Kasus anak berinisial YRB di NTT yang akhirnya hidup, penyebabnya tidak sekadar permintaan alat tulis ibunya. Mereka adalah korban dinasihati orang tua agar tidak sakit kepala dan kembali ke sekolah. Kasus ini terungkap oleh Polres Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui Kapolres AKBP Andrey Valentino.
Menurut Valentino, anak berinisial YRB meninggal karena sering dinasihati ibunya mengenai pemberian nasihat. Ibu korban memberikan nasihat itu agar dia tidak sakit kepala dan akhirnya kembali izin sekolah. Namun, mungkin anak tersebut merasa tersinggung oleh nasihat itu.
Penyelidikan juga tidak menemukan adanya indikasi perundungan di sekolahan hingga mengakibatkan anak tersebut jarang masuk. Valentino mengatakan bahwa penyelidikan ini memang terjadi murni dari niatan korban untuk mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu.
Kapolres Valentino juga menyampaikan bahwa kondisi keluarga korban memang cukup memprihatinkan dari segi ekonomi. Selain itu, kondisi latar belakang keluarganya sangat pelik hingga korban dititipkan kepada neneknya.
Menurut Valentino, anak berinisial YRB meninggal karena sering dinasihati ibunya mengenai pemberian nasihat. Ibu korban memberikan nasihat itu agar dia tidak sakit kepala dan akhirnya kembali izin sekolah. Namun, mungkin anak tersebut merasa tersinggung oleh nasihat itu.
Penyelidikan juga tidak menemukan adanya indikasi perundungan di sekolahan hingga mengakibatkan anak tersebut jarang masuk. Valentino mengatakan bahwa penyelidikan ini memang terjadi murni dari niatan korban untuk mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu.
Kapolres Valentino juga menyampaikan bahwa kondisi keluarga korban memang cukup memprihatinkan dari segi ekonomi. Selain itu, kondisi latar belakang keluarganya sangat pelik hingga korban dititipkan kepada neneknya.