Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto, menyatakan bahwa sampai saat ini tidak ada pekerja PT Aneka Tambang Tbk (Antam) yang terjebak di dalam area pertambangan di Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan kondisi penuh asap. "Kalau dari pekerja PT Antam nihil. Lain-lain belum terkonfirmasi," kata Wikha saat dikonfirmasi reporter Tirto.
Menurutnya, petugas gabungan belum bisa memasuki area pertambangan karena kadar gas karbon monoksida (CO) masih di atas ambang batas aman sehingga kepolisian pun belum dapat melakukan pemeriksaan. "43 personel Polri aja, masih ada personel TNI dan pihak pengamanan Antam," tutur Wikha.
Sementara itu, PT Antam telah mengklarifikasi bahwa informasi mengenai adanya ledakan di area pertambangan di Pongkor adalah hoaks alias tidak benar. Mereka juga menyatakan bahwa video yang beredar di media sosial merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan.
"Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali," kata Wisnu Danandi, Corporate Secretary Antam, melalui keterangan tertulis yang diterima Tirto.
Menurutnya, petugas gabungan belum bisa memasuki area pertambangan karena kadar gas karbon monoksida (CO) masih di atas ambang batas aman sehingga kepolisian pun belum dapat melakukan pemeriksaan. "43 personel Polri aja, masih ada personel TNI dan pihak pengamanan Antam," tutur Wikha.
Sementara itu, PT Antam telah mengklarifikasi bahwa informasi mengenai adanya ledakan di area pertambangan di Pongkor adalah hoaks alias tidak benar. Mereka juga menyatakan bahwa video yang beredar di media sosial merupakan dokumentasi penanganan kondisi teknis di area tambang bawah tanah yang telah diantisipasi dan ditangani sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional perusahaan.
"Kondisi tersebut tidak berdampak pada keselamatan karyawan Antam dan seluruh aktivitas operasional perusahaan berada dalam kondisi terkendali," kata Wisnu Danandi, Corporate Secretary Antam, melalui keterangan tertulis yang diterima Tirto.