Polda NTT Mengerusak Kasus Bunuh Diri Siswa Berusia 10 Tahun di Ngada
Kupang, CNN Indonesia - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengirim konselor dan psikolog untuk membantu pendampingan keluarga korban siswa berusia sepuluh tahun yang meninggal diduga akibat mengakhiri hidupnya sendiri di Ngada.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan, pendampingan ini dimaksudkan untuk mencari tahu penyebab utama dan motif terjadinya bunuh diri yang dilakukan oleh korban. Penyebab utama motif bunuh diri tersebut masih belum jelas, namun telah dilakukan penyelidikan terhadap keluarga korban.
"Kita sudah mengirim psikolog dan konselor untuk memberikan pendampingan terhadap keluarga korban," kata Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko.
Selain itu, Polda NTT juga telah memberi perintah kepada Kapolres Ngada untuk membantu secara materi kepada keluarga korban. Hal ini bertujuan untuk membantu meringankan beban keluarga korban dan mengurangi stresi yang dialami oleh mereka.
Dalam penyelidikan awal, petugas kepolisian menemukan sebuah surat tulisan tangan yang diduga ditulis korban kepada ibunya. Surat tersebut berisi permintaan agar ibundanya merelakan dia pergi lebih dulu dan tidak perlu menangis atau mencari. Surat ini juga mengandung gambar emoji dengan wajah menangis.
"Kesimpulan ini berdasarkan hasil pencocokan tulisan dengan beberapa buku tulis yang dimiliki korban. Tim penyidik menemukan kesamaan yang jelas antara tulisan di surat dengan tulisan di buku-buku tersebut," kata Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus Pissort.
Penyelidikan kasus ini masih sedang berlangsung dan belum ada hasil akhir.
Kupang, CNN Indonesia - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengirim konselor dan psikolog untuk membantu pendampingan keluarga korban siswa berusia sepuluh tahun yang meninggal diduga akibat mengakhiri hidupnya sendiri di Ngada.
Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan, pendampingan ini dimaksudkan untuk mencari tahu penyebab utama dan motif terjadinya bunuh diri yang dilakukan oleh korban. Penyebab utama motif bunuh diri tersebut masih belum jelas, namun telah dilakukan penyelidikan terhadap keluarga korban.
"Kita sudah mengirim psikolog dan konselor untuk memberikan pendampingan terhadap keluarga korban," kata Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko.
Selain itu, Polda NTT juga telah memberi perintah kepada Kapolres Ngada untuk membantu secara materi kepada keluarga korban. Hal ini bertujuan untuk membantu meringankan beban keluarga korban dan mengurangi stresi yang dialami oleh mereka.
Dalam penyelidikan awal, petugas kepolisian menemukan sebuah surat tulisan tangan yang diduga ditulis korban kepada ibunya. Surat tersebut berisi permintaan agar ibundanya merelakan dia pergi lebih dulu dan tidak perlu menangis atau mencari. Surat ini juga mengandung gambar emoji dengan wajah menangis.
"Kesimpulan ini berdasarkan hasil pencocokan tulisan dengan beberapa buku tulis yang dimiliki korban. Tim penyidik menemukan kesamaan yang jelas antara tulisan di surat dengan tulisan di buku-buku tersebut," kata Kasi Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus Pissort.
Penyelidikan kasus ini masih sedang berlangsung dan belum ada hasil akhir.