Tol Tebing Tinggi-Medan Terputus di KM 41, Pemudahan Akses Tol dari Lubuk Pakam menuju Medan Dilarang
Pada Jumat (28/11/2025), ruas Tol Tebing Tinggi-Medan KM 41.600 terkena banjir dan tanah longsor sehingga menjadi tidak dapat ditempuh. Selain itu, arus lalu lintas dari arah Tebing Tinggi menuju Medan Kota lumpuh total.
Menurut informasi resmi Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda) Sumut di akun Instagram resminya, ruas Tol KM 41 dari Lubuk Pakam, Paluh Kemiri dan KNIA menuju Medan telah menjadi tidak dapat ditempuh. "Kami informasikan kepada masyarakat, khususnya pengguna kendaraan roda 4. Bahwa Ruas Tol KM 41 Dari Lubuk Pakam, Paluh Kemiri dan KNIA menuju Medan telah Putus Total," tulis Polda Sumut dalam postingan Instagram.
Jalur Amplas menuju Tebing Tinggi aman dan lancar, namun belum disampaikan penyebab jalan tersebut bisa terputus. Oleh karena itu, pihak berwenang mengimbau agar tidak menggunakan akses Tol dari arah Lubuk Pakam menuju Medan.
Banjir di Sumatera Utara masih memakan korban jiwa hingga 62 orang. Selain itu, puluhan orang lain mengalami luka-luka dan masih dalam pencarian. Bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang dipicu Bibit Siklon Tropis 95B pada Sabtu (21/11/2025), kemudian berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar pada Rabu (26/11/2025).
Pada Jumat (28/11/2025), ruas Tol Tebing Tinggi-Medan KM 41.600 terkena banjir dan tanah longsor sehingga menjadi tidak dapat ditempuh. Selain itu, arus lalu lintas dari arah Tebing Tinggi menuju Medan Kota lumpuh total.
Menurut informasi resmi Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda) Sumut di akun Instagram resminya, ruas Tol KM 41 dari Lubuk Pakam, Paluh Kemiri dan KNIA menuju Medan telah menjadi tidak dapat ditempuh. "Kami informasikan kepada masyarakat, khususnya pengguna kendaraan roda 4. Bahwa Ruas Tol KM 41 Dari Lubuk Pakam, Paluh Kemiri dan KNIA menuju Medan telah Putus Total," tulis Polda Sumut dalam postingan Instagram.
Jalur Amplas menuju Tebing Tinggi aman dan lancar, namun belum disampaikan penyebab jalan tersebut bisa terputus. Oleh karena itu, pihak berwenang mengimbau agar tidak menggunakan akses Tol dari arah Lubuk Pakam menuju Medan.
Banjir di Sumatera Utara masih memakan korban jiwa hingga 62 orang. Selain itu, puluhan orang lain mengalami luka-luka dan masih dalam pencarian. Bencana hidrometeorologi banjir dan tanah longsor ini terjadi akibat cuaca ekstrem yang dipicu Bibit Siklon Tropis 95B pada Sabtu (21/11/2025), kemudian berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar pada Rabu (26/11/2025).