Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memamerkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menciptakan 1 juta lapangan kerja sejak diluncurkannya setahun lalu. Menurut Prabowo, jumlah tersebut berasal dari 22 ribu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia yang saat ini beroperasi.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026, Prabowo menyatakan bahwa program MBG telah menciptakan lapangan kerja dari pemasok sayuran, telur, ikan, ayam, daging, dan lain-lain. Setiap desa memiliki 10-20 orang yang bekerja dalam rantai pasok MBG.
Selanjutnya, Prabowo menjelaskan bahwa 22.000 dapur itu membutuhkan pemasok seperti tomat, wortel, sayur, telur, ikan, ayam, daging, dan sebagainya. Di tiap desa, tiap dapur menimbulkan pemasok, bisa sampai 10 orang, bisa sampai 20 orang.
Ia meyakinkan bahwa ketika program MBG telah mencapai 82 juta penerima manfaat, akan tercipta 3-5 juta lapangan kerja baru. Menurut data Badan Gizi Nasional (BGN), program MBG telah menyasar 60,05 persen penerima manfaat yang tersebar di 38 provinsi hingga 1 Februari 2026.
Jika kita menghitung jumlah tersebut, maka program MBG telah menciptakan lapangan kerja yang sama dengan jumlah penduduk Afrika Selatan.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026, Prabowo menyatakan bahwa program MBG telah menciptakan lapangan kerja dari pemasok sayuran, telur, ikan, ayam, daging, dan lain-lain. Setiap desa memiliki 10-20 orang yang bekerja dalam rantai pasok MBG.
Selanjutnya, Prabowo menjelaskan bahwa 22.000 dapur itu membutuhkan pemasok seperti tomat, wortel, sayur, telur, ikan, ayam, daging, dan sebagainya. Di tiap desa, tiap dapur menimbulkan pemasok, bisa sampai 10 orang, bisa sampai 20 orang.
Ia meyakinkan bahwa ketika program MBG telah mencapai 82 juta penerima manfaat, akan tercipta 3-5 juta lapangan kerja baru. Menurut data Badan Gizi Nasional (BGN), program MBG telah menyasar 60,05 persen penerima manfaat yang tersebar di 38 provinsi hingga 1 Februari 2026.
Jika kita menghitung jumlah tersebut, maka program MBG telah menciptakan lapangan kerja yang sama dengan jumlah penduduk Afrika Selatan.