Polisi Hentikan Kasus Guru di Tangsel yang Dilaporkan Wali Murid

Polres Tangsel Hentikan Kasus Guru yang Dilaporkan Orang Tua Murid, Tapi Mengapa?

Kasus guru SD bernama Christiana Budiati yang dilaporkan seorang wali murid dan akhirnya dihentikan penyelidikannya, tetap menjadi perdebatan. Penyelidikan tersebut berakhir dengan gelar perkara pada 29 Januari 2026, dan setelah hasilnya dikemukakan, dugaan tindak pidana yang sebelumnya diselidiki terkait dugaan tindak pidana kekerasan psikis terhadap anak di bawah umur tidak memenuhi unsur tindak pidana.
 
Saya rasa polres Tangsel harus jujur, bukan? Mereka menghentikan penyelidikannya tapi tidak memberitahu alasan apa yang membuat mereka memutuskan seperti itu... 🤔 Mungkin ada yang salah dalam penyelidikan atau tidak, tapi tidak ada jawaban dari pihak polres tentang hal ini. Saya pikir ini akan menjadi contoh bagaimana penegakan hukum di Indonesia perlu lebih transparan dan jujur. Dan apa sebenarnya terjadi dengan Christiana Budiati? Kenapa dia harus dibawa ke pengadilan jika dugaan tindak pidana kekerasan psikis tidak memenuhi unsur tindak pidana? 🤷‍♂️ Saya rasa ini perlu diinvestigasi lebih lanjut.
 
Maksudnya apa sih Polres Tangsel udah nentang kasus ni? Saya rasa penyelidikan ini cukup panjang dan rumit, tapi jadi nggak dilanjutkan karena hasilnya tidak memadukin dugaan tindak pidana kekerasan psikis. Saya pikir ini bisa jadi kesempatan baginya untuk belajar dari kesalahan yang dialami oleh Polres Tangsel. Saya rasa ada keterbukaan yang kurang dalam proses penyelidikan ini, misalnya kalau udah nentang kasus, kenapa tidak ajak wali murid atau orang tua murid untuk ngobrol dulu? Mungkin bisa membuat semua orang lebih nyaman dan terbuka. Saya juga rasa penting agar kita mengerti bahwa setiap orang punya hukum dan prosesnya harus dipatuhi oleh semua pihak 🤔
 
Gak bisa dipungut nafsu lagi, kasus ini benar-benar bikin perasaan tidak nyaman. Apa yang dibicarakan kalau seorang guru bisa terus-terusan menindikkan anak-anaknya? Kalau itu bukan kejahatan, apa sih kejahatan itu?

Saya pikir ada masalah lebih dalam di sini, tapi saya rasa tidak ada yang ingin membahas tentang itu. Saya juga tidak paham bagaimana proses penyelidikan ini. Bagaimana kalau peneliti penyelidikaannya malas atau terlalu cepat menutup kasus? Apa sih yang salah dengan cara mereka bekerja?

Saya juga merasa sedih, karena saya tahu ada anak-anak yang mengalami hal-hal yang tidak baik di bawah tangan guru. Saya berharap penyelidikan ini bisa lebih baik lagi di masa depan, dan kalau ada yang salah, pasti ada penindakan yang tepat.
 
Maaf banget ya, aku senang sekali kalau Polres Tangsel bisa mengerjakan kasus ini. Tapi apa yang bikin aku penasaran banget adalah kenapa giliran anaknya sendiri yang diwaspadai tentang kegiatan yang curang? Seperti, mengapa orang tua murid itu nggak bisa langsung melihat jauh-jauh dari apa-apa yang terjadi padanya anaknya? Aku pikir kalau kasus ini harusnya langsung diedarkan ke publik biar semua orang tahu tentang hal ini. Dan aku juga bingung kenapa kalian Polres Tangsel tidak bisa menemukan bukti-bukti yang cukup untuk menghukum guru itu. Aku senang sekali kalau mereka bisa mengerjakan kasus ini, tapi aku juga penasaran apakah ada hal lain yang bikin kasus ini jadi begitu rumit.
 
Aku pikir kayak gue, Polres Tangsel malah ngantam korban yang salah, si Guru Christiana Budiati kayaknya udh banyak mengalami halusinasi dan depresi, tapi ternyata apa-apaan aja.. Gue rasa kasusnya udh selesai, tapi kalo nyanggung lagi, gue rasanya Polres Tangsel malah lupa udh ada korban ya? 🤔

Aku juga pikir, si wali murid yang melaporkannya kayaknya udh salah cari kesalahan, karena kalau benar-benar ada tindak pidana, si guru gue rasa bisa diawasi dan diberikan bantuan ya? 🤷‍♀️

Gue rasa, tapi kita harus lebih bijak dan tidak terburu-buru menghukum orang, karena kayaknya kita udh salah menganggap si guru. Jadi, Polres Tangsel harus lebih teliti dan buat penelitian yang benar, ya? 💡
 
kembali
Top