Pemerintah Arab Saudi menekankan pentingnya pengetahuan Bahasa Arab bagi Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Indonesia dalam menghadapi perubahan kebijakan penyelenggaraan haji 2026. Dalam upaya memperkuat layanan yang diberikan kepada jemaah, Pemerintah Arab Saudi telah menyediakan pelatihan dasar Bahasa Arab bagi lebih dari 1.500 Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Indonesia.
Dalam diklat yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada bulan Januari 2026, peserta mendapatkan pengetahuan dasar Bahasa Arab sebagai upaya memudahkan komunikasi dengan pihak ketiga. Tujuan utama dari pengetahuan Bahasa Arab adalah meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan jemaah dalam bahasa Arab.
Dalam diklat ini, peserta juga dibekali materi lainnya seperti kedisiplinan dan baris-berbaris, serta alur operasional di Arab Saudi. Selain itu, seluruh peserta akan mendapatkan pelatihan Bahasa Arab untuk memudahkan komunikasi di Arab Saudi.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan bahwa pengetahuan Bahasa Arab menjadi hal penting dalam diklat kali ini. "Salah satu fokus utama adalah penguatan kemampuan Bahasa Arab," kata Gus Irfan.
Selain itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Puji Raharjo juga menyatakan bahwa pengetahuan Bahasa Arab akan diperpanjang hingga dua bulan secara online pasca diklat. "Fokus kita ada yang belum tahu dan masih tahu sedikit itu yang akan kita tingkatkan sehingga mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab dasar di Saudi yang selama ini menjadi keluhan," kata Puji.
Dalam diklat yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur pada bulan Januari 2026, peserta mendapatkan pengetahuan dasar Bahasa Arab sebagai upaya memudahkan komunikasi dengan pihak ketiga. Tujuan utama dari pengetahuan Bahasa Arab adalah meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan jemaah dalam bahasa Arab.
Dalam diklat ini, peserta juga dibekali materi lainnya seperti kedisiplinan dan baris-berbaris, serta alur operasional di Arab Saudi. Selain itu, seluruh peserta akan mendapatkan pelatihan Bahasa Arab untuk memudahkan komunikasi di Arab Saudi.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan bahwa pengetahuan Bahasa Arab menjadi hal penting dalam diklat kali ini. "Salah satu fokus utama adalah penguatan kemampuan Bahasa Arab," kata Gus Irfan.
Selain itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Puji Raharjo juga menyatakan bahwa pengetahuan Bahasa Arab akan diperpanjang hingga dua bulan secara online pasca diklat. "Fokus kita ada yang belum tahu dan masih tahu sedikit itu yang akan kita tingkatkan sehingga mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab dasar di Saudi yang selama ini menjadi keluhan," kata Puji.