Polisi Pastikan Penyelidikan Kematian Arya Daru Masih Berlanjut

Polda Metro Jaya tetap fokus menginvestigasi kematian Arya Daru Pangayunan, seorang diplomat Kemlu yang meninggal di Jakarta beberapa minggu lalu. Pasalnya, baru-baru ini ditemukan sidik jari dari korban tersebut pada bantal dan seprai di tempat tinggal beliau.

Ternyata, analisis sidik jari tersebut tidaklah semudah dibayangkan. Menurut Budi Hermanto, Kombes Pol, ada tantangan teknis tersendiri dalam mengambil sidik jari pada permukaan yang berpori seperti bantal dan seprai itu.

"Teknik pengambilan sidik jari pada permukaan berpori ini memang memiliki tantangan tersendiri. Namun, kami harus melihat keilmuan teknisnya," kata Budi saat ditemui antara.com.

Polisi tersebut tetap menegaskan bahwa setiap temuan baru yang ditemukan akan diteruskan untuk diselidiki lebih lanjut. Tidak ada penundaan atau penghentian proses penyelidikan karena setiap informasi yang baru yang ditemukan tetap akan didalami.

Selain itu, kuasa hukum keluarga Arya Daru juga meminta Polda Metro Jaya untuk melakukan gelar perkara dalam kasus tersebut. Mereka menyatakan bahwa sampai saat ini belum pernah ada gelar perkara sejak penyelidikan dimulai.

"Kami minta dilakukan gelar perkara dalam kasus ini," kata Nicholay Aprilindo, kuasa hukum keluarga Arya Daru. "Kemudian, dalam gelar perkara itu, kami juga minta ditingkatkan ke penyidikan agar ada upaya hukum dan paksa terhadap siapa-siapa orang yang diduga terlibat dalam kematian misterius ini."
 
Sekarang aja, kasus Arya Daru itu, kalau sih kan kayaknya ada tanda tangan dari orang tertentu, tapi apa dia nanti bisa dibuktikan ya? Kenapa Polda Metro Jaya harus selinggasat lagi, gak ngerti apa yang dilakukan. Mereka harus jujur, apa yang mereka temukan nanti benar atau salah? Kalau salah, siapa yang harus jawab? Kalau benar, siapa yang harus dipanggil ke pengadilan? Ini kan kasus nyata yang berdampak pada keluarga Arya Daru, tapi Polda Metro Jaya terlalu lambat. Sama-sama kita harap kecepatan penyelidikan ini segera diturunkan agar tidak ada orang lagi yang kehilangan nyawa di Jakarta ๐Ÿ•ต๏ธโ€โ™‚๏ธ
 
Mau nggak percaya kalau polisi masih belum bisa nangka sidik jari di bantal beliau, gue kayaknya sudah capek. Tapi sepertinya ada masalah teknis aja, sih. Kalau udah ditemukan, kemudian harus diteruskan sumber dan bukti yang ada. Tapi gak bisa langsung nangka siapa, siapa. Gue harapnya polisi bisa selesaiin kasus ini dulu, sebelum aku capek banget ๐Ÿ˜ด
 
Mengenai kasus Arya Daru, aku pikir polda Metro Jaya harusnya lebih cepat menemukan bukti-bukti yang cukup untuk mengakhiri kasus ini. Tapi, aku juga tidak bermaksud untuk membantah investigasi yang sudah dilakukan, tapi aku rasa ada keterlambatan yang mungkin bisa dihindari jika proses penyelidikan dilakukan lebih cepat dan efisien ๐Ÿ•ฐ๏ธ.

Aku juga sedikit berkekhawatiran dengan cara polda Metro Jaya mengambil sidik jari pada permukaan bantal dan seprai, aku tidak tahu apakah itu memang bisa dilakukan dengan benar-benar aman. Tapi, kalau sudah ada kemungkinan untuk menyelesaikan kasus ini, aku akan mendukung ๐Ÿค.
 
Kalau gini memang bingung banget. Sidik jari di tempat tinggal Arya Daru, itu artinya ada yang mencoba mencuri atau menargetkan dia dulu, tapi kemudian ternyata korban sendiri! Mencurigakan sih, tapi harusnya bisa klarifikasi dulu sebelum terus menyelidiki. Gelar perkara sejak awal nggak ada, itu aneh banget juga. Polisi harusnya sudah tahu, di mana harus mulai dari yang sapa-siapa? Kalau korban sendiri yang menjadi korban, itu artinya polisi harus bisa membantu dia lebih dulu, bukan mencari siapa-siapa.
 
Sangat rahasia banget deh kasus Arya Daru Pangayunan. Aku pikir polisi nggak bisa langsung menemukan sidik jari di bantal dan seprai ya? Nah, setelah ditemukan sidik jari itu, aku pikir proses penyelidikan harus jadi lebih canggih juga, bukan hanya nggak punya teknis apa-apa. Kuasa hukum keluarga Arya Daru benar-benar nyesuaikan dengan situasi, minta gelar perkara dan ditingkatkan ke penyidikan itu penting banget. Aku berharap polisi bisa menemukan siapa yang bertanggung jawab di balik kematian Arya Daru ini... ๐Ÿค”
 
Polda Metro Jaya harus lebih cepat ya, tapi nggak bisa duduk diam kan? Sisi keluarga Arya Daru pun sudah cukup frustrasi. Kita lihat sinyal sidik jari yang ada di bantal dan seprai itu, tapi polisi masih belum dapat menemukan pelaku yang benar. Mungkin perlu ada penambahan dana atau teknologi yang lebih canggih untuk membantu penyelidikan ini. Tapi nggak bisa duga bahwa polisi akan mengalami kesulitan dalam hal ini. Polisi harus tetap fokus dan jujur, kita tidak boleh menunggu sampai ada bukti yang cukup sebelum tindakan diambil. Semua informasi baru harus didalami dan digali lebih lanjut.
 
heya bro, aku pikir hal ini makin seru banget, sidik jari Arya Daru ditemukan di bantal & seprai, kayaknya ada sesuatu yang tidak beres ๐Ÿค”. tapi aku rasa keseimbangan yang dibawa oleh Polisi Metro Jaya masih bisa dipertahankan, mereka harus terus cari jawabannya ๐Ÿ•ต๏ธโ€โ™‚๏ธ. kalau kuasa hukum keluarga Arya Daru meminta gelar perkara, aku rasa itu penting banget agar tidak ada kesalahpahaman dan proses penyelidikan bisa lancar ๐Ÿ’ผ.
 
Apa sih kalau sidik jari itu dari korban berasal dari seseorang yang berdua dengan Arya Daru? Apakah ada kemungkinan bahwa korban itu sendiri yang melakukan kejahatan? Polisi juga harus melihat aspek psikologis dan sosial dalam kasus ini. Mereka tidak hanya fokus pada teknologi, tapi juga harus mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi keseluruhan penyelidikan. Saya rasa hal ini menunjukkan bahwa polisi masih banyak hal yang belajar dari kasus-kasus seperti ini ๐Ÿ˜Š
 
gampang-ganjang aja, korban Arya Daru Pangayunan masih belum terpeleset. sidik jari yang ditemukan di bantal dan seprai itu memang sulit untuk dibesarkan ๐Ÿ˜‚. tapi polisi masih harus mencoba ya, karena sampai saat ini masih banyak hal yang tidak jelas. aku rasa gelar perkara itu juga penting, agar keluarga korban bisa mendapatkan keadilan yang tepat ๐Ÿค. tapi aku masih ragu-ragu dengan kemampuan polda metro jaya dalam menyelidiki kasus ini... mungkin harus diam-diam dan tidak terlalu banyak berbicara tentang hal ini ๐Ÿ˜‰.
 
Hmm, kalau nanti bisa ditransfer sidik jari Arya Daru ke database, kan akan lebih mudah dibanding sekarang. Saya rasa polisi harus fokus untuk mengambil sidik jari yang tepat, jangan sampai salah pilih, gak ada yang mau berbohong lagi ๐Ÿค”๐Ÿ‘ฎโ€โ™‚๏ธ
 
Kamu tahu apa yang bikin sidik jari sulit diambil? Seperti itu! ๐Ÿ˜‚ Bantal dan seprai yang berpori-pori. Tapi, polisi itu gak mau tutup kasus ini. Mereka harus melihat keilmuan teknisnya ๐Ÿ˜Š. Sampai sekarang, keluarga Arya Daru masih minta gelar perkara dan ditingkatkan penyidikan. Kamu ingin tahu apa yang bikin mereka ragu-ragu? ๐Ÿค” Ada mungkin ada sesuatu yang tidak terbuka... ๐Ÿ“
 
ini kasusnya kayaknya nggak selesai sama aja, sidik jari yang ditemukan masih belum dijawabin ke mana dia bisa berasal dari ๐Ÿ˜•. saya pikir polda metro jaya harus cek lagi bukti-bukti yang sudah ada sebelumnya, tapi sepertinya masih terlalu cepat nggak sih ๐Ÿค”.
 
Aku sibuk banget nge-check sidik jari di tiktok, lalu aku baca news ini, aku pikir nggak bisa percaya kalau sidik jari korban ada di bantal dan seprai... aku tahu gampang aja di ambil sidik jari, tapi sepertinya nggak seperti itu. Aku pikir polisi keren banget karena nggak menunda proses penyelidikan, terus juga keluarga korban minta dilakukan gelar perkara... aku harap hasilnya gampang aja dan penjahat di tangkap! ๐Ÿคž๐Ÿ’ผ
 
Mungkin kali ini Polisi harus belajar dari apa yang mereka pelajari dari kasus Arya Daru. Sidik jari itu memang bisa menunjukkan hal apa yang tidak kita inginkan, tapi bukan berarti kita akan langsung memiliki jawaban. Teknologi memang maju pesat, tapi juga ada batas-batasnya. Mungkin apa yang diharapkan oleh Polda Metro Jaya adalah bahwa dengan adanya teknologi tersebut, mereka bisa mendapatkan informasi yang lebih cepat dan akurat. Tapi apa yang sebenarnya dibutuhkan bukan hanya teknologi, tapi juga kejujuran dari masyarakat. Maka dari itu, saya rasa ini adalah kesempatan bagus bagi kita semua untuk memikirkan kembali tentang apa yang kita lakukan di dunia ini ๐Ÿค”๐Ÿ’ญ
 
Gue pikir si Arya Daru nanti pasti bocor nggak kan? Polisi bilang ada sidik jari di bantal dan seprai dia, tapi gue tahu cara sidik jari itu bisa terbawa oleh angin atau yanggabung dengan sampah, jadi bisa nggak jelas sih. Dan si Nicholay Aprilindo, dia kan bilang mau buat gelar perkara? Lalu, apa sih prosesnya? Polisi bilang akan terus menyelidiki, tapi gue curiga kalau ada yang tidak ingin dibuka, ya...
 
Aku pikir ini gampang banget! Si Arya Daru meninggal, sidik jari bule dia ditemukan di tempat tingalanya, kayaknya ini adalah kasus kejahatan atau apa? Polisi terus cari, tapi aku rasa mereka tidak akan bisa menemukan orang yang benar-benar berkejahatan... Semoga suatu hari nanti ada jawaban yang jelas! ๐Ÿ˜’
 
Aku pikir polda metro jayanya harus gampang aja ngambil sidik jari di bantal itu, gimana sih teknisnya? tapi apa sih yang penting adalah bunyi sidik jari itu apakah cocok atau tidak denga korban. kalau udah ada, maka bisa disimpulkan siapa yang menunggu korban di rumah beliau. ini kasus misterius tapi polisi harus makin cepat aja agar bisa menemukan penyebab dan pelaku! ๐Ÿ•ต๏ธโ€โ™‚๏ธ๐Ÿ‘ฎ
 
Aku pikir hal ini kayak ngeluh ngebawa, tapi nggak bisa dibantah kalau sidik jari Arya Daru ditemukan di tempat tinggal beliau. Kalau benar-benarnya si dia dilakukan korban bunian, maka itu akan sangat membantu proses penyelidikan. Tapi kayaknya polisi harus lebih teliti lagi, nggak bisa langsung menolak segala kemungkinan.
 
ya kayaknya polisi Metro Jaya jangan lupa ambil sidik jari di tempat tinggal korban, kan suka kayak bantal & seprai gitu๐Ÿ˜‚. tapi serius aja, teknisnya memang susah banget, tapi saya yakin polisi bisa tahu cara buatnya. apa yang penting adalah terus-terusan penyelidikan dan tidak ada penundaan ya๐Ÿ’ฏ. keluarga Arya Daru udah minta gelar perkara juga gitu, mungkin bisa memberi klarifikasi lebih lanjut tentang kasus ini๐Ÿ˜Š.
 
kembali
Top