Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid, yang kemudian mengekspresikan keinginannya untuk melindungi lahan sawah nasional. Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/1/2025), Nusron menyampaikan bahwa Indonesia telah kehilangan sekitar 554 ribu hektare lahan sawah yang beralih fungsi menjadi kawasan industri dan perumahan.
Nusron menekankan pentingnya melindungi lahan pertanian dan pangan berkelanjutan (LP2B), yang harus mencapai minimal 87 persen dari total Lahan Baku Sawah (LBS). Kementerian ATR/BPN telah mengambil langkah-langkah strategis untuk melindungi LP2B, termasuk penetapan seluruh LBS sebagai LP2B di daerah-daerah dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang belum mencantumkan LP2B minimal 87 persen.
Nusron juga mengajukan kesempatan kepada pemerintah untuk segera melaksanakan revisi RTRW dalam waktu enam bulan, sehingga lahan sawah dapat dilindungi. Presiden Prabowo Subianto kemudian memerestui langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian ATR/BPN, dan berkomitmen untuk memperkuat kebijakan tata ruang dan pengelolaan lahan guna melindungi sawah nasional sebagai aset strategis demi ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat.
Nusron menekankan pentingnya melindungi lahan pertanian dan pangan berkelanjutan (LP2B), yang harus mencapai minimal 87 persen dari total Lahan Baku Sawah (LBS). Kementerian ATR/BPN telah mengambil langkah-langkah strategis untuk melindungi LP2B, termasuk penetapan seluruh LBS sebagai LP2B di daerah-daerah dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang belum mencantumkan LP2B minimal 87 persen.
Nusron juga mengajukan kesempatan kepada pemerintah untuk segera melaksanakan revisi RTRW dalam waktu enam bulan, sehingga lahan sawah dapat dilindungi. Presiden Prabowo Subianto kemudian memerestui langkah-langkah yang diambil oleh Kementerian ATR/BPN, dan berkomitmen untuk memperkuat kebijakan tata ruang dan pengelolaan lahan guna melindungi sawah nasional sebagai aset strategis demi ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat.