Polisi Ungkap Alvaro Sempat Dicekik Ayah Tirinya

Polisi Metro Jakarta Selatan mengungkap proses pembunuhan anak tirinya, Alvaro Kiano Nugroho, oleh ayah tirinya sendiri, Alex Iskandar. Terkait hal itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, menjelaskan bahwa saat terjadi kejadian tersebut, Alex bertanya kepada marbot masjid yang sudah tua dan rabun tentang lokasi Alvaro di lantai dua masjid.

"Setelah itu, karena sudah kenal dengan AKN sebagai ayah tirinya, AI menjanjikan untuk bersama-sama keluar untuk membeli mainan dan makanan. Karena AKN rewel dan mulai menangis, akhirnya dari situ terjadi kekerasan pada korban sampai selesai," kata Nicolas.

Menurut dia, Alex kemudian disekap dengan handuk yang tergantung di rumahnya dan dicetak menjadi kantong plastik sampah hitam tersebut. Setelah itu, korban diletakkan dalam kantong plastik tersebut dan akhirnya dibuang ke bawah jembatan daerah Tenjo, Kabupaten Bogor.

Pengakuan Alex pun terungkap bahwa dia mencoba menghilangkan barang bukti terkait kasus ini sampai putus asa.
 
Kalau nyanyian di Jakarta, aku rasa ada sesuatu yang salah banget dengan cara Alex menangani kasus Alvaro... Aku pikir ayah tirinya itu seharusnya ngajak ke polisi dan tolong orang tua Alvaro untuk dicari tahu tentang lokasi Alvaro. Jangan ngira-iringi marbot masjid dan janjikan mainan dan makanan, tapi itu semua cuma pujian untuk dia... Aku rasa ada yang salah dengan cara Alex menangani kasus ini, jadi aku harap bisa mendengar jawaban dari Alex sendiri tentang apa yang terjadi...
 
Pandei kalau polisiMetro Jakarta Selatan berhasil menangkap ayah tirinya yang bunuh anak tirinya sendiri. Saya penasaran kenapa dia harus melakukannya, mungkin dia tidak bisa mengontrol dirinya dulu. Saya harap ayah tirinya bisa mendapatkan hukuman yang tepat dan keluarganya bisa menyembunyikan rasa sakit ini. Yang penting anaknya sudah aman.

Saya juga penasaran kenapa korban masih berada di lantai dua masjid dulu, mungkin ada yang tahu apa yang terjadi sebelum itu. Saya harap polisi bisa menemukan informasi yang jelas tentang kejadian ini sehingga korban tidak akan pernah dilupakan.
 
Aku rasa penanganan polisi di sini agak konyol nih 🙄. Kenapa harus buat korban sendirian naik ke masjid? Dan kenapa ada marbot masjid yang sudah tua yang bisa jawab apa pun yang dia cari? Aku pikir ini semua sangat tidak masuk akal, seperti cerita balita aja 😂. Dan bagaimana kalau bukan karena korban sendiri yang terjadi kekerasan? Kenapa harus jadi seperti itu? 🤔
 
Gue pikir ya gini, kalau ada yang bunuh anak tirinya sendiri, itu kayaknya sangat gila! Kenapa dia harus menyamarin dan memanjakannya sampai korban jatuh ke dalam kantong plastik? Ini seperti cerita horror film aja, tapi benar-benar terjadi di dunia nyata. Gue tidak bisa membayangkan bagaimana Alvaro merasa saat itu, kayaknya sangat menakutkan banget. Dan gue juga pikir apa yang harus dilakukan dengan Alex, seharusnya dia dihukum sampai mati atau setidaknya mendapatkan hukuman yang sangat berat. Ini bukan cerita tentang kekeluargaan atau hubungan keluarga, tapi tentang kejahatan yang sangat besar. Gue harap ada yang bisa membantui korban dan keluarganya, tapi gue pikir itu sudah terlambat...
 
Maksudnya kalau orang tua kita udah tidak bisa dipercaya lagi kan? Saya lihat cerita di luar sana kalau banyak yang nggak percaya juga, tapi kayaknya harus belajar dari kesalahan tersebut. Kalau anak kita diperdaya seperti itu, itu berarti kita gagal sebagai orang tua. Saya rasa kita perlu lebih teliti dan waspada saat merawat anak-anak kita, terutama kalau ada yang terluka atau butuh bantuan.
 
Apa sih yang terjadi di Jakarta? Polisi kayaknya sudah menemukan jalan terburu-buru bagaimana ayah tirinya itu bunuh anak tirinya sendiri. Saya rasa kalau aku duduk di meja makan dengan lelaki itu, aku penasaran apa lagi yang bisa disebutkan tentang kasus ini. Mungkin dia masih sedang bingung dan tidak mau mengakui hal-hal yang terjadi. Tapi polisi sudah menemukan bukti-bukti yang cukup untuk membuktikan kalau ayah tirinya itu tidak hanya mencoba memfitnah korban, tapi sebenarnya ingin membuatnya mati. Saya rasa ini kasus yang sangat tragis dan saya berharap bisa mendapat informasi lebih lanjut tentang hal ini. Apakah ada yang tahu bagaimana lelaki ini bisa begitu berubah?
 
Kasus ini sangat berat banget! Ayah tirinya bisa begitu jahat padanya. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana Alvaro rasanya ketika itu. Polisi harus segera menangkap Alex dan memastikan ia mendapatkan hukuman yang tepat. Saya juga harap keluarga Alvaro bisa mendapatkan bantuan dan dukungan dari masyarakat. Ini juga harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu waspada dan peduli terhadap kejahatan seperti ini 🤕
 
Aku rasa kalau ini sih sangat mengerikan banget 🤯. Bagaimana bisa orang tuanya bisa membunuh anak tirinya sendiri? Seperti di film "Child 44" aja, tapi ini nyata dan bukan fiksi 📚. Aku rasa Alex Iskandar itu anak yang malah-mala banget, tapi ayah tirinya juga tidak bisa menangani kasus ini dengan baik. Kapolres Nicolas Ary Lilipaly malah bilang bahwa korban itu rewel dan mulai menangis, seperti kalau itu bagian dari rencana ya 😔. Aku rasa mereka semua sangat berantakan banget, tapi aku harap mereka bisa langsung dihadapkan ke hukum karena ini kasus yang sangat mengerikan 🚔.
 
Wahh, siapa nih yang bisa makan hati anak kecil? Ayah tirinya Alex Iskandar itu kayaknya sangat berbahaya. Sama-sama keluar belanja dengan anak tirinya lalu menangis dia sementara, kayaknya kalau aku terusin aja. Dan kantong plastik sampah hitam itu sih kayak banget untuk dibawa korban ke tempat pembuangan. Makasih kapolres yang ngungkap kasus ini, semoga Alex bisa dipulihkan dari trauma yang dialami
 
Aku ga bisa percaya apa yang terjadi di Jakarta Selatan. Ayah tirinya yang kalah bareng anaknya? Menculik, menangis, dan kekerasan? Siapa sangka ayah tirinya itu si anak itu? Apalagi dia dibuang ke bawah jembatan seperti hewan? Itu sudah tidak masuk akal lagi! Kenapa korban dipekerjakan untuk mencari dirinya sendiri seperti seekor sapi yang kehilangan panahnya? Dan apa yang terjadi dengan marbot masjid itu? Siapa ngerasa kasih sayang sama anak itu? Aku rasa aku tidak bisa fokus lagi di Jakarta Selatan.
 
Maksudnya siapa lagi yang bilang ngomong nggak ada giliran? Makasih Kapolres nu kabarin proses pembunuhan Anak tirinya, tapi apa dia nyambung aja? Sementara itu, pengakuan Alex terasa konyol banget, ngomong-omong kalau ayah tirinya bilang dia mau keluar belanja mainan dan makanan. Tapi kalau benar dia bilang seperti itu, kenapa dia punya keberanian menangkap anak sendiri dengan handuk? Sih kalau kasus ini terjadi di rumahnya aja, siapa yang punya kehati-hatian untuk nongol nggak ada bukti?
 
Kasus ini benar-benar membuat aku pernah teringat kisah ayahku yang pernah melakukan kesalahan besar dalam hidupnya... Ia selama 10 tahun tidak bisa membiarkan benda itu, yaitu sebuah mainan yang hilang, sampai akhirnya dia menyadari bahwa mainannya itu tidak penting seperti apa-apa. Dan aku pikir kalau ayah tirinya Alex yang sama-sama melakukan kesalahan besar dengan menghilangkan Alvaro... tapi sebenarnya, kasus ini membuatku sadar bahwa kita semua bisa salah dan membuat kesalahan, tapi apa yang penting adalah kita bisa belajar dari kesalahannya dan janganulanginya. Dan aku pikir, itu adalah satu pelajaran hidup yang sangat berharga!
 
Gue rasa pengakuannya agak susah dipercaya... siapa tahu ada yang ada di balik cerita itu kan? tapi kalau benar-benar terjadi seperti yang dikatakan, gue sengaja tidak bisa tolerir, kalau ayah tiri aku bisa menghukum sampai mati juga... gak usah bicara, gue aja bingung apa yang harus dilakukan, kalau ada yang tahu caranya gue kirim ke sini aja
 
Gue pikir kayak gini, kapolres yang bilang Alex bertanya kepada marbot masjid tentang lokasi Alvaro, itu penipuannya! Gue rasa kalau dia mau langsung menemukan korban itu sendiri, bukan bertanya ke orang lain. Dan kemudian dia janji sama Alvaro untuk keluar jualan, itu juga kalimat penipuan banget! Kenapa dia harus memanipulasi anak tirinya seperti itu? Gue rasa ini kasus serius banget, tapi gue masih tidak paham kenapa korban bisa terjebak dalam situasi yang begitu berbahaya.
 
ini kisah yang sangat berat banget, rasanya seperti di balik pintu masuk negara kita ada orang-orang yang melakukan hal-hal yang tidak bisa diprediksi. aku rasa kita harus lebih sadar lagi tentang kasus-kasus like ini, tapi gak usah memarahi si Alex, tapi kita harus meminta bantuan agar ayah tirinya dihukum dan kasus ini jadi contoh bagi orang-orang yang melakukan hal seperti ini di masa depan.
 
Makasih kapolresnya nggak terlalu serius aja kayaknya... kayaknya sama aja kalau di masa lalu korban juga bisa dibuang ke sungai atau sesuatu... tapi apa yang penting, kasus ini sudah terungkap dan Alex pasti akan menangani hukuman yang seharusnya... tapi aku masih ingat saat-saat anak-anakku bermain di masjid tua di Jakarta yang masih ada marbot... kalau aja aku bisa melihat kejadian seperti itu lagi, aku cerdas banget...
 
aku sippet, siapa di sini bisa duduk santai sambil korban masih hidup? apa yang harus kita lakukan kalau kita ketahui ada orang tua seperti itu di sekitar kami? aku pikir polisi harus lebih cepat dan keras dalam menangkap kasus ini, tapi juga harus memberikan bantuan yang tepat kepada korban yang masih tersisa. aku rasa ini bukan sekedar masalah tentang kekerasan fisik, tapi juga tentang bagaimana kita bisa mencegah hal seperti ini terjadi lagi di masa depan 🤕
 
Wahhhhhh... Makasih kapolresnya yang akuh penasaran banget kayak gini... Bagaimana bisa ayah tirinya bisa melakukannya? 🤔😱 Alex harus dibantuin oleh orang lain sih... Kenapa dia sendiri tidak bisa melindungi anak tirinya itu? 🤷‍♀️ Aku rasa ada yang salah di dalamnya, tapi akuh tidak tahu apa itu... Tapi akuh doang harap ada penyelesaian yang tepat untuk kasus ini dan Alvaro bisa kembali dengan keamanan! 💕👫
 
kembali
Top