Polisi Sleman Gerebek Rumah Scammer, Menangkap Karyawan dan Melakukan Pengeremajaan Dalam!
Pada Senin siang (5/1/2026), Polres Yogyakarta melakukan aksi gerebek di rumah sederhana yang berdiri di Jalan Gito Gati, Kapanewon Ngaglik, Sleman. Informasi tentang kegiatan ilegal tersebut diterima dari masyarakat, sehingga pihak kepolisian langsung mengambil tindakan.
Kasubidan Polres Yogyakarta, Iptu Gandung Harjunadi, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih dalam tahap awal dan memerlukan waktu lama karena banyaknya keseluruhan kasus yang harus dipersalahkan.
Sementara itu, Ketua RW 33 Dusun Penen di Kalurahan Donoharjo, Wahyu Agung Purnomo, mengakui dirinya diminta oleh pihak kepolisian untuk melihat proses penggerebekan. Menurutnya, polisi menyita puluhan perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop serta menangkap karyawan yang bekerja di kantor tersebut.
Wahyu juga menjelaskan bahwa dirinya dan warga tidak tahu pasti terkait dengan aktivitas yang terjadi di rumah berlantai dua tersebut. "Sama sekali kita tidak mengetahui dipergunakan untuk kegiatan scammer, jadi kegiatan atau aktivitas dari luar itu nggak tampak," ujarnya.
Rumah kontrakan yang menjadi markas scammer ini hampir setahun terakhir selalu ramai dengan banyaknya sepeda motor yang terparkir. Polisi berharap dapat menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan aman.
Pada Senin siang (5/1/2026), Polres Yogyakarta melakukan aksi gerebek di rumah sederhana yang berdiri di Jalan Gito Gati, Kapanewon Ngaglik, Sleman. Informasi tentang kegiatan ilegal tersebut diterima dari masyarakat, sehingga pihak kepolisian langsung mengambil tindakan.
Kasubidan Polres Yogyakarta, Iptu Gandung Harjunadi, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih dalam tahap awal dan memerlukan waktu lama karena banyaknya keseluruhan kasus yang harus dipersalahkan.
Sementara itu, Ketua RW 33 Dusun Penen di Kalurahan Donoharjo, Wahyu Agung Purnomo, mengakui dirinya diminta oleh pihak kepolisian untuk melihat proses penggerebekan. Menurutnya, polisi menyita puluhan perangkat elektronik seperti ponsel dan laptop serta menangkap karyawan yang bekerja di kantor tersebut.
Wahyu juga menjelaskan bahwa dirinya dan warga tidak tahu pasti terkait dengan aktivitas yang terjadi di rumah berlantai dua tersebut. "Sama sekali kita tidak mengetahui dipergunakan untuk kegiatan scammer, jadi kegiatan atau aktivitas dari luar itu nggak tampak," ujarnya.
Rumah kontrakan yang menjadi markas scammer ini hampir setahun terakhir selalu ramai dengan banyaknya sepeda motor yang terparkir. Polisi berharap dapat menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan aman.