Pertemuan Anwar dengan Epstein, bukan itu saja yang diungkapkan oleh berkas-berkas Departemen Kehakiman AS (DOJ) di awal bulan lalu. Nama Perdana Menteri Malaysia juga menampak pada dokumen yang merupakan hasil dari beberapa pertukaran email antara mantan presiden AS Bill Clinton, Pangeran Andrew, dan Donald Trump. Tapi siapa saja tokoh dunia lainnya yang terlibat dalam kasus Epstein itu? Sepertinya ada lagi satu orang, yaitu Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.
Dalam sebuah unggahan di X, Anwar Ibrahim menulis bahwa ia baru mengetahui seseorang dari luar telah mencoba mengatur pertemuan dengan dirinya dan bahkan menyebut namanya dalam email terkait kasus Epstein. Ia menegaskan rasa syukurnya karena, seperti disebutkan dalam email itu, peristiwa tersebut terjadi lebih dari satu dekade lalu dan ia sama sekali tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang terlibat.
“Baru hari ini saya tahu ada pihak luar yang mahu bertemu dan siap ‘petik’ nama saya dalam emel melibatkan kes Epstein”, tulisnya di akun X resminya @anwaribrahim. “Alhamdulillah, dah belasan tahun seperti yang disebut dalam emel, dan saya langsung tiada kaitan dengan mana-mana pihak yang berbalas email tu, terutama…”.
Anwar termasuk di antara beberapa tokoh dunia yang namanya muncul dalam dokumen Epstein yang dirilis DOJ pada Jumat kemarin. Screenshot email yang viral, tertanggal 21 Februari 2012, memperlihatkan seorang rekan Epstein yang tidak dikenal menanyakan apakah perlu diatur pertemuan antara Anwar dan “Jes”, yang merujuk pada Jes Staley, CEO bank investasi JP Morgan saat itu.
Dalam email itu, rekan Epstein menulis bahwa jika Anwar menjadi perdana menteri, hal itu bisa menjadi “tambang emas” bagi JP Morgan. Saya mengenal Anwar dengan baik, selalu dekat dengannya selama bertahun-tahun meskipun semua orang mengatakan dia sudah tamat dan tidak akan pernah bisa kembali. Sekarang terlihat berbeda.
Epstein sendiri membalas email itu dengan menyarankan pertemuan pada Mei tahun itu, menanyakan apakah Anwar akan bepergian ke AS atau Eropa, dan menyarankan agar kemungkinan produksi film Hollywood di Malaysia dijadikan daya tarik.
Dalam sebuah unggahan di X, Anwar Ibrahim menulis bahwa ia baru mengetahui seseorang dari luar telah mencoba mengatur pertemuan dengan dirinya dan bahkan menyebut namanya dalam email terkait kasus Epstein. Ia menegaskan rasa syukurnya karena, seperti disebutkan dalam email itu, peristiwa tersebut terjadi lebih dari satu dekade lalu dan ia sama sekali tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang terlibat.
“Baru hari ini saya tahu ada pihak luar yang mahu bertemu dan siap ‘petik’ nama saya dalam emel melibatkan kes Epstein”, tulisnya di akun X resminya @anwaribrahim. “Alhamdulillah, dah belasan tahun seperti yang disebut dalam emel, dan saya langsung tiada kaitan dengan mana-mana pihak yang berbalas email tu, terutama…”.
Anwar termasuk di antara beberapa tokoh dunia yang namanya muncul dalam dokumen Epstein yang dirilis DOJ pada Jumat kemarin. Screenshot email yang viral, tertanggal 21 Februari 2012, memperlihatkan seorang rekan Epstein yang tidak dikenal menanyakan apakah perlu diatur pertemuan antara Anwar dan “Jes”, yang merujuk pada Jes Staley, CEO bank investasi JP Morgan saat itu.
Dalam email itu, rekan Epstein menulis bahwa jika Anwar menjadi perdana menteri, hal itu bisa menjadi “tambang emas” bagi JP Morgan. Saya mengenal Anwar dengan baik, selalu dekat dengannya selama bertahun-tahun meskipun semua orang mengatakan dia sudah tamat dan tidak akan pernah bisa kembali. Sekarang terlihat berbeda.
Epstein sendiri membalas email itu dengan menyarankan pertemuan pada Mei tahun itu, menanyakan apakah Anwar akan bepergian ke AS atau Eropa, dan menyarankan agar kemungkinan produksi film Hollywood di Malaysia dijadikan daya tarik.