Presiden Prabowo Subianto akan melakukan peletakan batu pertama enam proyek hilirisasi strategis nasional di Januari 2026. Proyek-proyek tersebut menjadi tahap awal dari program hilirisasi yang akan terus berlanjut hingga Maret 2026 nanti.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, rangkaian groundbreaking itu ditargetkan mencakup sekitar 18 proyek. "Rencananya akan ada di bulan Januari, ada enam groundbreaking dari program hilirisasi," kata Prasetyo di sela Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Salah satu proyek yang akan mulai dibangun adalah gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter (DME). Proyek ini sebelumnya sempat tertunda setelah beberapa kali gagal direalisasikan akibat persoalan keekonomian dan hengkangnya investor asing. Kemudian ada juga beberapa proyek penanganan dengan energi, pembangunan beberapa titik DME.
Selain DME, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) atau waste to energy juga menjadi prioritas. Proyek ini akan dibangun di 34 titik kabupaten dan kota dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari. "Sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah," kata Prasetyo.
Pemerintah berharap proyek PLTsa dapat menjadi solusi penanganan sampah di daerah sekaligus mendukung penyediaan energi alternatif. Prasetyo juga menyebut proyek hilirisasi lainnya akan menyasar sektor pertanian dan perikanan, termasuk pembangunan kampung nelayan serta pembuatan kapal tangkap ikan.
" itu adalah salah satu program bidang padat karya, tetapi juga memiliki nilai investasi yang cukup besar karena kita adalah negara yang dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kita dapat memproduksi komoditas-komoditas yang memiliki nilai jual tinggi seperti kopi, coklat, dan sebagainya," kata Prasetyo.
Menurut Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, rangkaian groundbreaking itu ditargetkan mencakup sekitar 18 proyek. "Rencananya akan ada di bulan Januari, ada enam groundbreaking dari program hilirisasi," kata Prasetyo di sela Retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Salah satu proyek yang akan mulai dibangun adalah gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter (DME). Proyek ini sebelumnya sempat tertunda setelah beberapa kali gagal direalisasikan akibat persoalan keekonomian dan hengkangnya investor asing. Kemudian ada juga beberapa proyek penanganan dengan energi, pembangunan beberapa titik DME.
Selain DME, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTsa) atau waste to energy juga menjadi prioritas. Proyek ini akan dibangun di 34 titik kabupaten dan kota dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari. "Sesegera mungkin untuk diolah sehingga sampah-sampah tersebut tidak menggunung dan menimbulkan banyak masalah," kata Prasetyo.
Pemerintah berharap proyek PLTsa dapat menjadi solusi penanganan sampah di daerah sekaligus mendukung penyediaan energi alternatif. Prasetyo juga menyebut proyek hilirisasi lainnya akan menyasar sektor pertanian dan perikanan, termasuk pembangunan kampung nelayan serta pembuatan kapal tangkap ikan.
" itu adalah salah satu program bidang padat karya, tetapi juga memiliki nilai investasi yang cukup besar karena kita adalah negara yang dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Esa. Kita dapat memproduksi komoditas-komoditas yang memiliki nilai jual tinggi seperti kopi, coklat, dan sebagainya," kata Prasetyo.