkat setelah hujan lebat mengguyur daerah tersebut.