Pemerintah Inggris menyelidiki mantan Dubesnya di AS, Peter Mandelson, atas dugaan membocorkan rahasia negara ke dalam tangan mendiang pemodal Jeffrey Epstein. Dalam laporan baru yang dirilis, Kepolisian Metropolitan meluncurkan penyelidikan pidana terhadap Mandelson berdasarkan komentar yang diungkapkan oleh Ella Marriott, Komandan Kepolisian Metropolitan.
Saat menjabat sebagai Menteri Bisnis pada 2009 di pemerintahan Perdana Menteri Gordon Brown, Mandelson mengirim dokumen internal kepada Epstein yang ditulis Nick Butler, penasihat politik senior Brown. Dokumen ini berisi informasi tentang kemungkinan penjualan aset negara Inggris di tengah krisis keuangan.
Media Inggris melaporkan bahwa saat itu, Mandelson dianggap sebagai salah satu tokoh yang paling dekat dengan Epstein dan memiliki akses yang luas ke dokumen internal pemerintah. Dugaan diperkuat ketika Epstein didakwa di AS atas perdagangan seks anak di bawah umur dan konspirasi terkait.
Dalam pengadilan terhadap kasus Epstein, beberapa tokoh berpengaruh dunia yang disebutkan dalam dokumen internal pemerintah. Tokoh-tokoh tersebut meliputi Presiden AS Donald Trump, pengusaha Elon Musk, pendiri Microsoft Bill Gates, dan mantan Presiden AS Bill Clinton.
Bersamaan dengan dirilisnya sekitar tiga juta dokumen tambahan terkait kasus Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, ribuan dokumen ditarik kembali. Dokumen-dokumen yang dirilis tersebut mencakup penyebutan nama-nama tokoh-tokoh berpengaruh dunia.
Pemerintah Inggris masih menyelidiki kegiatan Mandelson dan bagaimana ia mendapatkan akses ke dokumen internal pemerintah. Penyelidikan ini masih berlangsung dan belum ada informasi tentang reaksi Mandelson terhadap dugaan diperdebatkan di parlemen.
Saat menjabat sebagai Menteri Bisnis pada 2009 di pemerintahan Perdana Menteri Gordon Brown, Mandelson mengirim dokumen internal kepada Epstein yang ditulis Nick Butler, penasihat politik senior Brown. Dokumen ini berisi informasi tentang kemungkinan penjualan aset negara Inggris di tengah krisis keuangan.
Media Inggris melaporkan bahwa saat itu, Mandelson dianggap sebagai salah satu tokoh yang paling dekat dengan Epstein dan memiliki akses yang luas ke dokumen internal pemerintah. Dugaan diperkuat ketika Epstein didakwa di AS atas perdagangan seks anak di bawah umur dan konspirasi terkait.
Dalam pengadilan terhadap kasus Epstein, beberapa tokoh berpengaruh dunia yang disebutkan dalam dokumen internal pemerintah. Tokoh-tokoh tersebut meliputi Presiden AS Donald Trump, pengusaha Elon Musk, pendiri Microsoft Bill Gates, dan mantan Presiden AS Bill Clinton.
Bersamaan dengan dirilisnya sekitar tiga juta dokumen tambahan terkait kasus Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat, ribuan dokumen ditarik kembali. Dokumen-dokumen yang dirilis tersebut mencakup penyebutan nama-nama tokoh-tokoh berpengaruh dunia.
Pemerintah Inggris masih menyelidiki kegiatan Mandelson dan bagaimana ia mendapatkan akses ke dokumen internal pemerintah. Penyelidikan ini masih berlangsung dan belum ada informasi tentang reaksi Mandelson terhadap dugaan diperdebatkan di parlemen.