Pigai Berencana Bangun Kampung Redam di Wilayah Rawan Konflik

Natalius Pigai, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), telah berencana untuk membangun kampung rekonsiliasi dan perdamaian (Redam) di daerah yang rawan konflik. Rencana ini merupakan bagian dari program prioritas Kementerian HAM pada tahun 2026. Menurut Pigai, Kampung Redam akan dibangun berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta lembaga-lembaga Intelijen.

Pigai juga menekankan pentingnya partisipasi anggota DPR dalam menentukan kondisi wilayah tersebut, karena mereka lebih mengenal karakteristik daerah pemilihan masing-masing. "Kami punya data dari intel ada dari Kemendagri ada, tetapi bapak ibu sekalian yang mengerti desa mana, kampung mana yang sering terjadi potensi munculnya atau perlunya adanya penetapan desa Redam," katanya.

Selain itu, Pigai juga menempatkan pembentukan desa atau kelurahan HAM serta revitalisasi pusat studi HAM sebagai prioritas di kementeriannya. Ia mengatakan bahwa hal ini sudah dilakukan dengan penandatanganan nota kesepahaman dengan beberapa universitas.

KemenHAM juga akan melakukan pendampingan, penguatan, dan percepatan guna mendukung seluruh program prioritas, termasuk penyusunan instrumen pembangunan berbasis HAM.
 
Kamu tahu sih kalau konflik rawan di Indonesia banyak banget? Nah, aku rasa itu salah satu alasan kami harus lebih fokus pada pengembangan desa dan masyarakat. Jadi, rencana Kampung Redam ini aku senang banget! Mungkin bisa membantu menyelesaikan masalah-masalah yang ada di daerah-daerah konflik. Aku harap pemerintah dapat bekerja sama dengan masyarakat setempat dan lembaga-lembaga lokal untuk membuat program ini sukses. Mari kita berharap Kampung Redam bisa menjadi contoh positif bagi perubahan yang positif di Indonesia 🌱💚
 
Saya pikir itu ide yang bagus banget 🤝! Kampung Redam itu harus dibangun dengan benar-benar memperhatikan kondisi masyarakat setempat. Kalau kita hanya fokus pada data dan intel saja, maka kampung tersebut akan terasa kaku dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Aku harap Menteri Pigai bisa bekerja sama dengan DPR dan lembaga-lembaga lainnya untuk membuat program ini berjalan lancar 💪. Saya juga senang melihat prioritas yang diberikan kepada pembentukan desa atau kelurahan HAM, itu harus dibantu dengan revitalisasi pusat studi HAM di universitas-universitas terbaik 📚. Aku yakin program ini akan membawa perubahan positif bagi masyarakat Indonesia.
 
Gue pikir nanti Kampung Redam ini pasti sangat membantu masyarakat di daerah konflik, tapi gue juga berharap bahwa mereka tidak lupa memilih wakil yang tepat dari DPR untuk membuat program ini berhasil. Gue senang sekali Kemenham punya rencana ini, kayaknya nanti kita bisa melihat perubahan positif di Indonesia.
 
kamu pikir rencana Pigai itu gampang banget ya? tapi apa kamu tahu siapa yang akan menjadi korban dari kampung redam itu? bukan orang yang melawan konflik, tapi orang yang baru diresmikan kehadiran mereka. ini seperti membuang benih-benih yang sudah tumbuh menjadi pohon, dan kemudian menanam semula di tempat yang sama. kayaknya ini rencana Pigai untuk membuat masalah semakin parah, bukan memecahkan masalahnya 🤔
 
Kira-kira kalau nanti Redam itu bisa jadi solusi buat daerah yang rawan konflik. Mereka harusnya memperhatikan pendapatan warga desa dan strategi pemulihan daerah yang sudah rusak. Kalau ada prioritas, saya berharap mereka juga memperhatikan program revitalisasi HAM di sekolah-sekolah yang kurang memiliki fasilitas.
 
kembali
Top