Polda Metro Dalami Laporan Kasus Kripto Seret Timothy Ronald

Polda Metro Jaya Mula Mulai Penyelidikan Kasus Kripto Seret Timothy Ronald dan Kalimasada

Sejak laporan kasus dugaan penipuan kripto yang menyeret korban berjumlah 3.500 orang, Kombes Budi Hermanto dari Polda Metro Jaya menyatakan bahwa mereka sudah mulai penyelidikan terkait kasus tersebut.

Menurut Kombes Budi, pelapor dalam perkara ini adalah seseorang yang kemungkinan berinisial Y. Laporan tersebut telah disampaikan ke pihak kepolisian dan sekarang sedang dalam tahap penyelidikan.

"Benar ada laporan terkait kripto oleh pelapor inisial Y. Terlapor dalam lidik," kata Kombes Budi kepada wartawan. Penyelidik akan mendalami laporan tersebut dengan mengundang pelapor untuk dimintai klarifikasi dan menganalisis barang bukti yang telah diserahkan.

Sebelumnya, korban yang mengaku dirugikan oleh aktivitas Akademi Crypto yang dikaitkan dengan Timothy Ronald dan Kalimasada telah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian. Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan akun Instagram @cryptoholic.idn yang menyebutkan adanya pergerakan kolektif korban untuk melapor ke polisi.

Mayoritas korban disebut berasal dari kelompok usia rentan, khususnya generasi Z berusia 18-27 tahun. Mereka diduga terdorong mengikuti program atau kelas terkait kripto setelah terpengaruh narasi dan citra kekayaan yang ditampilkan dalam materi pemasaran.

Kombes Budi juga menyatakan bahwa penyelidikan sedang berjalan dan akan mendalami laporan tersebut dengan lebih teliti.
 
Aku pikir ini sangat gampang banget kalau korban penipuan kripto dulu udah ada di media sosial, aja nanti muncul penggemar yang terus nge-follow ya 🤦‍♂️. Tapi aku juga paham kalau korban muda ini sering kali tergoda dengan cerita yang menjanjikan, dan itu memang bagian dari permainan penipuan yang canggih. Aku harap penyelidiknya bisa mendalami kasus ini dengan lebih teliti, dan buat justru korban yang muda ini bisa menjadi contoh bagaimana cara jujur dan waspada terhadap informasi yang tidak tepat 🤝.
 
Kasus kripto seret ini kayaknya harus diawasi banget. Tapi, apa yang pasti sih kalau korban-nya ini udah terpengaruh oleh narasi narasi Instagram yang kayaknya tidak jelas sih siapa yang mau dan tidak mau. Kalau gini, rasanya sangat susah untuk menemukan korban yang benar.
 
Hai temen-temen, apa kabar sih? Baru selesai membaca kabar ini: Kasus kripto seret Timothy Ronald dan Kalimasada punya korban 3.500 orang 🤯. Benar-benar mengejutkan banget, kan? Pelapor ini bernama Y, tapi gak tahu siapa dia. Polda Metro Jaya sudah mulai penyelidikan, tapi masih banyak yang tidak jelas. Korban ini mayoritas dari generasi Z, berusia 18-27 tahun. Mereka diduga tergoda oleh narasi dan citra kekayaan yang ditampilkan dalam materi pemasaran. Benar-benar buktanya bahwa kripto itu nggak selamat digunakan 😬.
 
Aku pikir ini kasus kripto apa lagi! 😂 Seperti ada iklan-iklan yang viral banget tentang kripto, tapi sekarang juga ada korban yang terkena penipuan. Aku rasa pelapor inisial Y harus berani untuk melaporkan hal ini, karena bisa jadi korbannya gak sih kepolisian dulu.

Aku suka cara Kombes Budi ini memulai penyelidikan, yaitu dengan mengundang pelapor dan menganalisis barang bukti. Mungkin bisa juga dengan meninjau akun Instagram yang post tentang kasus ini, karena gak hanya korban aja yang terkena, tapi juga ada narasumber lain yang bisa memberikan informasi.

Aku juga rasa pemerintah harus lebih proaktif dalam mengatur pergerakan kripto di Indonesia. Kalau tidak, pasti akan ada banyak kasus seperti ini yang keluar. Tapi, aku tidak suka ngomong tentang hal ini dulu, justru fokus pada cara Kombes Budi dan apakah penyelidikan ini bisa berhasil menangkap pelaku penipuan.
 
omg bro, ini kasus kripto lagi nge-ceep korban jadi 3500 orang 🤯. aku pikir ini sangat serius dan harus dibawa ke sini dengan cermat 😬. kalau aktivitas Akademi Crypto itu benar-benar menipu korban, itu bikin marah banget 💔. aku harap polda metro jaya bisa menyelesaikan kasus ini dengan cepat dan akurat 🕰️. tapi, aku juga ragu-ragu kalau ada yang terlibat di dalamnya... tapi sayangnya belum ada bukti yang cukup ya 😐.
 
kembali
Top