Prabowo Kembali ke Indonesia, Langsung ke Medan Pimpin Penanganan Bencana
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, kembali tiba di Indonesia setelah melakukan lawatan luar negeri di Pakistan dan Rusia. Dalam perjalanan baliknya, dia langsung menuju ke Kota Medan, Sumatera Utara, untuk memimpin penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang telah menyengatkan wilayah tersebut.
Prabowo bersama jajaran menteri langsung menemui Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kemudian, dia juga memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di tiga provinsi Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di tiga provinsi tersebut telah mencapai 990 jiwa, dengan 407 korban meninggal dunia ditemukan di Provinsi Aceh. Sedangkan, jumlah pengungsi di wilayah terdampak bencana telah mencapai 884.889 jiwa.
Total bantuan yang telah masuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 28 November sampai 11 Desember 2025 sebanyak 498 ton, dengan 351,4 ton telah terdistribusi ke berbagai daerah melalui jalur darat, laut, dan udara.
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, kembali tiba di Indonesia setelah melakukan lawatan luar negeri di Pakistan dan Rusia. Dalam perjalanan baliknya, dia langsung menuju ke Kota Medan, Sumatera Utara, untuk memimpin penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang telah menyengatkan wilayah tersebut.
Prabowo bersama jajaran menteri langsung menemui Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution di Bandara Internasional Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kemudian, dia juga memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di tiga provinsi Sumatera, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor di tiga provinsi tersebut telah mencapai 990 jiwa, dengan 407 korban meninggal dunia ditemukan di Provinsi Aceh. Sedangkan, jumlah pengungsi di wilayah terdampak bencana telah mencapai 884.889 jiwa.
Total bantuan yang telah masuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak 28 November sampai 11 Desember 2025 sebanyak 498 ton, dengan 351,4 ton telah terdistribusi ke berbagai daerah melalui jalur darat, laut, dan udara.