Presiden Prabowo Subianto mengharapkan seluruh petugas penyelenggara ibadah haji berasal dari unsur TNI dan Polri. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid menyampaikan hal ini dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Meski demikian, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak juga menyebut bahwa Prabowo ingin petugas haji memiliki kedisiplinan tinggi dan bekerja dalam sistem komando yang rapi.
Keterlibatan TNI dan Polri penting karena tugas petugas haji membutuhkan kekuatan fisik. Menurut Abdul, pada penyelenggaraan haji 2026 jumlah petugas dari unsur TNI dan Polri ditingkatkan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan tinggi dan performa petugas haji.
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan simbol harapan Presiden Prabowo Subianto agar petugas haji memiliki kedisiplinan tinggi dan bekerja dalam sistem komando yang rapi. Ia menuturkan bahwa TNI dan Polri selama ini menunjukkan performa yang baik dalam penyelenggaraan ibadah haji, baik dalam hal disiplin, daya tahan fisik, dan kesiapan bekerja di lapangan dengan tekanan tinggi.
Keterlibatan TNI dan Polri penting karena tugas petugas haji membutuhkan kekuatan fisik. Menurut Abdul, pada penyelenggaraan haji 2026 jumlah petugas dari unsur TNI dan Polri ditingkatkan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Ini dilakukan untuk meningkatkan kedisiplinan tinggi dan performa petugas haji.
Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan simbol harapan Presiden Prabowo Subianto agar petugas haji memiliki kedisiplinan tinggi dan bekerja dalam sistem komando yang rapi. Ia menuturkan bahwa TNI dan Polri selama ini menunjukkan performa yang baik dalam penyelenggaraan ibadah haji, baik dalam hal disiplin, daya tahan fisik, dan kesiapan bekerja di lapangan dengan tekanan tinggi.