Pemerintah Arab Saudi menyiapkan pengetahuan bahasa Arab untuk meningkatkan pelayanan kepada warga Indonesia yang akan melakukan umrah. Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan bahwa pelatihan ini bertujuan mempermudah komunikasi dengan pihak ketiga demi meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah umrah.
Pembekalan bahasa Arab menjadi fokus utama dalam diklat PPIH 2026. Menteri Irfan mengatakan bahwa pengetahuan bahasa Arab sangat penting dalam meningkatkan kemampuan peserta dalam berinteraksi dengan pihak ketiga, seperti pejabat setempat dan komunitas umrah.
Selain itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Puji Raharjo juga menyatakan bahwa seluruh peserta akan mendapatkan pelatihan bahasa Arab untuk memudahkan komunikasi di Arab Saudi. Kebijakan penyelenggaraan haji 2026 yang mengalami sejumlah perubahan juga menjadi topik pembicaraan dalam diklat.
Pelatihan ini akan berlangsung selama dua minggu, mulai dari tanggal 10 sampai 30 Januari 2026. Di tengah perubahan kebijakan penyelenggaraan haji 2026, pemerintah berusaha meningkatkan kualitas layanan kepada warga Indonesia yang akan melakukan umrah.
Pembekalan bahasa Arab menjadi fokus utama dalam diklat PPIH 2026. Menteri Irfan mengatakan bahwa pengetahuan bahasa Arab sangat penting dalam meningkatkan kemampuan peserta dalam berinteraksi dengan pihak ketiga, seperti pejabat setempat dan komunitas umrah.
Selain itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Puji Raharjo juga menyatakan bahwa seluruh peserta akan mendapatkan pelatihan bahasa Arab untuk memudahkan komunikasi di Arab Saudi. Kebijakan penyelenggaraan haji 2026 yang mengalami sejumlah perubahan juga menjadi topik pembicaraan dalam diklat.
Pelatihan ini akan berlangsung selama dua minggu, mulai dari tanggal 10 sampai 30 Januari 2026. Di tengah perubahan kebijakan penyelenggaraan haji 2026, pemerintah berusaha meningkatkan kualitas layanan kepada warga Indonesia yang akan melakukan umrah.