Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan bahwa ia akan terus berinteraksi dengan tokoh-tokoh bangsa lainnya setelah pertemuan dengan Siti Zuhro, Abraham Samad dan mantan Kabareskrim Polri Susno Duaji. Meskipun beberapa sumber menyatakan bahwa mereka adalah oposisi, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi telah menyangkal klaim tersebut.
"Enggak, bukan tokoh oposisi. Tapi beliau bertemu dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki kepedulian di bidangnya masing-masing," kata Prasetyo kepada wartawan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Prabowo bertemu dengan Siti Zuhro, Abraham Samad dan Susno Duaji dalam pertemuan tertutup di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut membahas tentang program-program pemerintah yang telah berjalan selama satu tahun terakhir.
Prasetyo menjelaskan bahwa pertemuan itu merupakan cara Prabowo untuk membuka jalur komunikasi dengan seluruh pihak, berdiskusi dan menerima masukan. Ia juga menyatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan dengan tokoh-tokoh bangsa lainnya dilakukan untuk membahas isu-isu terkait kondisi bangsa, seperti dugaan kebocoran anggaran hingga Rp5.777 triliun di sektor perbankan yang merugikan negara.
"Enggak, bukan tokoh oposisi. Tapi beliau bertemu dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki kepedulian di bidangnya masing-masing," kata Prasetyo kepada wartawan saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Prabowo bertemu dengan Siti Zuhro, Abraham Samad dan Susno Duaji dalam pertemuan tertutup di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut membahas tentang program-program pemerintah yang telah berjalan selama satu tahun terakhir.
Prasetyo menjelaskan bahwa pertemuan itu merupakan cara Prabowo untuk membuka jalur komunikasi dengan seluruh pihak, berdiskusi dan menerima masukan. Ia juga menyatakan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk memberikan penjelasan tentang program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto.
Pertemuan dengan tokoh-tokoh bangsa lainnya dilakukan untuk membahas isu-isu terkait kondisi bangsa, seperti dugaan kebocoran anggaran hingga Rp5.777 triliun di sektor perbankan yang merugikan negara.