Presiden Prabowo Subianto meminta semua petugas penyelenggara ibadah haji berasal dari unsur TNI dan Polri. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid menyebutkan hal itu saat memberikan arahan dalam pembukaan Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Meski demikian, Abdul menyampaikan bahwa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak telah menyampaikan sejumlah pertimbangan kepada Prabowo. Pertimbangan tersebut termasuk agar unsur lain juga dapat terlibat dalam pelaksanaan haji.
Walaupun demikian, Abdul juga menyebutkan bahwa Prabowo masih bisa menyampaikan pada Wamenhaj kalau ormas-ormas yang ingin daftar kader-kadernya ingin menjadi petugas haji. Alhamdulillah, banyak ormas-ormas yang masuk di dalam petugas haji.
Keterlibatan TNI dan Polri penting karena tugas petugas haji membutuhkan kekuatan fisik, terlebih saat periode haji memasuki musim panas. Di Arab Saudi, meskipun nanti di bulan Juni sudah mulai memasuki bulan panas, suhu panas dan itu dibutuhkan seorang yang benar-benar patriotis yaitu TNI dan Polri.
Pada penyelenggaraan haji 2026 jumlah petugas dari unsur TNI dan Polri ditingkatkan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Terutama saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Simbol harapan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh petugas haji memiliki kedisiplinan tinggi dan bekerja dalam sistem komando yang rapi. Simbol bahwa Presiden menginginkan para petugas haji semuanya punya kedisiplinan tinggi, bisa bekerja direntang komando yang rapi agar fokus pada pelayanan kepada jamaah bukan yang lain.
Keterlibatan unsur TNI dan Polri menunjukkan performa yang baik dalam penyelenggaraan ibadah haji. Terlebih dalam hal disiplin, daya tahan fisik, dan kesiapan bekerja di lapangan dengan tekanan tinggi.
Meski demikian, Abdul menyampaikan bahwa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak telah menyampaikan sejumlah pertimbangan kepada Prabowo. Pertimbangan tersebut termasuk agar unsur lain juga dapat terlibat dalam pelaksanaan haji.
Walaupun demikian, Abdul juga menyebutkan bahwa Prabowo masih bisa menyampaikan pada Wamenhaj kalau ormas-ormas yang ingin daftar kader-kadernya ingin menjadi petugas haji. Alhamdulillah, banyak ormas-ormas yang masuk di dalam petugas haji.
Keterlibatan TNI dan Polri penting karena tugas petugas haji membutuhkan kekuatan fisik, terlebih saat periode haji memasuki musim panas. Di Arab Saudi, meskipun nanti di bulan Juni sudah mulai memasuki bulan panas, suhu panas dan itu dibutuhkan seorang yang benar-benar patriotis yaitu TNI dan Polri.
Pada penyelenggaraan haji 2026 jumlah petugas dari unsur TNI dan Polri ditingkatkan hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Terutama saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Simbol harapan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh petugas haji memiliki kedisiplinan tinggi dan bekerja dalam sistem komando yang rapi. Simbol bahwa Presiden menginginkan para petugas haji semuanya punya kedisiplinan tinggi, bisa bekerja direntang komando yang rapi agar fokus pada pelayanan kepada jamaah bukan yang lain.
Keterlibatan unsur TNI dan Polri menunjukkan performa yang baik dalam penyelenggaraan ibadah haji. Terlebih dalam hal disiplin, daya tahan fisik, dan kesiapan bekerja di lapangan dengan tekanan tinggi.